Obligasi, Pilihan Investasi Menggiurkan

Obligasi, Pilihan Investasi Menggiurkan

Puji Astuti Official Writer
3042

Obligasi Ritel Indonesia (ORI), atau Surat Utang Negara (SUN) ini dikenal menjanjikan keuntungan yang cukup signifikan dan resikonya relatif cukup kecil jika dibandingkan dengan Saham atau Reksadana. Obligasi menjadi instrument investasi yang cukup menarik karena menjanjikan tingkat pengembalian sebesar 9,5%, atau lebih tinggi 1-2 % dari bunga deposito.

Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan investasi di instrument yang satu ini, ada baiknya Anda mengenal lebih dalam tentang surat utang ini. Pada dasarnya, produk ini diterbitkan ketika perusahaan atau negara membutuhkan dana segar. Surat pernyataan utang tersebut dijual kepada masyarakat dengan balasan bagi pembeli surat utang tersebut akan menerima tingkat bunga yang sudah ditentukan setiap bulannya.

Salah satu keuntungan dari obligasi negara ini adalah adanya jaminan pasti dari undang-undang, selain itu resiko negara mengalami pailit atau bankrut sangat kecil. Sedangkan dilihat dari jangka waktunya, obligasi merupakan investasi jangka panjang karena memiliki jangka waktu pengembalian antara 5 hingga 10 tahun.

Saat ini untuk mendapatkan ORI relative mudah, karena banyak bank saat ini berperan sebagai agen yang memperdagangkan ORI ini. Selain bank, perusahaan-perusahaan sekuritas juga memperjualbelikan produk ini.

Setelah Anda mengenal sekilas tentang obligasi ini, pertanyaan selanjutnya adalah mulai dari besaran berapa bisa berinvestasi di instrumen ini? Untuk penjualan perdana, biasanya ada batasan minimal dan maksimal, untuk minimalnya biasanya 5 lembar dan maksimalnya 3 miliar rupiah. Sedangkan jika sudah sampai pasar sekunder tidak ada batasan. Jadi untuk pemula, jika satu lembar obligasi nilainya 1 juta rupiah, maka dengan uang 5 juta rupiah, Anda sudah bisa berinvestasi di instrumen ini.

Obligasi tidak terbatas pada ORI saja, perusahaan swasta pun kerap kali mengeluarkan obligasi untuk mendapatkan suntikan dana segar. Namun obligasi di sektor swasta memiliki resiko yang lebih besar. Untuk itu, jika Anda ingin berinvestasi di instrument yang satu ini adaa baiknya Anda cermati lebih dulu.

Sumber : Berbagai sumber

Ikuti Kami