Budhi Marpaung

Official Writer
10472


Sampai dengan hari ini persoalan posisi pria atau wanita saat berhubungan badan (making love / ML) masih menjadi pro-kontra. Bagi yang merasa memegang "tradisi" menganggap bahwa suami lah yang harus mengambil kontrol dan selalu berada di atas. Sementara, orang-orang yang menganggap diri mereka modern, menilai tidak masalah istri lah yang lebih dominan di ranjang. Lalu manakah yang benar?

Pakar relasi Kristen, Pdt. Ir. Jarot Wijanarko dalam bukunya "Pernikahan" menyatakan bahwa setiap orang harus belajar bagaimana cara memuaskan pasangannya, dan untuk itu bisa dengan membicarakan, apa dan bagaimana yang membuatnya enak, tidak sakit, apa dan bagaimana yang membuatnya senang.

Berkaca pada pandangan tersebut maka berarti tidak ada yang salah jika istri lebih dominan di ranjang. Hanya saja perlu digarisbawahi bahwa suami menyetujui dan merasa nyaman dengan hal tersebut. Kemudian, istri jangan merasa atau menilai suami lebih rendah atau takluk kepada dia. Ingat, suami tetaplah imam di keluarga dan istri patut menghormati.

Lalu pertanyaan selanjutnya, jika memang istri diperbolehkan untuk mengambil posisi di atas saat ML, apakah itu bisa selamanya atau sesekali saja? Jarot Wijanarko dalam buku yang sama menjelaskan bahwa dibandingkan perempuan (istri), pria (suami) lebih memiliki banyak fantasi dan ingin mencoba berbagai macam posisi dan gaya dan lokasi baru.

Jadi, tidak mungkin istri dapat terus mengambil posisi di atas ketika ML. Namun bukan berarti itu terjadi sesekali saja. Sebab, selain faktor pria lebih banyak fantasi, komunikasi bagaimana masing-masing bisa sama-sama meraih kepuasan juga penting.

Oleh karena itu, posisi dalam bercinta jangan dipandang sebagai persoalan siapa yang mendominasi dan didominasi, tetapi sebuah cara atau jalan untuk saling menemukan kepuasan.


Baca juga :

Istri Dominan VS Suami Pasif, Salah Dalam Penggunaan Otoritas

Orphan, Nyanyian John Waller Agar Kita Peduli Pada Anak Yatim Piatu

Harry Houdini, Pesulap Handal yang Meninggal Karena Usus Buntu

Join IMAGO Festival 2014  

Psikosomatik Dapat Picu Sakit Perut Pasca Operasi Usus Buntu

Sumber : Buku 'Pernikahan' karya Pdt. Ir. Jarot Wijanarko / bm


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

1 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer

Ning Ng 21 April 2020 - 01:06:59

Kesaksian mendapat anak

0 Answer


Dian Parluhutan 7 May 2020 - 23:12:30
shalom Saudara-saudari yang terkasih, mohon doan... more..

anre vin 21 April 2020 - 13:19:08
Nama saya Ernawati, saya minta tolong saya jatuh d... more..

Reginald Rambing 14 April 2020 - 14:28:50
Saya minta dukungan melalui bantuan doa dari sauda... more..

Stella sherly 13 April 2020 - 13:56:27
Salam sejahtera ... mohon dukungan doanya saudara2... more..

Banner Mitra April Week 3


7259

Banner Mitra Maret Week 3