Aliansi Moro-Kristen Sambut Perjanjian Damai MILF

Aliansi Moro-Kristen Sambut Perjanjian Damai MILF

daniel.tanamal Official Writer
2927

Perjanjian damai yang dilakukan separatis Front Pembebasan Islam Moro (MILF) dengan Pemerintah Filipina pada Senin (15/10) untuk mengakhiri konflik berdarah yang terjadi selama lebih dari 40 tahun di Pulau Mindanao bagian selatan, disambut baik oleh Aliansi Moro-Kristen.

Dalam perjanjian damai tersebut ketua MILF Al Haj Murad Ebrahim dan Presiden Benigno Aquino saling menandatangani “perjanjian kerangka kerja” dan perjanjian kerja sama. “Hari ini, saya mengulurkan tangan persahabatan kepada orang-orang Filipina, untuk mengakhiri permusuhan di antara bangsa Moro dan bangsa Filipina,” kata Murad Ebrahim. “Akhirnya, kita menandatangani perjanjian untuk perdamaian abadi di Mindanao,” sambung Aquino.

Aliansi Rakyat Moro Kristen (MCPA) sebuah jaringan pemimpin antar umat beragama , organisasi-organisasi rakyat Moro dan kebebasan sipil, juga menyambut baik penandatanganan itu. “Pernyataan hubungan yang berorientasi publik pemerintahan Aquino menciptakan ilusi bahwa konflik-konflik yang  berabad-abad akhirnya diselesaikan. Ini menciptakan ilusi dan membuat harapan palsu dari pikiran publik bahwa perdamaian akhirnya tercapai,” bunyi pernyataan mereka.

Para uskup di Mindanao pun juga telah membuat pernyataan terhadap perjanjian damai itu. “Bukanlah akhir dari perdamaian, melainkan hanyalah awal dari kerja keras dengan ketulusan, keamanan, sensitivitas, solidaritas, spiritualitas, dan keberlanjutan dalam berbagai komunitas kami di Mindanao.”

Setiap konflik yang terjadi didunia ini tidak terlepas dari ambisi dan kepentingan manusia yang ingin berkuasa. Begitu mudahnya konflik tercipta. Begitupun untuk menciptakan perdamaian. Semua hal akan mudah terjadi jika ada kesepakatan bersama untuk bersatu dan meredam kepentingan pribadi, untuk masa depan yang lebih baik.

 

 

Sumber : ucanews/kompas.com
Halaman :
1

Ikuti Kami