GAMKI Cimahi Protes Keras Kasus Pendeta Hadassah

GAMKI Cimahi Protes Keras Kasus Pendeta Hadassah

daniel.tanamal Official Writer
4070

Protes keras terhadap kasus hukum dugaan penodaan agama yang dituduhkan kepada Pendeta Hadassah Werner (Heidi Eugenie), disampaikan oleh Max Pieter dari Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) perwakilan kota Cimahi Jawa Barat. Dirinya menganggap sejauh ini Pendeta Hadassah telah melakukan penistaan agama.

“Sangat menyesalkan dan kami protes keras, karena ini sudah jadi penistaan agama. Ini sudah tidak benar karena pengajaran Kristus tidak seperti ini. Kristus adalah maha kasih, bukan emosi. Terdakwa ini walaupun belum divonis menurut saya di bahasa Tuhan, dia sudah berdosa besar, pelecehan dan penghinaan terhadap agama,” ungkapnya.

Max juga mengakui bahwa dirinya kenal baik dengan Pendeta Hadassah dan keluarganya. Lebih jauh dirinya melihat bahwa keuangan gereja sering disalahgunakan. “Sebenernya ibu Heidi ini dan keluarga saya kenal baik. Saya mengerti orangtuanya dan keluarga dari Yohanes juga. Saya itu waktu tahun ‘62 menyumbang gereja itu. Akhirnya dipakai nista, dipakai yang tidak baik, dipakai hura-hura oleh pemuda-pemudi. Saya akan diskusi oleh pemuda Kristen Cimahi bagaimana menyikapi hal ini agar jangan anarkis.” Tegasnya.

Namun saat dikonfirmasi lebih jauh mengenai titik kunci penistaan agama yang dituduhkan kepada Pendeta Hadassah, Max mengakui belum paham detailnya. “Titik kuncinya kalau saya sebenarnya detailnya belum paham. Tapi saya sudah banyak melihat dan mendengar, bahwa ini mula-mulanya kan di interen keluarga, suami-istri itulah mereka divorced, bercerai,” katanya.

Dirinya menambahkan, “Saya juga tidak mengerti. Kalau orang Kristen tidak boleh divorced. Tapi ini kan mereka jalan sendiri sendiri. Sehingga mereka membuat komunitas sendiri. Suami bikin komunitas sendiri dan istri juga bikin komunitas sendiri. Sehingga perpecahan menggunakan agama. Menurut saya sudah keluar dari firman Tuhan,” katanya.

Terakhir Max berharap agar Pendeta Hadassah kembali ke jalan yang benar agar tidak dilaknat Tuhan. “Mereka itu kembalilah ke gereja bethel tabernakael yang sah definitif. Itu yang benar menurut hukum dan agama. Mereka baik-baiklah, jangan seperti yang sudah-sudah. Kembalilah ke jalan yang benar, sebelum mereka dilaknat oleh Tuhan. Ini sudah akhir zaman. Sudah last time buat kita orang Kristen.”

Sumber : Jawaban.com - niel
Halaman :
1

Ikuti Kami