Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Pdt. Tony Tedjo

Contributor
5667


Teman yang baik tentu merasa senang melihat keberhasilan sahabatnya. Namun terkadang ada juga teman yang menjadi panas hati sewaktu mendengar temannya berhasil membuka usaha baru atau berhasil meraih gelar doktor teologi. Prinsip yang dianutnya “senang melihat orang lain susah, dan susah mendengar orang lain berhasil.” Orang tersebut berusaha dengan berbagai cara untuk menjatuhkan temannya, agar sebisa mungkin usaha temannya itu bangkrut atau menjelek-jelekkan nama temannya sehingga nama baiknya rusak. Tentu saja sikap yang seperti itu tidak patut dicontoh.

Seseorang yang sedang merasa panas hati dapat terlihat melalui raut mukanya yang cemberut dan pipinya yang memerah. Umumnya tutur katanya pun keras dan pedas. Panas hati dipicu oleh suasana hati berdebar-debar, diikuti rasa kebencian mendalam terhadap orang yang dianggap menjadi penyebab dia menjadi panas hati.

Manusia diciptakan oleh Tuhan memiliki kehendak bebas, yang bila tidak dikendalikan dan ditaklukkan dalam Roh Kudus, maka akan cenderung berbuat dosa. Salah satu dosa yang tak disadari oleh anak-anak Tuhan adalah panas hati. Oleh karena itu harus ditinggalkan. “Berhentilah marah dan tinggalkanlah panah hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan” (Mzm. 3 :8).

Apabila sikap panas hati tetap dibiarkan, akan membawa pada kejahatan. Alkitab mencatat ada empat orang yang mengalami panas hati. Keempat orang tersebut membiarkan dirinya dikuasai panas hati, sehingga melakukan tindakan kejahatan seperti merencanakan dan melakukan pembunuhan.

Pertama, Kain. Kain adalah anak dari Adam dan Hawa, yang pekerjaannya sebagai petani. Dia bersama Habel, adiknya itu, memberikan korban persembahan kepada Allah. Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah kepada Tuhan sebagai korban persembahan. Sedangkan persembahan Habel berupa hasil anak sulung kambing domba. Kejadian 4:5 mencatat “Tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.”

Kain menjadi panas hati terhadap Habel, karena persembahannya tidak diterima oleh Tuhan. Kain tidak dapat menguasai hatinya, sehingga ia merencanakan untuk membunuh adiknya. Kain pun akhirnya membunuh adiknya. Inilah pembunuhan pertama kali di dunia. “Kata Kain kepada Habel, adiknya: ‘Marilah kita pergi ke padang.’ Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia” (Kej. 4:8)

Kedua, Saul. Saul adalah seorang raja Israel pertama yang diangkat oleh bangsa Israel. Saul oleh rakyatnya dianggap sebagai seorang pahlawan. Rakyatnya memuji kepahlawanan Saul. Namun, kebahagiaan Raja Saul tersebut terusik, ketika muncul Daud. Daud adalah seorang remaja yang masih sangat muda. Namanya mulai ramai dibicarakan orang di Israel, semenjak keberaniannya membunuh Goliat, raksasa Filistin.

Selain itu, setiap kali Daud maju berperang, dia selalu menang. Rakyat Israel memuji Daud melebihi mereka memuji Saul. Terhadap hal tersebut Saul menjadi panas hati terhadap Daud, sehingga dia berupaya untuk membunuhnya. “’Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.’ Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: ‘Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itu pun jatuh kepadanya.’” (1 Sam. 18:7-8). Saul berikhtiar untuk membunuh Daud. “Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh” (1 Sam. 19:1). Beruntung, Daud bisa terbebas dari rencana pembunuhan Saul. Akhirnya, Saul harus mati di medan perang, sedangkan Daud menjadi raja menggantikan Saul.

Ketiga, Haman bin Hamedata, orang Agag. Haman memiliki kedudukan di atas semua pembesar yang ada di hadapan Raja Ahasyweros. Ahasyweros sendiri adalah raja yang merajai seratus duapuluh tujuh daerah, mulai dari India sampai ke Etiopia. Haman merasa dirinya layak untuk dihormati para pegawai dan rakyat di sekitar Puri Susan. Setiap rakyat dan pegawai yang bertemu dengan Haman diharuskan untuk sujud menyembahnya. Namun, suatu kali ketika Haman bertemu dengan Mordekhai, ternyata Mordekhai tidak mau menghormati dia. Hal ini membuatnya menjadi panas hati terhadap Mordekhai, sehingga dia merencanakan pemusnahan terhadap orang Yahudi.

