Penegakan Hukum Lemah Akibat Pemimpin tidak Efektif

Nasional / 26 July 2012

Penegakan Hukum Lemah Akibat Pemimpin tidak Efektif

daniel.tanamal Official Writer
3783

Menurut Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia, Benny Susetyo, kekerasan yang terus terjadi menunjukan bahwa penegakan hukum lemah. Hal ini dikarenakan kepemimpinan yang tidak efektif.

"Pemimpin seharusnya tidak hanya mengimbau, sebaliknya bertindak sesuai amanat konstitusi, untuk memberi perlindungan dan rasa aman kepada semua warga negara," ujarnya Rabu (25/7/2012) di Jakarta.

Seperti diberitakan bahwa hari ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Kejaksaan Agung mempelajari rekomendasi Komnas HAM, soal kasus pelanggaran HAM berat 1965-1966. Pembina Partai Demokrat ini juga meminta Badan Pertanahan Nasional menangani konflik tanah yang terjadi di mana-mana. Juga beberapa kasus kekerasan yang menimpa kelompok minoritas.

Benny menambahkan bahwa pemimpin harus memiliki niat politik untuk memutus tali kekerasan melalui pendidikan nilai-nilai antikekerasan, serta menegakkan hukum. Hal ini menurutnya tidak pernah dijalankan. "Ini tidak pernah menjadi acuan kebijakan, sekedar wacana," kata Benny.

Kepemimpinan merupakan faktor utama yang menjadi penentu penegakan hukum dijalankan. Hal inilah yang saat ini dialami Indonsia yang mengalami krisis multidimensional dan krisis kepemimpinan. Untuk itulah diperlukan dukungan dari seluruh elemen mempertahan negara dari kemungkinan oknum yang ingin merusak hukum di Indonesia dari dalam.

 

 


Sumber : kompas.com - dpt
Halaman :
1

Ikuti Kami