Seribu Warga NU Minta Radio Berbau SARA ditutup

Seribu Warga NU Minta Radio Berbau SARA ditutup

Budhi Marpaung Official Writer
1426

Sekitar seribu warga Nahdlatul Ulama atau Nadhliyin di Kabupaten Ponorogo, Kamis (29/9) lalu, melakukan demonstrasi di pusat kota. Aksi ini dipicu oleh sebuah acara siaran radio Idzatul Al Khoir yang dianggap telah menyudutkan kaum mereka.

Disebutkan dalam acara yang disiarkan pada 6 September 2011, bahwa amaliyah Ahlussunnah Wal Jamaah merupakan peninggalan agama tertentu di masa lampau.

Menurut koordinator aksi, Ahmad Subekhi ada lima orang saksi yang mendengar siaran tersebut. “Dalam siaran radio itu, mereka mengafirkan sesama muslimin. Ini sangat menyakitkan. Jangan sekali-kali menyebut dirinya adalah yang paling benar,” ujar pria yang juga merupakan komandan Banser Ponorogo.

Oleh karenanya, ia mendesak pihak-pihak terkait, segera menutup segala aktivitas radio tersebut. “Jika usai aksi ini, radio tidak segera ditutup, kami akan demo menurunkan massa yang lebih banyak,” ungkapnya.

Dalam pandangan para peserta demonstrasi, radio Idzatul Al Khoir telah menyebarkan ajaran berbau pertentangan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan).

Adapun sejumlah ormas NU yang ikut protes massal tersebut berasal dari Gerakan Pemuda Ansor, Banser, PMII, IPNU, serta IPPNU.

Sumber : tribunnews.com/bm

Ikuti Kami