Ayah Dibunuh Teroris, Anak Lakukan Pegerakan Lawan Teroris

Ayah Dibunuh Teroris, Anak Lakukan Pegerakan Lawan Teroris

Lois Official Writer
2353

Dua puluh lima tahun yang lalu, pada tanggal 8 Oktober 1985, Leon Klinghoffer dibunuh oleh organisasi teroris Palestine Liberation di kapal Italia di Mediterania. Hal ini terjadi karena dia merupakan campuran Amerika Yahudi, dia ditembak di kepala oleh teroris yang mensabotase kapal tersebut. Tidak jauh dari situ, istrinya yang menderita kanker, juga ditahan bersamaan dengan sandera Amerika yang lain.

Israel tidak memenuhi tuntutan teroris, yang menginginkan orang Palestina yang ditahan di penjara Israel dan tidak ada negara yang mau menerima kapal itu berlabuh. Beberapa hari kemudian, para teroris bernegosiasi dengan membebaskan para sandera.

“Sebelum hari itu, kami hanyalah keluarga pada umumnya, tinggal dalam keadaan yang biasa.” ujar salah satu anak Klinghoffer. “Tapi kejadian di bulan Oktober itu telah mengubah hidup kami. Kami disibukkan oleh berbagai media yang ingin tahu. Dengan cepat, kami menjadi ‘ahli’ dalam terorisme, pendapat kami dan dukungan kepada kami karena ayah yang menjadi korban.”

Meskipun kemudian, ketika semua itu tinggal kenangan, mereka tahu bahwa terorisme belum berakhir. Ibu mereka meninggal empat bulan kemudian karena bertarung dengan tragedi tersebut, hari demi hari. Untuk itulah, Ilsa dan Lisa tidak ingin menjadi keluarga yang biasa lagi.

“Kami bisa saja kembali ke kehidupan wajar seperti yang lainnya, dan itu lebih mudah. Tapi, kami sudah berkomitmen kepada diri kami sendiri untuk menentang terorisme dengan menggunakan Leon and Marilyn Klinghoffer Foundation of the Anti Defamation League untuk memberitahu teroris mengenai terorisme, untuk aksi kongres dan menolong perkumpulan hukum untuk menghindari teroris.

“Kami percaya inilah tugas kami untuk memberitahu kepada semua orang dan memastikan agar tidak ada lagi keluarga yang mengalami kejadian yang sangat tragis ini yang bisa merobekkan dunia mereka karena teroris yang brutal. Inilah misi kami, inilah tugas kami dan inilah tantangan yang harus kami lanjutkan,” kata Ilsa dan Lisa Klinghoffer.

Sumber : cnn/lh3
Halaman :
1

Ikuti Kami