Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
2090


Le Van Vu adalah orang yang merencanakan suksesnya dan ia sukses dengan rencananya. Dia lahir dari salah satu keluarga yang terkaya di Asia Tenggara. Keluarganya punya sepetriga dari Vietnam Utara. Setelah ayahnya dibunuh, Le lari ke Vietnam Selatan dan ia menjadi seorang pengacara yang sukses. Ketika ia kembali berkunjung ke Vietnam Utara, ia ditangkap dan dipenjarakan. Keluar dari penjara, ia lalu memulai pabrik perikanan dan menjadi pabrik yang terbesar di Vietnam Selatan.

Le Van Vu kemudian memutuskan untuk pindah ke Amerika. Di tengah perjalanan, ia menjadi depresi sebab ia kehilangan semua miliknya dan ingin terjun dari perahunya. Istrinya mengetahui hal itu dan berkata, “Kalau kamu mati, bagaimana dengan aku? Kita berdua telah melalui banyak hal. Kita pasti dapat mengerjakannya bersama,” ucap Le.

Pada tahun 1972, ia dan istrinya sampai di Houston. Ia tidak punya apa-apa dan tidak dapat berbahasa Inggris. Mereka bekerja dan tinggal di sebuah ruangan di belakang toko roti saudaranya. Le menerima 175 dolar per minggu dan istrinya 125 dolar. Penghasilan mereka berdua adalah 15.600 dolar setahun. Saudaranya lalu menawarkan toko roti tersebut dengan uang muka 30.000 dolar dan sisanya 90.000 dolar, dapat diutang. Selama 2 tahun mereka hanya makan roti, hidup dengan 600 dolar per tahun, dan menyimpan 30.000 dolar.

Setelah berhasil membeli toko roti tersebut, mereka memutuskan untuk tetap tinggal di ruangan belakang itu selama 1 tahun lagi untuk membereskan utangnya. Dalam 1 tahun, mereka dapat membayar lunas 90.000 dolar dan memiliki toko roti yang sukses. Setelah itu, barulah mereka pindah ke apartemen.

Sampai hari ini, mereka tetap menyimpan uang dengan teratur, hidup dengan sederhana, dan membayar lunas setiap pembeliannya. Hari ini apakah Le Van Vu menjadi seorang miliuner? Ya, dia malah lebih dari miliuner!


Bahan Renungan: 

Dalam Yakobus 4: 13-15 dijelaskan tentang orang-orang yang suka menunda dan mengulur waktu dalam hidupnya sesunggguhnya berjalan tanpa pengetahuan. Sedangkan orang-orang yang menata hidup dengan perencanaan yang baik lalu meletakkannya di dalam kehendak Tuhan, akan memperoleh buah keberhasilan. "...sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.." (Yakobus 4: 14)

Kisah Le Van Vu menjadi contoh yang baik yang mengajari kita soal bagaimana seharusnya kita berjalan dalam rencana dan tujuan Tuhan dalam hidup kita. Kesederhanaan dan ketekunan Le membuatnya menjadi pribadi yang berhasil.

Sumber : 365 Hari Perjalanan Bersama Tuhan

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Rony Asriwandi 25 May 2018 - 20:44:12

Salam..saya zarqani di panggil rizal...sy asli ber.. more..

0 Answer

inra rindi 24 May 2018 - 14:30:22

Kepercayaan

0 Answer

Helenabrookenangel 24 May 2018 - 05:46:17

Masalah di link komentar FB?by:M:IT$05*[email protected],,

1 Answer


Deonita Putri Jurdjo 16 May 2018 - 14:34:33
Shalom, saya Deonita. saya mohon doa untuk kelanca... more..

christina wijaya 7 May 2018 - 08:10:28
mohon doanya agar pernikahan saya dan suami dipuli... more..

Inge 26 April 2018 - 23:32:57
Mohon doa untuk suami saya, Yusuf, dengan luka bat... more..

Shirley herlin 26 April 2018 - 23:03:07
Mohon bantuan doa pembebasan dari Roh jahat, mohon... more..

Banner Mitra Week  3


7428

IMAGO