Cartisol Si Hormon Stres, Baik Atau Jahat?

Cartisol Si Hormon Stres, Baik Atau Jahat?

Puji Astuti Official Writer
11349

Cartisol dikenal sebagai si hormon stres. Cartisol di produksi saat adrenalin Anda terpacu, hal tersebut meningkatkan daya tahan tubuh Anda dan secara alami membuat Anda lebih waspada dalam menghadapi suatu krisis atau bahaya.

Hormon cartisol ini memiliki andil dalam beberapa fungsi tubuh seperti menjaga metabolisme glukosa, mangatur tekanan darah, mengatur jumlah insulin yang di lepaskan dalam darah, selain itu juga memiliki fungsi dalam imunitas tubuh.

Tubuh memproduksi cartisol lebih banyak pada waktu pagi dari pada malam hari. Terlalu banyak jumlah cartisol dalam tubuh bisa menyebabkan sulit tidur, imunitas tubuh menurun, gula dalam darah tidak normal bahkan membuat berat badan naik.

"Sewaktu jumlah cartisol meningkat, hormon tersebut memicu tubuh untuk makan sesuatu yang berkalori tinggi - hal ini merupakan sebuah respon alami tubuh dalam menghadapi bahaya, namun hal yang sama juga terjadi saat Anda tertekan karena kuatir bagaimana membayar tagihan," demikian ungkap Shawn Talbott, Ph.D seorang ahli nutrisi biokimia penulis  "The Cartisol Connection."

Tubuh merespon dengan memproduksi cartisol saat adrenalin Anda di pacu seperti melakukan olahraga ekstrim atau melakukan penerbangan. Untuk mengendalikan cartisol Anda bisa melakukan hal yang berlawanan, yaitu dengan relaksasi.

Meditasi, menurunkan cartisol sebanyak 20 persen.

Buatlah tubuh, jiwa dan roh Anda tenang. Masuk dalam hadirat Tuhan, rasakan kehadiran-Nya dan dengarkan suara-Nya yang lembut berbicara kepada Anda. Bawalah semua masalah dan kekuatiran Anda kepada Tuhan, dan naikan pujian serta ucapan syukur.

Menenangkan tubuh, pikiran dan roh Anda serta memfokuskan diri kepada Tuhan memang tidak mudah. Dibutuhkan kedisiplinan dan kemauan, namun efeknya bagi kesehatan tubuh, dan mental Anda cukup signifikan. Percayalah, hal ini sangat berdampak dalam menurunkan jumlah cartisol serta mengurangi stress Anda.

Mendengarkan musik, mengurangi cartisol sebanyak 66 persen

Jika Anda memiliki iPod atau Mp3 player, Anda bisa mendengarkan musik kesukaan Anda atau bahkan mendengarkan lagu puji-pujian dan penyembahan, hal ini bisa mengurangi jumlah cartisol dalam tubuh Anda lebih dari lima puluh persen.

Seorang dokter dari Jepang Osaka Medical Center membuktikan hal ini. Pasiennya yang mendengarkan musik jumlah cartisolnya menurun lebih banyak dari pada pasien yang relaksasi dalam ruangan hening. Musik yang tepat akan membuat Anda rileks dan mengurangis stress serta tekanan yang Anda rasakan.

Tidur siang, menurunkan 50% jumlah cartisol

Ketika sekelompok pilot tidur selama enam jam atau kurang, hal itu membuat jumlah cartisol dalam darah meningkat sebanyak 50 %. Untuk itu Institute Jerman untuk Aerospace Medicine menyarankan tubuh harus tidur selama delapan jam pada malam hari sehingga tubuh bisa beristirahat dan pulih dari stress yang menekannya. Tidur siang sejenakk juga memiliki efek yang sama jika subjek kurang tidur pada malam sebelumnya, demikian hasil penelitian Pennsylvania State Univertsity.

Selain hal-hal diatas, beberapa kegiatan yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi stress dan jumlah cartisol dalam darah Anda adalah dengan meminum secangkir teh pekat, berkumpul dengan rekan-rekan dan berbagi cerita lucu, menonton film, terapi pijat, spa, mengunyah permen karet, melakukan kegiatan amal dan yang paling penting hal yang bisa Anda lakukan kapanpun dan dimanapun serta efektif falam mengurangi stress adalah berdoa.

Namun cartisol tidak selalu berdampak buruk. Dalam ukuran yang tepat, cartisol dapat memberikan efek positif seperti berikut:

Meningkatkan daya tahan seksual

Berdasarkan penelitian Universitas California,  wanita yang cartisolnya dipicu pada ukuran yang tepat dapat membuatnya merasa pada mood yang baik dalam melakukan hubungan seksual.

Mengurangi rasa sakit

Pasien yang mengalami sakit tulang belakag kronis yang mengkonsumsi cartisol mengurangi rasa sakitnya hingga 75 %.

Meningkatkan daya ingat

Berdasarkan penelitian terhadap 90 orang pria yang dilakukan oleh Universias Wisconsin-Madison, mereka menemukan tingkat cartisol yang sedang menghasilkan daya ingat yang lebih baik. Tetapi jika stress terlalu tinggi, efeknya akan sebaliknya, akan sulit mengingat sesuatu.

Mekanisme peningkatan cartisol pada tiap-tiap orang berbeda-beda, karena secara biologis bagaimana tubuh masing-masing orang bereaksi terhadap sesuatu berbeda. Dua orang yang berada ditempat dan kejadian  yang sama memiliki respon yang berbeda, demikian juga reaksi tubuhnya terhadap kejadian itu. Jika Anda sangat sensitif terhadap stress, Anda perlu belajar bagaimana menanganinya. Jangan ijinkan cartisol, si hormon stress mengendalikan hidup Anda. Bawa setiap stress yang Anda alami pada Tuhan, dan kendalikan si cartisol. Anda bisa bebas dari stress dan membuat cartisol bekerja untuk kebaikkan Anda.

Sumber : Berbagai sumber/VM

Ikuti Kami