Berjabat Tangan Dengan Erat Berhubungan Dengan Umur Panjang

Berjabat Tangan Dengan Erat Berhubungan Dengan Umur Panjang

Lestari99 Official Writer
4624

Kekuatan jabat tangan Anda bisa menjadi petunjuk berapa lama Anda akan hidup, ujar para ilmuwan dari Universitas College, London.

Jabatan tangan ini menggambarkan keseimbangan hidup orang berusia tua, kekuatan cengkeraman dan kemampuan untuk bangkit dari kursi menunjuk pada resiko kematian yang dimilikinya. Mereka yang melakukan semua itu dengan lebih baik kemungkinan besar akan hidup lebih lama, British Medical Journal melaporkan.

Diharapkan melalui tes sederhana ini dapat membantu para dokter untuk menemukan spot ‘yang beresiko’ pada pasien.

Sejalan dengan waktu hal ini bisa menjadi relevan bagi orang muda untuk mendapatkan obat pencegahannya.

Penelitian yang dilaksanakan di Medical Research Council yang didanai oleh unit Lifelong Health and Ageing, dikombinasikan dengan hasil lebih dari 30 proyek penelitian sebelumnya, dan melibatkan puluhan ribu orang yang melihat ‘kemampuan fisik’ dan kematian.

Mereka yang terlibat dalam penelitian ini sebagian besar berusia di atas 60 tahun, dan tinggal di dalam komunitas masyarakat bukan di rumah sakit maupun di rumah perawatan.

Para peneliti menemukan bahwa angka kematian selama periode penelitian adalah 67% lebih tinggi pada orang dengan kekuatan cengkeraman terlemah dibandingkan dengan cengkeraman yang kuat.

Pola serupa ditemukan dalam penelitian lain, dimana pejalan kaki yang melangkah paling lambat hampir tiga kali lebih mungkin meninggal dibandingkan yang berjalan paling cepat.

Mereka yang paling lambat bangkit dari kursi, dua kali lipat tingkat kematian dibandingkan dengan mereka yang bangkit dengan cepat dari tempat duduk saat berdiri.

Bahkan menyeimbangkan diri dengan menggunkaan satu kaki tampaknya juga dihubungkan dengan penurunan resiko kematian.

Meskipun kelemahan cengkeraman yang dibarengi dengan penyakit dan kesehatan yang menurun secara keseluruhan dapat menjelaskan banyak perbedaan, dalam hal kekuatan perbedaan pegangan tangan, tingkat kematiannya adalah nyata bahkan pada beberapa orang di bawah usia 60 tahun yang secara fisik tidak menunjukkan tanda-tanda adanya masalah kesehatan.

Profesor Avan Aihie Sayer, seorang geriatrician dan wakil penulis studi yang dilakukan Southampton University, mengatakan bahwa dirinya saat ini mendorong penggunaan yang lebih luas akan tindakan menggenggam tangan pasien di rumah sakit sebagai cara menyelamatkan para pasien dengan masalah kesehatan yang lebih serius.

Sayer mengatakan, “Salah satu bagian terbaru dari penelitian yang dilakukan di rumah sakit  menemukan bahwa perbedaan dalam kekuatan cengkeraman bahkan terkait dengan lamanya tinggal di rumah sakit, dan menjadi sebuah penemuan yang cukup penting.

Saat ini kita sedang membicarakan orangtua yang lemah, tetapi dengan waktu yang ada hal ini menjadi relevan bagi mereka yang muda untuk menjadi obat pencegahan.”

Sayer mengatakan beberapa studi menyarankan mungkin saja untuk mengidentifikasi perbedaan yang signifikan dalam kekuatan cenkeraman bahkan pada orang yang berusia jauh lebih muda untuk menunjuk ke masalah kesehatan masa depan.

Sumber : saidaonline

Ikuti Kami