Lembaga Penerjemahan Alkitab Wycliffe Masuki Usia Emas

Lembaga Penerjemahan Alkitab Wycliffe Masuki Usia Emas

Budhi Marpaung Official Writer
2541

Pada 1 September 1960, 50 tahun yang lalu, Lembaga penerjemahan Alkitab Wycliffe resmi lahir di Inggris.

Sebenarnya pelatihan penerjemah telah muncul di Inggris sejak awal 50-an, tetapi baru pada 1960, Wycliffe Inggris secara resmi diakui sebagai bagian dari organisasi yang turut serta mengambil bagian dalam mengalihbahasakan kitab suci umat Kristiani tersebut.

Nama Lembaga penerjemahan Alkitab Wycliffe sendiri diambil dari nama seorang pria Kristiani asal Inggris, John Wycliffe. John Wycliffe merupakan penerjemah awal Alkitab yang menginginkan orang-orang dari seluruh dunia dapat belajar tentang Allah dalam bahasa mereka sendiri.

Kembali ke 1960. Pada saat itu, diperkirakan jumlah penduduk dunia berkisar 3 miliar dan terdapat 1.000 bahasa lebih di dunia. Sekarang, jumlah populasi dunia meningkat menjadi 6,7 miliar orang dengan sekitar 6.900 bahasa yang berbeda.

Saat ini Wycliffe bermitra dengan sejumlah komunitas bahasa dan organisasi lokal dan terlibat di dalam 1.300 program penerjemahan Alkitab.

Dalam setengah abad pelayanannya, Lembaga penerjemahan Alkitab Wycliffe menunjukkan perkembangan yang cukup besar. Terbukti, kini Wycliffe sudah memiliki tiga rumah markas yang berbeda di Inggris.

Murid-murid dari seluruh dunia setiap tahun masih datang ke pusat pelayanan Wycliffe untuk dilatih, bahkan banyak dari mereka lulus dan mendapatkan gelar Master yang diberikan oleh University of Middlesex.

Selain memberikan pelatihan, sekitar 350 personil Wycliffe yang ada di Inggris ditugaskan pergi ke berbagai belahan dunia untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa yang digunakan di negara yang mereka datangi.

Eddie Arthur, Direktur Eksekutif Lembaga penerjemahan Alkitab Wycliffe di Inggris mengatakan, "Sungguh menakjubkan mengetahui bahwa begitu banyak para pemimpin pergerakan penerjemahan Alkitab di dunia yang telah dilatih dan diperlengkapi disini (Buckinghamshire, red)."

Untuk diketahui, pekerja di Wycliffe yang berada di Inggris hanya berjumlah sedikit saja. Mereka yang disana berperan sebagai pendukung pelayanan yakni sebagai seorang staff IT, HRD, keuangan dan komunikasi.

Sumber : christiantoday
Halaman :
1

Ikuti Kami