Daud: Mengapa Tuhan Memanggil Istri dan Anakku Berurutan

Daud: Mengapa Tuhan Memanggil Istri dan Anakku Berurutan

PrincessPina Cahyonoputri Official Writer
14908

Daud adalah seorang pria yang sangat mencintai Tuhan. Dia pun mempunyai seorang istri dan dua orang anak yang juga mengasihi Tuhan. Namun rentetan peristiwa yang terjadi dalam hidupnya mengubah pandangannya tentang Tuhan.

Istri tercintanya mendadak meninggal tanpa diketahui sebabnya. Belum kering tanah kuburan istrinya, putri tercintanya juga menyusul kepergian sang ibu karena terlalu sedih.

“Sama sekali saya tidak mengerti rencana Tuhan itu apa dan maksud Tuhan itu seperti apa,” ungkap Daud.

Tidak hanya mempertanyakan kehendak Tuhan, kematian putri dan istrinya ini membuat Daud mempertanyakan keberadaan Tuhan. “Terus terang saya malu terhadap adik-adik, keluarga terhadap tetangga, karena seolah-olah doa saya tidak didengar dan tidak dijawab oleh Tuhan. Akhirnya dalam hati itu tanda tanya, Tuhan itu ada atau tidak. Mujizat Tuhan itu bener atau tidak. Saya semakin tanya, saya semakin down,” ungkap Daud.

Kini Daud hidup dengan akan sulungnya, Yonathan. Semangat hidup Yonathan membuat Daud kembali bergairah dalam hidup. “Yang membuat saya masih bertahan hidup dan tetap berusaha untuk bangkit karena masih ada anak satu-satunya, namanya Yonathan,” kenang Daud.

Daud sangat kagum atas ketegaran Yonathan “Ternyata saya tidak setegar Yonathan, saya tidak sekuat Yonathan. Seolah-olah dia tidak kehilangan, seolah-olah dia itu tidak mengalami kesusahan,” kisah Daud.

Yonathan berusaha untuk tegar karena ia ingin ayahnya tidak semakin bersedih. Namun sebenarnya iapun masih merasa kehilangan sama seperti yang dirasakan Daud. Akhirnya bersama Yonathan, Daud kembali melayani Tuhan, seperti aktifitasnya ketika istri dan putrinya masih hidup. “Akhirnya saya berusaha untuk bangkit, untuk kuat, seolah-olah saya menunjukan kepada Yonathan kalau saya juga tidak mengalami kesusahan atau dukacita yang mendalam,” ungkap Daud.

Kebersamaan Yonathan dan Daud membuat mereka semakin kuat. Sampai akhirnya Yonathan membuat sebuah pernyataan yang mengejutkan Daud. Dia meminta Daud untuk menikah lagi. “Saat itu saya kaget. Kok tiba-tiba dia itu bilang seperti itu? Pikir saya dia cuma bercanda,” tukas Daud.

Bagi Daud, gambaran anak istri itu kan belum hilang untuk itu permintaan Yonathan putranya itu terkesan tidak masuk akal. Perasaan saya mereka itu belum meninggal dan masih ada di rumah, juga rasa trauma itu ya masih ada juga dalam hidup saya. Pikir saya, kalau misal memungkinkan tidak sekarang, tidak tahu kapan. Tapi saya saat itu tidak berpikir untuk menikah dulu,” ungkap Daud.

Yonathan serius dengan permintaanya. Dia terus mempengaruhi Daud untuk menikah lagi dengan alasan dia membutuhkan figur seorang ibu. Bahkan keinginan hatinya itu disampaikannya kepada jemaat tempatnya dan Daud melayani.

Teman Daud langsung menyampaikan kabar itu kepada Maria. Seorang ibu dua anak yang suaminya sudah lama meninggal. Walaupun mengaku tidak mempunyai perasaan apapun, Maria mencoba mendiskusikan perihal rencana pernikahannya kepada kedua anaknya. Diluar dugaan, anak-anaknya memberikan respon positif, maka pertemuan keluarga pun segera dilakukan.

Respon positif Yonathan terhadap Maria membuat Daud berani mengambil keputusan untuk menikah dengan Maria. Namun belum genap satu tahun pernikahan mereka, sesuatu yang buruk terjadi pada Yonathan. Penyakit aneh menyerang tubuhnya bahkan membuat nyawanya tidak tertolong lagi. Lagi-lagi, Daud harus menelan pil pahit kehilangan orang yang dikasihinya.

“Saya merasa kehilangan, saya merasa sedih, rasanya tidak kuat sama sekali,” Maria menceritakan perasaannya ditinggal Yonathan.

Kepergian Yonathan kembali membuat luka di hati Daud. Namun kali ini dia bisa melihat rancangan damai sejahtera Tuhan kedukaan yang berulang kali dialaminya. “Yonathan harapan besar saya, dalam waktu singkat dia dipanggil Tuhan. Tapi saya bersyukur walaupun seolah-olah habis semuanya, hilang semuanya, apa yang saya lakukan itu seolah semuanya sia-sia, seolah-olah saya itu sebatang kara, akhirnya toh saya juga sadar dan bersyukur kepada Tuhan,” ungkap Daud.

“Yonathan itu sebelum meninggalkan saya untuk selama-lamanya, mendorong saya, mendesak saya untuk menikah. Tapi kalau tidak, saya tidak tahu apa yang terjadi dalam hidup saya. Maka saat Tuhan ambil semua orang yang dekat dengan saya, Tuhan gantikan dengan ibu Maria. Istri yang baik, yang menghormati suami yang cinta kepada pekerjaan Tuhan. Memiliki dua orang anak, laki-laki dan perempuan, anak-anak yang bisa menerima saya seperti ayahnya sendiri,” tambah Daud.

Tapi walaupun Yonathan sudah tidak ada, tapi kami tetap menjadi satu keluarga yang utuh. Ada figur seorang bapak, figur seorang ibu, ada anak-anak, jadi merasa lengkap,” ungkap Maria.

“Tuhan izinkan masalah, tapi Tuhan juga izinkan penyelesaiannya. Tuhan izinkan dukacita yang sangat mendalam dalam hidup saya, Tuhan mengizinkan kesusahan yang sangat mendalam dalam hidup saya, tetapi Tuhan juga gantikan, Tuhan juga sediakan penghiburan, kekuatan, dalam hidup saya,” Daud mengakhiri kesaksiannya.

Sumber Kesaksian : Daud

 

 

Sumber : V120601155518

Ikuti Kami