6 Berkat Saat Melepaskan Pengampunan

6 Berkat Saat Melepaskan Pengampunan

Papa Henokh Hizkia Immanuel Simamora Official Writer
27191

Yohanes 13: 35

“Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

 

Tuhan Yesus mengerti betapa berbahayanya dosa tidak mengampuni kesalahan orang lain, dan betapa pentingnya Tuhan harus memberi pengertian tentang hal ini kepada anak-anak-Nya. Oleh sebab itu Ia menaruh hal mengampuni orang lain di dalam deret kalimat doa Bapa kami (Matius 6:9-13).

Alasan pentingnya pengampunan terhadap sesama:

1. Mengampuni ialah bukti seseorang sudah menerima pengampunan dari Allah.

Dalam doa Bapa kami jelas disinggung hal mengampuni orang lain, bahwa seperti kita mengampuni orang lain demikianlah Bapa mengampuni kita.. Pengampunan dari Allah tidak dapat dipisahkan dari pengampunan kita kepada orang lain. Bila kita tidak mengampuni sesama kita itu merupakan bukti dan tanda kalau kita belum menerima pengampunan dari Tuhan. (Mat. 6:14-15; 18:35)

2. Mengampuni orang lain adalah perwujudan tindakan kasih.

Bila seseorang tidak mengampuni orang lain, itu berarti ia tidak mengasihi sesamanya. Bila ia tidak mengasihi sesamanya itu berarti ia adalah seorang “pembunuh” (1Yohanes 3:15, dan Wahyu 21:8)

3. Mengampuni orang lain agar doa kita didengar Allah.

Dari ayat-ayat ini telah nyata bahwa jawaban doa dan respon Tuhan terhadap doa kita sangat berkaitan dengan pengampunan kita kepada orang lain. Bagaimana mungkin Ia mau mendengar suara kita kalau suara hati kita berteriak kebencian? Dan bagaimana Ia mau menerima persembahan syukur kita kalau bau busuk yang Ia rasakan. (Markus 11:24-26)

4. Mengampuni sesama agar tidak ada akar pahit di dalam hati kita.

Ada banyak sakit penyakit yang tidak selalu disebabkan oleh virus atau baksil tetapi disebabkan oleh hati yang tidak mau mengampuni orang lain. Ilmu kedokteran membuktikan bahwa suasana jiwa yang tidak sehat dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Akar pahit ini bisa timbul di hati istri terhadap suami, atau sebaliknya, mertua terhadap menantu sebaliknya, relasi bisnis dan lain lain. Tidak sedikit orang yang sakit oleh karena kepahitan terhadap sesamanya. (Ibr. 12: 14-15).

5. Bila kita mengampuni maka lebih mudah kita mendapatkan pewahyuan TUHAN.

Pewahyuan hanya bisa kita dapat saat kita melihat kemuliaan TUHAN dan saat kita mendengar suara TUHAN. Seperti yang Tuhan Yesus sudah jelaskan bahwa manusia tidak akan bisa melihat Allah jika tidak suci hatinya. Saat mengampuni hati kita bersih dari tuduhan dan dakwaan

6. Dengan mengampuni maka kita sedang mengakui kedaulatan TUHAN.

TUHAN berdaulat untuk melakukan keadilanNya dan memberikan upah atau mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi DIA.

Mengampuni memang bukanlah perkara gampang. Namun mengampuni harus segera dilakukan tanpa menunggu perasaan yang “enak”. Mengampuni memang perlu pengorbanan dan kebulatan hati.

Dengan pertolongan Roh Kudus maka kita pasti dapat mengampuni sesama yang bersalah pada kita, walaupun yang bersangkutan tidak minta maaf pada kita.

Halaman :
1

Ikuti Kami