Bukan Jadi Teladan, Hotman-Ruhut Malah Pamer Sombong

Bukan Jadi Teladan, Hotman-Ruhut Malah Pamer Sombong

PrincessPina Cahyonoputri Official Writer
8295

Perseteruan antara dua orang yang aktif bergelut di dunia hukum, Hotman Paris Hutapea dan Ruhut Sitompul terus saja terjadi. Walaupun dapat dikategorikan pemimpin, kedua orang tersebut kurang bisa memberikan seorang citra pemimpin yang rendah hati.

Dalam sebuah talk show di televisi swasta nasional, Ruhut menuding Hotman menangani kasus Wisma Atlet untuk SEA GAMES dengan memohon-mohon kepada Nazaruddin bahkan hingga rela tidak dibayar. Hotman tidak terima dengan tudingan itu, dan adu mulut pun terjadi.

"Ruhut Sitompoul sebenarnya tidak tahan melihat kehebatan Hotman Paris. Tiba-tiba dia bilang enggak dibayar, hanya gratisan. Mana bisa gratis, sementara perkara konglomerat masih banyak yang harus saya tangani," ujar Paris seperti dikutip dari kompas, pada Senin (19/3).

Di kesempatan yang berbeda, Hotman mengakui jika perseteruannya dengan Ruhut sudah lama terjadi, hingga tidak ada tegur sapa tiap mereka berpapasan. Bahkan Hotman mengungkapkan, bahwa dirinya pernah nyaris berkelahi dengan anggota komisi III DPR itu.

“Pernah berantem setahun yang lalu, nggak ada masalah apa-apa sih. Habis aku selalu dibilang pakai rantai kapal orang berlian asli begini kok,” ujarnya sambil menunjukkan gelang berliannya seperti dikutip di kapanlagi, pada Senin (5/3). 

Walaupun saling berseteru, Hotman dan Ruhut tidak menolak saat diminta salah satu televisi nasional swasta untuk tampil berdua di atas panggung dalam acara peringatan ulang tahun televisi tersebut. Ruhut bahkan melihat hubungannya dan Hotman bagai serial kartun anak-anak, Tom And Jerry.

Seorang pemimpin memang harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi, namun mereka juga harus menjaga perkataan dan tingkah laku mereka agar tidak dinilai sombong dan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Biar bagaimanapun, mereka adalah publik figur yang harus memberikan teladan bagi masyarakat.

Sumber : berbagaisumber
Halaman :
1

Ikuti Kami