“Ketika Haman melihat, bahwa Mordekhai tidak berlutut dan sujud kepadanya, maka sangat panaslah hati Haman, tetapi ia menganggap dirinya terlalu hina untuk membunuh hanya Mordekhai saja, karena orang telah memberitahukan kepadanya kebangsaan Mordekhai itu. Jadi Haman mencari ikhtiar memunahkan semua orang Yahudi, yakni bangsa Mordekhai itu, di seluruh kerajaan Ahasyweros” (Est. 3 5-6).

Haman dengan tipu muslihatnya berhasil membujuk Raja Ahasyweros untuk memunahkan semua orang Yahudi yang ada di wilayah kekuasaan Raja Ahasyweros. Berkat pertolongan Tuhan, Mordekhai dan Ester berhasil menggagalkan rencana jahat Haman. Bahkan, pada akhirnya Haman sendiri digantung pada tiang gantungan yang dibuatnya sendiri.

Keempat, Herodes. Herodes menjadi panas hati ketika mendengar berita bahwa telah lahir raja orang Yahudi di Betlehem. Dia merasa tersaingi dengan kehadiran bayi yang dipercaya akan menjadi raja orang Yahudi. Oleh karena itu, Herodes menyuruh untuk membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya yang berusia 2 tahun ke bawah. Tujuannya agar bayi yang diberitakan oleh orang majus itu juga ikut terbunuh.

“Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah (panas hati). Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu” (Mat. 2:16).

Bagaimana agar kita terhindar dari dosa panas hati?

1. Mintalah Roh Kudus untuk menjaga hati kita supaya jangan timbul akar pahit, termasuk panas hati. Biarlah hati kita didamaikan oleh-Nya, diberikan karunia penguasaan diri sehingga terhindar dari kejahatan lainnya akibat panas hati.

2. Tetap rajin baca Alkitab. Sebab dengan membaca Alkitab kita diingatkan agar tidak berbuat hal-hal yang dibenci Tuhan. Setiap pasal dan ayat yang kita baca dapat menjadi rambu-rambu peringatan. Rambu-rambu inilah yang seringkali mengingatkan kita, apakah perjalanan hidup kita sudah melenceng dari firman Tuhan.

3. Tetap mengucap syukur dalam segala keadaan. Hal ini dapat menghindari sikap iri hati dan panas hati apabila melihat keberhasilan orang lain.

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Ams. 4:23). Kita harus senantiasa menjaga hati ini sehingga terhindar dari dosa yang dapat membawa pada berbagai-bagai kejahatan. Panas hati selain merugikan orang lain, juga merugikan diri sendiri. Jadi, hindarilah panas hati! Tuhan Yesus memberkati.

Sumber : Pdt. Tony Tedjo, dosen teologi, penulis buku dan Ketua School of Writing (SOW)

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Dheaa 21 November 2017 - 18:56:18

Dua buah muatan identik qA dan qB sebesar +0,5C be.. more..

0 Answer

Mikey Oei 20 November 2017 - 21:25:50

Kenapa dalam Mat 27 : 44 tertulis berbeda dengan L.. more..

0 Answer

Zidan 20 November 2017 - 05:55:45

Apa saja yang termasuk perilaku menghardik anak ya.. more..

1 Answer


Marusaha F S 18 November 2017 - 12:09:03
Minta bantu doa utk pekerjaan, dan agar hutang hut... more..

DEDEN SURYADI 16 November 2017 - 03:02:20
Sya minta dukungan doa untuk bisa memiliki rumah d... more..

Leticia 15 November 2017 - 11:34:48
Teman2 JC tolong doakan saya supaya dapat pekerjaa... more..

REANI 10 November 2017 - 16:22:17
saya minta dukungan doa dari teman teman untuk sao... more..

Banner Mitra Week  3


7333

advertise with us