Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Inta

Official Writer
310


Setiap orang tua pasti pengin anaknya nggak manja dan tidak bergantung pada orang lain. Sayangnya, kadang kita nggak sadar kalau sikap kita justru yang bikin anak-anak jadi manja. Menjadikan anak mandiri itu bisa dimulai dari hal kecil, lho.

Pada dasarnya, anak juga merupakan problem solver alias memecahkan masalah itu sudah ada dalam dirinya. Tugas kita adalah memberikan kesempatan agar anak percaya diri bahwa sebenarnya dirinya mampu.

Contoh sederhananya, kita membiasakan anak untuk membuang sampah sendiri ke tempat sampah. Meski nggak langsung, kita harus ingat kalau pengasuhan itu perlu kesabaran. Kalaupun ia melakukan kesalahan, kita harus bisa mendorong anak bahwa kesalahan itu adalah hal yang wajar. Dengan begitu, anak akan berproses.

Kemandirian memang harus dilatih sejak dini. Harapannya, anak akan jadi lebih percaya diri dan nggak bergantung pada orang lain. Selain itu, anak juga dipersiapkan untuk menghadapi kekecewaan saat menemui kegagalan. Lewat melatih kemandirian anak, kita membuka kesempatan buat mereka untuk memilih sendiri apa saja yang ia senangi.

Di bawah ini merupakan beberapa cara yang bisa kita lakukan kepada anak untuk melatih kemandiriannya.

1. Mengajak anak mendukung kegiatan relawan atau ikut berpartisipasi di dalamnya

Di luar sana, ada banyak banget kegiatan yang bisa kita lakukan untuk membantu orang lain. Salah satunya adalah kegiatan kerelawanan. Mulai dari kemanusiaan sampai relawan buat lingkungan, kita bisa memilih mana yang paling cocok buat kita sendiri juga anak.

Lewat kegiatan kerelawanan ini, kita mengajarkan anak buat selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki, serta berempati dengan apa yang terjadi pada orang lain. Kita juga bisa menyampaikan kalau apa pun yang kita lakukan, bisa berdampak banyak buat lingkungan dan orang lain.

Nilai-nilai bahwa hidup kita juga adalah tentang mengasihi orang lain dan alam juga bisa kita sampaikan kepada anak. Harapannya, anak jadi nggak egois dan bisa lebih peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya.

2. Mengenalkan sistem reward atau hadiah

Buat mengajarkan bahwa segala sesuatu itu nggak instan dan perlu proses adalah dengan mengajarkannya untuk berusaha memperoleh apa yang diinginkannya. Misal, buat anak yang sudah mulai diberikan uang bekal, kita bisa mengajak anak untuk menabung.

Tabungan tersebut nantinya akan digunakan untuk membeli sesuatu yang anak inginkan. Anak akan belajar mengenai pengelolaan keuangan, tujuan keuangan dari sini. Dengan begitu, ia akan jadi lebih menghargai apa yang dimilikinya, sebab itu merupakan sesuatu yang ia beli pakai uang sendiri.

3. Menunjukkan proses bekerja kepada anak

Melibatkan anak dalam suatu pekerjaan sering dianggap sebagai sesuatu yang paling menyebalkan. Gimana enggak? Lha wong anaknya belum bisa ngapa-ngapain, kok malah dusuruh bantu-bantu? Sejak anak sudah bisa menangkap maksud kita, cobalah untuk menjelaskan mengenai proses suatu kegiatan.

Misalnya, agar rumah nyaman, maka kita harus beres-beres. Tunjukkan proses beres-beresnya, mulai dari menyapu, cuci piring, atau hal lainnya. Kita juga bisa melibatkan anak dalam kegiatan-kegiatan sederhana, seperti mengambilkan sapu, atau membantu kita membuat sarapan.

4. Ajak anak untuk melakukan aktivitas di luar ruangan

Kita semua tahu kalau dunia kita itu nggak sebatas rumah, sekolah atau tempat kerja. Lewat setiap perjalanan, kita pasti belajar sesuatu yang baru. Begitu pula pada anak. Membiarkan anak untuk berada di luar ruangan, membiarkannya mengeksplorasi hal baru bisa membuatnya jadi lebih percaya diri.

Di luar sana, ada banyak hal yang bisa menarik perhatian anak, seperti cuaca, atau tingkah laku hewan. Dengan membiasakan anak dengan lingkungan luar, anak akan belajar untuk membuka diri terhadap lingkungan sekitarnya pula.

5. Mengajak anak untuk makan bersama dengan orang lain

Lewat makan bersama, anak akan belajar untuk bersosialisasi. Momen makan bersama dianggap selalu berhasil untuk memberikan banyak manfaat, salah satunya mengajarkan kedisiplinan. Makan bersama menciptakan suasana yang hangat, sehingga emosi anak pun akan jadi lebih positif.

Ada banyak hal yang bisa dipelajari oleh anak saat makan bersama. Misalnya, mengenal nama makanna, minuman, atau mengenal lebih banyak lagi kosakata dari saudara atau keluarga yang lain. Makan bersama bisa kita jadikan alasan agar anak mau makan sendiri, apalagi kalau nggak ada anggota yang disuapin. Harapannya sih, anak akan lebih semangat untuk menyuap makanannya sendiri. 

Jadi, dari beberapa kegiatan di atas, mana nih yang udah dilakukan pada anak? 

Sumber : berbagai sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

BaiqNur Afriliani 8 December 2019 - 12:19:17

Komunikasi lebih dari sekedar kata-kata. Jelaskan .. more..

0 Answer

Ferry Joshua 7 December 2019 - 22:21:38

Samaritan

0 Answer

Ferry Joshua 7 December 2019 - 22:21:05

Samaritan purse

0 Answer


JustinDI 22 November 2019 - 16:40:34
Bapa kami yang di Surga, Dikuduskanlah namaMu Data... more..

JustinDI 22 November 2019 - 16:40:25
Bapa kami yang di Surga, Dikuduskanlah namaMu Data... more..

surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Banner Mitra November Week 4


7260

advertise with us