Maag Mengancam 5 Dari 10 Pekerja Kota Besar

Maag Mengancam 5 Dari 10 Pekerja Kota Besar

Lestari99 Official Writer
9322

Tuntutan pekerjaan yang tinggi, kondisi lalu lintas yang sering 'kusut', jarak tempuh yang jauh antara kantor dan rumah, serta persaingan dalam dunia kerja, banyak dijadikan alasan oleh para profesional dan pekerja untuk 'lupa perut' alias lupa makan. Mereka tidak sempat untuk sarapan, sehingga menggantinya dengan minum kopi. Tak jarang orang-orang sibuk itu terlambat makan siang dan cenderung mencari makanan yang gampang. Sementara yang banyak tersedia adalah makanan yang memicu asam lambung seperti makanan pedas, asam atau bersantan.

Ditambah pola makan keliru serta gaya hidup tak sehat lainnya, hal-hal tersebut tanpa disadari dapat menimbulkan gejala (sindrom) rasa sakit atau tidak nyaman di ulu hati, saluran cerna bagian atas dan organ sekitar, atau biasa dikenal dengan penyakit maag (sindrom dispesia). Gejala yang menyertainya antara lain mual, kembung, rasa penuh, cepat kenyang, sering bersendawa bahkan sampai muntah. Penyakit maag memang bukan lagi penyakit yang asing terdengar. Hampir sebagian besar orang pasti tahu tentang penyakit ini, khususnya para pekerja. Berdasarkan riset yang dilakukan Brains & Co. dengan PT. Kalbe Farma Tbk. tercatat 5 dari 10 orang, atau 1 dari 2 orang profesional pekerja di kota besar berpotensi terkena maag.

Saat ini penyakit maag tidak dapat disepelekan. "Penyakit maag yang parah akan menyebabkan terjadinya pendarahan pada lambung. Bila pendarahan ini terus terjadi tentunya akan membahayakan jiwa penderitanya," ujar Dr. Eliana Taufik, SpPD dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kemayoran, ketika ditemui pada acara peluncuran Maag Center. Sementara itu Dr. Arie Fachrial Syam, SpPD GEH dari Poliklinik Teratai Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menambahkan, "Penyakit maag dapat membuat penderitanya meninggal dunia, karena ada rasa sakit yang disebabkan oleh tumor (polip) atau kanker lambung."

Menurut penjelasan Dr. Eliana, penyakit maag memang ada tahapannya. Orang yang terkena maag, jika tidak diobati maka lambungnya akan luka. Ini akan berlanjut menjadi maag kronis atau akut, dan selanjutnya berkembang menjadi kanker lambung. Berpijak pada ungkapan yang mengatakan "Lebih baik mencegah daripada mengobati", Dr. Eliana menganjurkan untuk membiasakan hidup sehat, makan teratur, dan yang penting jangan sampai meninggalkan makan apalagi sarapan pagi. Hindari pula makanan-makanan yang memicu produksi asam lambung berlebih serta kondisi yang memicu stress. Jadi bila banyak orang mengatakan "bekerja untuk makan", maka sekarang sebaiknya ditambah: "kalau sudah kerja jangan lupa makan".

Sumber : kcm
Halaman :
1

Ikuti Kami