Jika Cinta Indonesia Pakai Batik Tulis, Bukan Printing

Nasional / 26 September 2009

Kalangan Sendiri

Jika Cinta Indonesia Pakai Batik Tulis, Bukan Printing

Tammy Official Writer
2383
Jika Anda mencintai negeri ini dan ingin melestarikan kebudayaannya, sebaiknya masyarakat berhenti menggunakan batik printing dan mulai kembali menggunakan batik tulis atau batik cap.

Pada 2 Oktober mendatang batik akan ditetapkan sebagai pusaka budaya dunia oleh UNESCO, badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang membidangi kebudayaan. Ini adalah momen penting bagi Indonesia untuk menunjukkan potensi dan serius merawatnya.

Seperti dikatakan Murdijati Gardjito, Sekretaris Umum Paguyuban Pencinta Batik Sekar Jagad, Jumat (25/9), penetapan batik sebagai pusaka budaya dunia oleh UNESCO dilangsungkan di Dubai. Ia berharap, momen itu segera menyentak semua pihak dan masyarakat.

"Sekarang saatnya bergerak. Bagaimana menghentikan batik printing di pasaran. Malu dong, kalau dunia internasional tahu bahwa batik printing masih beredar luas di Indonesia. Memang tak ada sanksi dari UNESCO jika itu terjadi, tapi itu jelas menunjukkan Indonesia tak serius dalam pelestarian batik," katanya.

Batik PrintingBatik yang benar-benar batik hanya batik tulis, batik cap, dan kombinasi keduanya. Batik printing hanya kain yang bermotif batik, alias bukan batik. Yang menjadi keprihatinan Mudijati adalah masyarakat banyak yang tak bisa membedakan batik. "Memang sulit untuk menghentikan peredaran batik printing. Dengan harga murah, batik printing jelas pilihan menarik. Namun, itu pelan-pelan akan membuat jumlah pebatik tradisional terus berkurang. Batik printing jelas harus dihentikan," katanya.

Hal ini sebenarnya bisa menjadi dilema tersendiri karena memang batik printing sendiri merupakan hasil dari teknologi yang mempermudah produksi dan juga dapat menghasilkan item yang harganya bisa dijual lebih murah dan maka itu banyak orang yang lebih memilihnya untuk membelinya. Tetapi itu juga bisa menyebabkan semakin sedikitnya pebatik untuk regenerasi karena sudah ada mesin yang mengerjakannya. Padahal batik itu adalah aset budaya yang artinya karya orisinal dari sebuah tangan.

Sumber : kompas.com/Tmy
Halaman :
1

Ikuti Kami