Perbaharui Iman lebih baik dari Penyaliban Diri

Internasional / 5 April 2012

Perbaharui Iman lebih baik dari Penyaliban Diri

daniel.tanamal Official Writer
3194

Menyusul tradisi beberapa umat Kristen Filipina yang selalu melaksanakan prosesi penyaliban diri dan juga cambuk diri pada saat Paskah, otoritas Katolik Konferensi Waligereja Filipina (CBCP) memperingatkan umatnya terkait ritual penyaliban diri mereka tersebut.

Menurut ketua presidium CBCP, Uskup Agung Jose Palma, Gereja lebih memfokuskan umatnya untuk memperbaharui iman mereka, ketimbang menyakiti diri mereka sendiri. “Sementara kami berusaha untuk mencegah praktek-praktek ini, kami juga tidak bisa  menilai niat baik mereka, terutama mereka yang telah membuat sebagai sumpah mereka,” ungkapnya.

Jose Palma juga menambahkan bahwa Gereja lebih suka umat beriman fokus pada aspek kehidupan spiritual dengan mewujudkan iman mereka. “Kami tidak menghakimi dan mengecam (tradisi) tersebut, tetapi kami  mencegahnya,” pesannya.

Tercatat sudah 20 orang yang mendaftarkan diri untuk ikut dalam tradisi berdarah yang akan dilaksanakan di Provinsi Pampanga pada Hari Jumat Agung itu. Tradisi tahunan ini sendiri menjadi dilakukan untuk mengenang penderitaan dan kematian Yesus Kristus. Karena keunikan dan berbahayanya tradisi ini, banyak turis mancanegara yang terpikat untuk menghadirinya.

Hanyalah darah Tuhan Yesus saja yang mampu menebus dosa seluruh umat manusia. Tuhan menginginkan kita untuk ikut memikul salib, namun dengan arti agar kita menanggalkan kedagingan kita dan selalu hidup selaras dengan Firman Tuhan. Itulah esensi dari memikul salib. Bukan seperti yang dilakukan pada tradisi penyaliban di Filipina. Masih banyak cara yang digunakan untuk mengenang pengorbanan Kristus.

Sumber : Cath.news
Halaman :
1

Ikuti Kami