Ironis, Rumah Sakit Telantarkan Pasien Hingga Tewas

Ironis, Rumah Sakit Telantarkan Pasien Hingga Tewas

daniel.tanamal Official Writer
2030

Nasib Alfian Masyuri (33 tahun) sungguh mengenaskan, hanya karena diketahui termasuk dalam golongan masyarakat tidak mampu, serta merta Rumah Sakit yang seharusnya memberikan pertolongan pertama dan perawatan, justru malah menelantarkannya hingga Alfian meregang nyawa.

Dirilis Vivanews Rabu (2/11) Alfian meninggal setelah tidak mendapatkan pelayanan medis dari Rumah Sakit Umum Pemerintah Kandao Malalayang, Manado, Sulawesi Utara. Menurut sang kakak Meydi Masyuri sejak tiba di RS tersebut, Alfian hanya dibiarkan di ruang tunggu RS saja, diterlantarkan tanpa disentuh saat membutuhkan perawatan. Pihak RS terkesan cuek dengan pasien.

Alfian kemudian dimakamkan Senin, 31 Oktober 2011 lalu di Kelurahan Wangurer Timur Kota Bitung. "Tidak ada seorang pun dokter menyentuh adik saya. Saat Fian sudah menghembuskan nafas terakhir, baru datang bantuan dari dokter," ujarnya sambil mengucurkan air mata.

Namun seperti biasa pihak RS mengaku tidak tahu mengenai kematian Alfian. Hal ini dikatakan Kepala Humas RS Kandou Malalayang, Jemmy Tomuka. "Kami tidak mengetahui adanya pasien bernama Alfian Masyuri, dan tidak tahu kalau dia meninggal," kata Jemmy.

Meydi menambahkan bahwa Alfian membawa Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). "Kami membawa Jamkesmas dan itu ternyata tidak ada manfaatnya di RS Kandou Malalayang, Manado. Kami hanya membawa surat rujukan dari RSUD Manembo-nembo Kota Bitung, dengan melampirkan Jamkesmas. Ataukah mungkin dikarenakan Jamkesmas, adik kami tidak dilayani?" ucap Meydi.

Sudah seringkali masyarakat tidak mampu melaporkan adanya penolakan dari pihak Rumah Sakit untuk memberikan pengobatan. Bahkan Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih sendiri telah melarang RS menolak jika ada pasien miskin yang membutuhkan pertolongan.

Institusi RS seperti ini nampaknya sudah lupa diri bahwa tugas utama mereka adalah memberikan pertolongan kepada siapapun yang membutuhkannya. Dalam situasi darurat, siapapun kita harus menanggalkan segala macam batasan yang mengikat dan segera menolong sesama kita yang membutuhkan pertolongan, siapapun orangnya.

Sumber : berbagai sumber - niel
Halaman :
1

Ikuti Kami