Psikologi Anak: Buat Anak PD, Ajarkan Mereka Berteman

Psikologi / 28 November 2011

Psikologi Anak: Buat Anak PD, Ajarkan Mereka Berteman
Budhi Marpaung Official Writer
5934

Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa hidup tanpa orang lain. Kita harus berinteraksi dengan sesama kita manusia. Hal ini akan terus terjadi sampai dunia sudah tidak ada lagi.

Konsep ‘kebergantungan’ terhadap sesama manusia ini harus ditularkan kepada generasi selanjutnya (dalam hal ini anak, red). Mengapa? Jawabannya adalah karena jika tidak ini akan membuat mereka menjadi manusia individualistik dan sombong, bahkan dalam banyak kasus yang akan mereka yang tidak diajarkan untuk bersosialisasi bertumbuh menjadi manusia yang tidak percaya diri.

Salah satu yang bisa Anda lakukan untuk mengajarkan anak tentang ‘manusia sebagai makhluk sosial’ adalah dengan memberi ruang untuk ia berteman dengan anak-anak seusianya sedari dini.

National Health Service dalam situs resminya menyatakan bahwa tidak ada kata terlalu cepat bagi anak untuk memulai perkawanan. Apalagi bila mereka adalah anak tunggal.

Saat bayi baru belajar merangkak sekalipun, orangtua bisa mulai bergabung dengan orangtua lain yang memiliki bayi seusia. Anda bisa berkenalan dengan orangtua lain saat berada di dokter anak. Anda juga bisa mencari rekan kerja atau kuliah yang sudah mempunyai anak dengan usia tak jauh berbeda.

Meski belum dapat berbicara, anak-anak tetap bisa berteman. Anak-anak tetap bisa menikmati saat mereka berada di dekat anak-anak lain.

Namun perlu diketahui, anak yang berusia 1,5 atau 2 tahun anak belum benar-benar bermain dengan anak sebayanya. Penyebabnya adalah mereka belum siap untuk melakukan pertemanan yang umumnya melibatkan kerja sama, mendengar, merespons, bergantian, dan berbagi. Yang baru bisa mereka nikmati adalah bermain dengan teman-teman yang ada di sekelilingnya.

Meski kemungkinan terjadi konflik akan cukup besar, tetapi nantinya itu akan membuat si anak belajar berbagi dan bekerja sama. Ketika menjelang usia tiga tahun, barulah ia dapat bermain dan berbagi dengan satu atau dua teman spesialnya selama beberapa waktu tanpa pertengkaran.

Sumber : Kompas Health/bm
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?