Menjadi guru anak usia dini bukanlah pilihan yang mudah. Terlebih bagi mereka yang melayani di pelosok-pelosok negeri—di tengah keterbatasan fasilitas belajar, minimnya pelatihan mengajar, hingga pengabdian yang dibayar dengan jerih lelah. Namun di sana kami menyaksikan satu hal yang luar biasa: kasih tulus para guru di dalam mendidik generasi anak.
Hari ini, sebanyak 1,900 guru PAUD Super5 melayani dengan setia di berbagai sudut Indonesia. Mereka datang dari latar belakang yang beragam—ada yang memulai tanpa pengalaman mengajar, ada pula yang harus berjuang tanpa materi pembelajaran yang memadai. Namun Tuhan membuka jalan melalui Super5 untuk mendampingi langkah mereka satu per satu dan menjawab tantangan yang ada.
Melalui kemitraan yang terjalin, para guru diperlengkapi dengan pelatihan kompetensi mengajar, kurikulum Super5 yang terstruktur, serta materi pembelajaran berbasis media kreatif. Perlahan namun pasti, keterbatasan berganti dengan peluang. Kini, mereka mengajar dengan senyum yang lebih lebar dan terus menabur harapan bagi masa depan setiap anak.
Kisah Inpiratif Guru PAUD Super5
Messi Yovita Djong, S. Sn – Guru PAUD Super5 Ecclesia Atambua

Di usia 34 tahun, Ibu Messi meninggalkan kenyamanan hidup di Jakarta untuk menjawab panggilan Tuhan melayani anak-anak di PAUD Super5 Ecclesia Atambua. Lulusan Desain Interior ini memilih setia mengajar di ruang belajar sederhana di dalam gereja, di tengah berbagai keterbatasan. Kasihnya yang besar kepada anak-anak membuatnya terus melangkah, dan melalui Super5, ia diperlengkapi dengan kompetensi mengajar yang baru—menjadikan setiap pelayanannya sebagai taburan nilai kebaikan dan harapan bagi masa depan generasi anak.
“Banyak anak-anak di sini datang dari keluarga yang bermasalah, ada yang terlantar, orang tuanya bercerai, bahkan mengalami kekerasan. Tantangannya besar. Tapi Puji Tuhan, banyak anak yang berubah. Dari yang tadinya pasif dan hanya bermain gadget, sekarang mereka lebih disiplin, mau membantu orang tua, bahkan ada yang berprestasi ikut lomba bahasa Inggris,' ungkap ibu Messi.
Adiel Ninef – Guru PAUD Super5 Batu Karang Nonohonis

Berbekal pengalaman sederhana mendampingi anak-anak di gereja, Ibu Adiel Ninef (34) dipercaya menjadi guru di PAUD Super5 Batu Karang Nonohonis. Di tengah panggilan itu, hidupnya diuji—suaminya kehilangan pekerjaan dan jatuh sakit, membuat Ibu Adiel harus menjadi tulang punggung keluarga dengan penghasilan yang sangat terbatas. Namun, tak satu hari pun semangatnya surut untuk terus mendidik anak-anak. Kesetiaannya berbuah harapan; melalui dukungan subsidi gaji guru dari Super5, ia perlahan membangun rumah sederhana bagi keluarganya.
Meski rumah itu belum rampung dan suaminya masih sakit, sukacita Ibu Adiel tetap utuh setiap kali melihat anak-anak belajar dan bertumbuh. “Saya tetap melayani dengan sukacita, karena saya percaya Tuhan memakai orang-orang seperti CBN untuk menjadi saluran berkat,” tuturnya.
Wahyu Widayati – Guru PAUD Super5 Harapan Bangsa Kediri

Sejak 2019, Ibu Wahyu Widayati (45) setia mengajar anak-anak PAUD Harapan Bangsa Kediri dengan segala keterbatasan. Bertahun-tahun ia hanya mampu mengajarkan calistung, bukan karena kurang rindu memberi yang terbaik, tetapi karena minimnya materi dan pelatihan yang ia miliki. Kerinduan untuk bertumbuh selalu ada, meski jalan terasa sempit.
Kesempatan menjadi guru yang lebih baik datang sejak PAUD Harapan Bangsa bermitra dengan Super5 pada 2025. Ia merasa sangat diperlengkapi melalui training reguler dan belajar menerapkan kurikulum yang tersedia. “Semua sudah runtut, tapi tetap bisa saya kreasikan dengan aktivitas tambahan,” ungkapnya.
Dengan kompetensi baru yang ia miliki, ibu Wahyu rindu bisa mendidik setiap anak dengan maksimal dan membentuk mereka menjadi pribadi yang berkarakter unggul dan menghidupi nilai-nilai kebenaran sejak usia dini.
Mitra yang terkasih, setiap guru PAUD Super5 telah merasakan kebaikan yang Anda tabur. Anda adalah mitra sekerja yang Tuhan kirimkan untuk mendukung panggilan mereka memuridkan generasi. Pelayanan CBN Indonesia menjadi tempat untuk Anda menabur bagi pelayanan generasi.
Maukah Anda terus menopang perjuangan mereka? Inilah waktunya untuk terlibat!
atau