3 Mitos Seks Paling Merusak Dalam Pernikahan Kristen

Marriage / 16 September 2010

Kalangan Sendiri

3 Mitos Seks Paling Merusak Dalam Pernikahan Kristen

Lestari99 Official Writer
8633

Mitos 1: Seks Bukanlah Hal Penting Dalam Pernikahan Kristen

Apakah Anda menyadari bahwa tingkat perceraian di antara pasangan Kristen sama dengan pasangan non-Kristen?

Akademi Pengacara Pernikahan Amerika melakukan penelitian mengenai alasan utama kegagalan dalam sebuah pernikahan. Mereka menemukan bahwa “harapan yang gagal dan tidak terpenuhinya kebutuhan” menjadi penyebab paling tinggi dalam gagalnya pernikahan.

Dan berdasarkan pengalaman saya, “harapan yang gagal dan tidak terpenuhinya kebutuhan” biasanya terjadi di kamar tidur.

Saya telah berkonsultasi dengan para pendeta dan konselor Kristen serta membaca SETIAP ayat Alkitab yang berhubungan dengan seks. Dan tahukah Anda? Seks dalam pernikahan Kristen yang tertulis dalam Alkitab LEBIH penting daripada apa yang dipahami dalam pernikahan non-Kristen.

Mitos 2: Orang Kristen Yang Baik Tidak Bergairah Dalam seks

Saya akan mengalamatkan ide ini pertama kali dengan quotes favorit saya yang ditulis oleh C.S. Lewis:

“Kekristenan hampir menjadi satu-satunya agama besar yang menyetujui tubuh secara keseluruhan – yang percaya bahwa tubuh itu baik adanya, dan Tuhan sendiri pernah mengambil tubuh manusia, bahwa beberapa bagian dari tubuh akan diberikan kepada kita di surga dan akan menjadi bagian penting dari kebahagiaan kita, keindahan kita, dan energi kita... Kekristenan memuliakan pernikahan lebih dari agama lainnya: dan hampir semua puisi cinta terhebat di dunia merupakan hasil karya orang Kristen. Jika ada yang mengatakan seks itu buruk, Kekristenan akan langsung menentang hal itu...”

Orang Kristen memiliki reputasi yang cukup buruk ketika membicarakan tentang seks dan seksualitas. Dalam budaya populer, orang Kristen digambarkan sebagai seksual yang tertekan ataupun seksual yang menyimpang dari orang-orang munafik.

Hal ini telah diprediksikan sebelumnya – Yesus mengatakan kepada kita bahwa dunia tidak akan mengerti kita (bahkan sebenarnya membenci kita) karena Dia. Jadi, hal ini tidak akan menjadi masalah jika kita juga tidak menerima ide-ide yang salah (baik secara sadar maupun tidak sadar).

Hal ini dapat dimengerti. Karena kebanyakan mereka yang memiliki otoritas di atas kita tempat kita mencari bimbingan terkadang memberikan informasi yang salah tentang seksualitas Kristen dan hubungannya dengan menyenangkan Tuhan (kekudusan). Pemahaman yang salah ini dapat memiliki efek negatif yang kuat terutama pada wanita Kristen.

Seringkali, kita mendengar orang Kristen mengutarakan kebingungan mereka mengenai topik ini dengan berkata:

“Bagaimana saya bisa menyenangkan Tuhan dan menjadi seorang yang sensual dan juga seksual?”

“Saya tidak dapat membayangkan bahwa bergairah itu bisa membuat saya tetap seperti orang Kristen...

“Pasangan saya tidak akan menghormati saya jika saya melakukan hal itu...”

Dalam Kekristenan, seperti yang dipaparkan oleh C.S. Lewis di atas, tidak ada pertentangan antara kekudusan dan seksualitas (di dalam pernikahan). Gagasan bahwa kita harus menghindari kenikmatan fisik untuk mencapai kekudusan rohani bukanlah konsep Kristen.

Gagasan ini dikeluarkan oleh seorang filsuf bernama Plato dan dari situlah kita mengenal istilah “platonic”. Para pengikut filosofi “platonic” melihat pada dunia fisik, termasuk seksualitas sebagai “bayangan” yang lebih rendah dari suatu hal yang lebih baik yaitu “spiritual”. Gagasan ini memandang hal fisik dan spiritual sebagai hal yang saling bertentangan. Menurut definisinya, untuk mendapatkan yang satu, kita harus kehilangan yang lain.

Sayangnya, gagasan ini pada suatu waktu masuk ke gereja, meskipun pesan yang jelas telah disampaikan di dalam Alkitab, bahwa Allah benar-benar ingin agar Anda menikmati kehidupan seksual Anda dengan pasangan Anda di dalam pernikahan Kristen yang kudus.

Mitos 3: Wanita Kurang Responsif Secara Seksual Dibandingkan Pria

Mitos ini merupakan salah satu mitos yang paling umum (dan merusak) dalam mitos seks pernikahan Kristen. Mitos ini menyebabkan banyak pasangan Kristen mengalami kekecewaan berkepanjangan dalam kehidupan seksual pernikahan mereka.

Tapi jika Anda belajar KEBENARAN mengenai respon seksual dan gairah pada wanita, Anda tidak perlu menjadi bagian dari pasangan yang mengalami kekecewaan tersebut.

Tahukah Anda, secara ilmiah, wanita memiliki 10x potensi seksual dibandingkan sebagian besar pria. Dan penting bagi Anda untuk belajar bagaimana melepaskan potensi ini.

Tuhan menciptakan seks sebagai sesuatu yang sempurna dan baik adanya. Ketika IA menciptakan seks bagi Anda, Tuhan ingin Anda menikmati keintiman yang indah bersama dengan pasangan Anda. Jangan takut bicara seks tapi pastikan Anda telah diberkati di dalam pernikahan yang kudus.

Sumber : bettersexs4christians
Halaman :
1

Ikuti Kami