Nissin Tarik 500.000 Produk Terkontaminasi Insektisida

Nissin Tarik 500.000 Produk Terkontaminasi Insektisida

Tammy Official Writer
5006
Perusahaan makanan Jepang, Nissin, menarik sedikitnya 500.000 produk mi instan yang diduga terkontaminasi bahan kimia pembasmi hama atau insektisida. Presiden Nissin, Susumu Nakagawa, telah menyampaikan permintaan maaf atas insiden kontaminasi produk mi instan.

Otoritas Kesehatan Kota Fujisawa melaporkan, seorang wanita berusia 67 tahun muntah dan merasa lidahnya kelu setelah memakan mi instan Nissin. Otoritas dilaporkan sudah melakukan inspeksi dan menemukan kandungan paradichlorobenzene, bahan kimia pembasmi serangga.

Produk itu dibuat di pabrik Nissin, di Jepang. Disebutkan, Nissin secara sukarela menarik sekitar 500.000 produknya yang dibuat di pabrik yang sama. Ratusan ribu produk mi instan itu dijual di berbagai supermarket di Tokyo dan kota-kota lain, dengan sebagian besar sudah terjual.

Produk NissinTetapi, Susumu membantah, produk perusahaannya terkontaminasi dalam proses produksi di pabrik milik Nissin. Alasannya, pabriknya tidak pernah menyimpan, apalagi menggunakan jenis insektisida seperti yang ditemukan oleh otoritas kesehatan. Dia menambahkan, ada tujuh kamera keamanan yang mengawasi proses produksi. "Tidak terpikirkan bahwa kontaminasi bisa terjadi dalam proses produksi," katanya.

Keresahan merebak di Jepang, setelah perusahaan makanan Jepang lainnya, Myojo Foods Co, mengatakan, menemukan produk mi instan yang mengandung paradichlorobenzene dan Naphtol yang juga digunakan untuk pembasmi serangga.

"Seseorang menuangkan air panas dan mencium ada bau bahan kimia," kata seorang pejabat kesehatan di Yososuka. Namun, orang itu tidak menjadi korban, karena dia tidak memakan mi tersebut. Warga Jepang kini dalam kondisi waspada, setelah serangkaian kasus kontroversial makanan beracun, terutama yang dibuat di Tiongkok.

Kasus kontaminasi insektisida sendiri bukan yang pertama kali terjadi di Jepang. Awal Oktober, seorang perempuan Jepang sakit setelah makan kacang hijau beku dari Tiongkok, yang ditemukan mengantung pestisida dalam jumlah ribuan kali lebih besar dari kandungan yang dibolehkan.

Tiongkok sendiri seakan tidak lepas dari kontroversi seputar makanan beracun. Salah satu yang paling kontroversial adalah kasus susu yang dicampur bahan kimia melamin. Sedikitnya empat bayi tewas dan puluhan ribu orang sakit karena mengonsumsi susu bercampur bahan kimia beracun pembuat plastik itu.


Sumber : suarapembaruan.com/Tmy
Halaman :
1

Ikuti Kami