Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
2560


Pernah bukan kita berada dalam posisi dimana kita mengajukan pertanyaan yang jawabannya sebenarnya kita tahu sendiri. Atau orang lain bertanya ke kita yang dia sebenarnya tahu jawaban dari pertanyaan itu.  Begitulah Tuhan memperlakukan Adam dan Hawa saat berada di Taman Eden setelah mereka memberontak melanggar perintah Tuhan.

Tuhan bertanya, “Dimanakah engkau?” (Kejadian 3: 9). Sebenarnya kalau kita pikirkan ini Tuhan nggak perlu menanyakan hal ini karena Dia sendiri maha tahu. Dia menanyakan hal itu bukan karena tidak tahu posisi Adam dan Hawa. Tuhan sendiri tahu kalau mereka bersembunyi di balik pepohonan di sana. Tapi lewat pertanyaan semacam itu, Dia ingin mengungkapkan sesuatu kepada mereka dan kepada kita, semacam ungkapan pewahyuan.

Pertanyaan ini membawa kita ke titik dimana kita harus mengungkapkan, sebagai orang berdosa, telah bersembunyi dari hadirat-Nya. Dan bahwa karena kasih-Nya yang besar Dia mencari kita supaya kembali dalam hubungan yang benar dengan Dia.

Selain pertanyaan di atas, Yesus juga pernah menyampaikan pertanyaan bukan untuk mencari informasi, tapi untuk mengingatkan kita soal sebuah pewahyuan. Dia pernah bertanya: "Maukah engkau sembuh?”

Pertanyaan ini kendengaran konyol sekali bukan? Kalau kamu membaca ayat ini sesuai dengan konteksnya kamu akan menemukan bahwa Yesus menyampaikan pertanyaan ini kepada seorang yang sudah 38 tahun menderita sakit. Selama hampir empat dekade lamanya, dia hanya bisa berbaring di dekat kolam itu dan kemudian kehadiran Yesus membangkitkan harapannya soal kesembuhan ajaib yang dilakukannya.

Tentu saja pria itu ingin sembuh. Tanpa ditanyakan pun oleh Yesus, dia pasti berharap bisa sembuh. Tapi mari kembali pada tujuan Yesus menyampaikan pertanyaan itu. Ini bukanlah sembarang pertanyaan, karena ternyata dibalik pertanyaan yang kita sebut konyol itu Tuhan sedang ingin menyampaikan sebuah pewahyuan penting.

Jadi, apa yang sebenarnya Yesus inginkan dengan mengajukan pertanyaan itu? Dalam kitab Yohanes, kita tahu bahwa Yesus selalu berbicara soal wahyu. Itulah alasan Dia melakukan keajaiban demi keajaiban yang tercatat dalam Alkitab. Keajaiban itu bahkan disebut sebagai ‘tanda-tanda’ untuk menyampaikan soal keilahian Yesus. Jadi saat Yesus bertanya kepada pria itu, Dia ingin supaya pria itu bisa melihat dengan kedalaman hatinya. Yesus mungkin berpikir, “Aku tahu kamu pasti akan mengatakan ‘aku ingin sembuh’ tapi cobalah pikirkan soal hal itu. Apakah kamu memang benar-benar ingin sembuh?”

Yesus mungkin akan memakai pertanyaan ini bagi kita juga, kalau Dia hadir saat ini. Karena Dia ingin kita sembuh dari segala keberdosaan kita. Kita perlu disembuhkan dari keadaan kita yang sekarat.

Kita perlu disembuhkan dari kecacatan pandangan kita terhadap Tuhan. Yesus tidak bertanya soal kebutuhan kita. Dia hanya menanyakan soal sesuatu yang menyangkut keinginan kita. Kita, sama seperti pria sakit itu, berbaring dalam keadaan sekarat dan Yesus mengajukan pertanyaan: Maukah engkau sembuh?

Dan pada saat itu juga, kita dipaksa untuk melihat ke kedalam diri kita. Yesus ingin kita menyampaikan sesuatu yang benar-benar kita inginkan terjadi dalam hidup kita.

Saat kita sudah menerima kesembuhan dari Tuhan, bukan berarti hidup kita akan nyaman dan lebih baik. Karena berarti saat kita mau sembuh, kita juga harus rela melepaskan kebiasaan yang membuat kita nyaman. Artinya, kita harus menyerahkan diri kita secara total kepada Tuhan. Sebab kita percaya bahwa Dia jauh lebih baik dari segala hal yang kita kenakan.

Disembuhkan berarti harus meninggalkan manusia lama kita dan bergerak maju kepada pribadi yang baru bersama Yesus. Memang proses pemulihan antara yang satu dengan yang lain memang berbeda-beda, tapi yakinlah kalau pemulihan itu pasti akan terjadi.

Lewat artikel ini mari merenungkan kembali tentang siapa kita. Mari memposisikan diri seperti pria yang sakit selama 38 tahun itu, dan ketika Yesus menanyakan pertanyaan yang sama kepada kita maka jangan tergesa-gesa menjawab. Lihatlah kembali kepada kedalaman dirimu dan akui Dia sebagai pribadi yang sanggup memeliharamu. Tuhan ingin setiap kita sembuh dari segala sakit penyakit dan keberdosaan kita.

Sumber : Lifeway.com/jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Vin 24 November 2017 - 02:37:57

Pernikahan saya spt sudah diujung tanduk..saya sud.. more..

1 Answer

Ledo Kartono 22 November 2017 - 12:15:48

apa saja contoh kesombongan dalam religius

1 Answer

Mikey Oei 20 November 2017 - 21:25:50

Kenapa dalam Mat 27 : 44 tertulis berbeda dengan L.. more..

1 Answer


Herman Tan 24 November 2017 - 07:17:01
Tolong doakan sahabat saya joseph k yang mengalami... more..

Marusaha F S 18 November 2017 - 12:09:03
Minta bantu doa utk pekerjaan, dan agar hutang hut... more..

DEDEN SURYADI 16 November 2017 - 03:02:20
Sya minta dukungan doa untuk bisa memiliki rumah d... more..

Leticia 15 November 2017 - 11:34:48
Teman2 JC tolong doakan saya supaya dapat pekerjaa... more..

Banner Mitra Week  3


7335

advertise with us