Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Budhi Marpaung

Official Writer
2929


Undang-undang perlindungan kesehatan yang diprakasai Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan memaksa para pekerja di organisasi kerohanian untuk membeli pil KB, termasuk obat menggugurkan kehamilan yang sejak semula keberadaannya telah menuai pro dan kontra .

Gereja yang berafiliasi dengan rumah sakit, perguruan tinggi, lembaga-lembaga pelayanan sosial, dan lembaga nirlaba lainnya memiliki satu tahun untuk mematuhi hukum federal ini.

Sementara itu, Sekretaris Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan, Kathleen Sebelius dalam pidatonya menyebut proposal ini masih merupakan kompromi.

"Saya percaya proposal ini akan menyerang keseimbangan antara menghormati kebebasan beragama dan meningkatkan akses terhadap layanan pencegahan (kehamilan)," kata Sebelius dalam satu pernyataannya.

Menanggapi kebijakan terbaru sang Presiden, sejumlah pemimpin agama "Paman Sam" mengungkapkan kekecewaan dan kemarahannya.

"Belum pernah sebelumnya orang-orang dari pemerintah federal memaksa suatu organisasi untuk membeli produk yang melanggar hati nurani mereka," jawab Timothy Dolan, presiden Konferensi Uskup Katolik AS.

"Ini tidak boleh terjadi di negeri di mana kebebasan beragama ditaruh di peringkat pertama dalam Bill of Rights," tambahya.

Asosiasi Kesehatan Katolik (AKA), yang mewakili sekitar 600 rumah sakit, juga menyatakan kekecewaannya.

"Tantangan terhadap peraturan ini akan datang dari banyak kelompok," papar Suster Carol Keehan, presiden AKA." Oleh sebab itu, kami melihat diperlukan adanya dialog nasional yang efektif dalam rangka melindungi hak-hak yang sesuai dalam masyarakat majemuk kita, yang selalu menghormati peranan agama-agama."

Diantara umat Kristen di dunia, sebenarnya penggunaan pil KB atau pun obat penggugur janin masih menjadi perdebatan. Terlepas dari maksud baik pemerintah AS dengan mengeluarkan peraturan ini, ada lebih baiknya bahwa kebijakan tersebut berupa himbauan dan bukan sebuah peraturan yang mengikat. Jika ini terus dipaksakan maka ini sama saja menyinggung keyakinan sejumlah orang atau kelompok tertentu. Jika sudah begini maka bukan tidak mungkin pemerintah AS sama saja akan dianggap rakyatnya sebagai pemerintah yang melanggar HAM?

Semoga Presiden Obama menemukan alternatif lain yang lebih mengakomodir seluruh lapisan masyarakatnya.

Sumber : cbn/bm

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Appolo 23 October 2019 - 08:14:30

Siapakah appolo?

0 Answer

Bambang Wijaya 22 October 2019 - 18:49:03

Hidup lama adalah hidup yang penuh dengan

0 Answer

Tegar Ihsan 22 October 2019 - 18:31:58

Pengaruh perbedaan waktu pada kehidupan sehari har.. more..

0 Answer


Berkat Melimpah 8 October 2019 - 05:08:21
Tolong doakan supaya Tuhan beri jalan / pekerjaan ... more..

Cristian Sipahutar 1 October 2019 - 12:41:13
Perkenalkan nama saya Cristian Sipahutar, saya sdh... more..

nafty louise 21 September 2019 - 21:18:28
Selamat malam, nama saya nafty saat ini saya mohon... more..

Merry Sine 28 August 2019 - 14:42:33
Salom sahabat.. peekenalkan saya merry

Banner Mitra Oktober Week 4


7270

Banner Mitra Oktober Week 4