Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Fifi

Official Writer
2983


Pernahkah Anda membayangkan bagaimana jika pernikahan Anda sedang bermasalah dan anak-anak Anda melihat konflik antara Anda dan pasangan dengan mata kepala mereka sendiri? Setiap keluarga memang berbeda, jadi tidak ada langkah-langkah yang sama antara keluarga yang satu dengan yang lain. Namun 5 hal ini dapat membantu Anda membimbing anak Anda berjalan melalui saat-saat sulit tanpa meninggalkan mereka dengan rasa takut.

Utamakan Anak Anda
Seberapa besarpun sakit yang Anda rasakan dari konflik terakhir atau masa pemulihan yang Anda butuhkan, anak-anak Anda masih tetap merupakan prioritas teratas Anda. Bahkan anak-anak yang sudah dewasa, yang ikut merasakan akibat dari perceraian orang tua mereka bertahun-tahun yang lalu, akan mengatakan reaksi pertama mereka adalah takut bahwa mereka tidak akan terurus, terutama jika pihak ibu sudah tidak lagi memperhatikan mereka dan pihak ayah menarik diri. Entah mereka remaja yang tahu setiap detail dari konflik itu atau mereka anak-anak kecil yang hanya merasakan ketegangannya, yakinkan mereka bahwa Anda ada untuk mereka, bahwa kebutuhan-kebutuhan mereka tetap akan terpenuhi, dan mereka masih tetap merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan Anda. Jika Anda membutuhkan waktu untuk sendiri, buatlah rencana agar mereka bisa berlibur atau pergi ke luar rumah untuk sementara dan yakinkan mereka bahwa Anda akan berada di rumah ketika mereka pulang nanti.

Jaga Privasi Pertengkaran Anda
Anak-anak Anda mungkin saja mengetahui apa yang sedang dialami oleh Anda dan pasangan Anda, tapi mereka tidak harus mengetahui semua rahasia, perdebatan, serta kata-kata yang mungkin akan Anda sesali. Pastikan mereka berada di luar rumah sebelum Anda mendiskusikan masalah Anda berdua dengan pasangan. Kalau itu tidak mungkin, berdiskusilah dengan adil dan saling menghargai, yang memang perlu Anda lakukan, untuk menjaga hubungan Anda. Jadikan semua kata-kata hinaan, olokan, kata-kata kasar dan tidak pantas sebagai sesuatu yang tabu, entah anak-anak bisa mendengarnya atau tidak.

Jadilah Sejujur Yang Anda Perlu
Sementara anak Anda mungkin tidak tahu persis tentang masalah pernikahan Anda, namun anak terkecilpun akan tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Anda tidak perlu menceritakan hal-hal yang mungkin belum bisa mereka mengerti, cukup menjelaskan seperti ini misalnya: "Papa dan mama sedang mengalami masalah, tapi kami sedang membicarakannya. Semuanya akan baik-baik saja." Jika anak Anda sudah lebih dewasa, Anda bisa berkata: "Papa/mama tahu kamu mendengar kami bertengkar tentang uang. Papa/mama menyesal kamu terpaksa mendengarnya. Tapi kami melakukan semua yang kami bisa untuk mencapai kesepakatan. Kamu tidak perlu kuatir tentang hal ini."

Berhati-hatilah Pada Tanda Peringatan
Beberapa anak mungkin akan puas dengan penjelasan di atas. Namun beberapa yang lain akan masih bergumul. Bersikaplah peka terhadap perubahan apapun dalam perilaku mereka. Saat saya dan suami saya mempunyai masalah dalam pernikahan kami, anak kami yang berusia 3 tahun mengunyah semua kaki-kaki boneka barbie di tempat penitipan anak. Mungkin juga berpengaruh pada penurunan drastis nilai atau prestasi di sekolah. Remaja mungkin memutuskan bahwa inilah saatnya untuk "bebas". Sikap menarik diri memang sulit untuk dihadapi dan diungkapkan. Jangan percaya bahwa pada kata-kata mereka, "Aku tidak mau membicarakannya" Biasanya itu berarti: (a) "Aku takut pada apa yang akan dikatakan kepadaku," atau (b) Aku begitu marah, aku takut aku akan menyakiti papa/mama dengan apa yang benar-benar ingin aku katakan," Lihatlah perubahan perilaku mereka sebagai kesempatan untuk duduk bersama dan menjadi terbuka, bahkan walaupun itu menyebabkan ledakan emosional. Mereka masih anak-anak, perasaan mereka rapuh, tanganilah mereka dengan lembut.

Ingatlah, Mereka Anak-anak, Bukan Sahabat
Ini adalah sebuah godaan, terutama jika Anda mempunyai hubungan yang dekat dengan seorang anak Anda, untuk menjadikan mereka sebagai tempat mencurahkan pemikiran dan perasaan Anda. Itu bukan ide yang bagus. Itu menempatkan beban kepada seorang anak, yang sudah mempunyai hal-hal lain yang menjadi pemikirannya sendiri dalam menghadapi masalah ini. Dan sekali ini terjadi, akan sulit untuk mengembalikan "posisi" pasangan Anda dalam perspektifnya seperti sebelum masalah ini terjadi. Itu adalah resep untuk dendam atau kepahitan di masa depan.

Tidak ada satupun di antara kita yang ingin melibatkan anak-anak kita dalam masalah pernikahan, tapi akuilah, kadang kita semua memang mengalami masalah pernikahan dalam beberapa masa hubungan kita. Itu tidak harus menjadi bencana untuk anak-anak kita, namun bisa menjadi kesempatan untuk mengajar mereka bahwa bahkan orang-orang yang saling mencintaipun menghadapi ketidaksepakatan, bahwa tidak ada hubungan yang benar-benar ideal, dan bahwa terkadang butuh usaha keras untuk menyelesaikan semuanya dengan baik.

Sumber : crosswalk

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Gilang Angga 19 August 2019 - 19:48:37

Organisasi Yang di bentuk uni soviet untuk membend.. more..

0 Answer

Fatma Wati 18 August 2019 - 21:07:41

apa jawapan yang di berikan situs kami

0 Answer

Sofely Charolina Sinaga 18 August 2019 - 12:44:15

Syalom saya sofely charolina sinaga mau sharing se.. more..

1 Answer


Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

andrew 1 August 2019 - 02:12:17
saya Andrew 21thn saya mau meminta suport dan duku... more..

Wellyanti Oktavia Selan Welly 19 May 2019 - 19:45:52
Selama 10tahun hidup berkeluarga, yang saya rinduk... more..

andre s 10 May 2019 - 15:07:50
Teman2 Mohon di Doakan saya memiliki kebiasaan kec... more..

Banner Mitra Agustus Week 3


7273

Banner Mitra Agustus Week 3