Bagian Terbaik yang Tidak Akan Pernah Diambil Darimu

Bagian Terbaik yang Tidak Akan Pernah Diambil Darimu

Lois Official Writer
7773

Di dalam kehidupan Kristen, seringkali kita tidak fokus dan dialihkan kepada hal-hal lain. Di Alkitab diceritakan sebuah kisah yang menarik tentang dua saudari yang bernama Maria dan Marta. Luk 10:38-40 katakan, “Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata : “Tuhan, tidakkah Engkau peduli bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”

Dalam versi NKJV, ayat 40 dikatakan bahwa “Marta teralihkan perhatiannya dengan pelayanannya. Hal itu juga tanpa sadari berlaku juga buat kita. Apa yang kita lakukan untuk Tuhan, pelayanan terhadap orang-orang, mempunyai pelayanan yang begitu dashyat namun ternyata tanpa disadari, kita sudah teralihkan. Kita tidak lagi melakukan pelayanan pada Tuhan, hanya mengerjakan tugas-tugas itu.

Gordon Robertson sering mendengar “Tuhan, tidakkah Engkau peduli…” di dalam gereja. Seringkali tidak mempunyai uang yang cukup, tidak punya tenaga kerja yang memadai, dan lain sebagainya. Kita jadi kehilangan tujuan yang sebenarnya, kita kehilangan hubungan yang sebenarnya.

Tetapi Tuhan menjawabnya : “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu : Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil daripadanya.” Luk 10:41-42. Maria mengambil tempat di kaki Yesus dan mendengarkan Firman-Nya dan berada di dalam hadirat-Nya.

Jika kita juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Maria setiap hari, kita tidak akan kuatir, kita tidak akan teralihkan kepada hal-hal yang tidak penting. Kita tidak akan merasa susah karena banyak hal. Itulah waktu yang tepat untuk bersama-Nya yang sangat penting.

“Gordon, satu posisi yang tidak akan diambil daripadamu, adalah ketika engkau berada di posisi sedang bertelut.” kata Gordon tentang perkataan ayahnya.

Mari kita mulai hari ini berkata bahwa kita akan berada di atas lutut kita dan bertelut, kita fokus untuk meninggikan Tuhan, mendengarkan firman-Nya dan tidak akan teralihkan oleh hal-hal lainnya dan kesempatan itu tidak akan diambil daripadamu.

Di dalam Kitab Kidung Agung 2:16 dikatakan, “Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.” Setelah itu di dalam pasalnya yang keenam disebutkan bahwa kekasihnya itu pergi. “Kemana perginya kekasihmu, hai jelita di antara wanita? Ke jurusan manakah kekasihmu pergi, supaya kami mencarinya besertamu?” Kid 6:1

Kekasih menggambarkan kita sebagai kekasihnya Tuhan, karena memang Tuhan menganggap kita berharga. Perlu pemahaman yang menyeluruh bagaimana menjadi kekasihnya Tuhan. Hal itu tidak tergantung pada besar kasih-Nya kepadamu, bukan juga penghormatan semata kepada-Nya, tapi hubungan yang harus kita punya adalah pengakuan seutuhnya. Seperti dalam Kid 7:10 “Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya tertuju.”

Ketika kita menyerahkan semuanya kepada Tuhan dan berkata bahwa kita adalah kepunyaan-Nya, maka dengan sendirinya kita akan menjadi kepunyaan Tuhan. Ketika kita berada dalam kesatuan seperti itu dengan Tuhan, kita akan mengerti bahwa Tuhan mencintai kita tanpa syarat. Dia tidak ingin mengontrol kita ataupun mengekang kita. Yang Dia inginkan hanyalah kedekatan hubungan cinta itu.

Berbaliklah dan katakan bahwa kita adalah kepunyaan-Nya dan hasrat kita hanya bagi Tuhan. Lalu kita akan menemukan rahasia dan penyegaran, hubungan yang intim dengan Tuhan. Kita juga tidak perlu kuatir lagi mengenai kasih Tuhan dan apa yang Dia lakukan dalam hidup kita. Kita telah memilih bagian terbaik, yang tidak akan diambil daripada kita.

Sumber : cbn/lh3

Ikuti Kami