Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Contributor
1905


Pemberian nama ‘Allah’ kepada anak kedua pasangan asal Georgia, Bilal Walk dan Elizabeth Handy ternyata ditolak oleh Departemen Kesehatan Masyarakat Georgia saat pembuatan akta kelahiran.  Penolakan ini didasarkan atas hukum negara yang menyatakan bahwa nama terakhir anak harus dari nama akhir salah satu orang tua atau kombinasi keduanya. Merasa tak terima dengan penolakan tersebut, pasangan ini akhirnya mengadukan pemerintah negara bagian Georgia, Amerika Serikat kepada pengadilan.

Usut punya usut, para pejabat Georgia ternyata sedang mempersoalkan nama ‘Allah’ yang disematkan di akhir nama putri Walk dan Handy, yang bernama lengkap Zaly Kha Graceful Lorraina Allah itu. Mereka menilai ‘Allah’ dalam bahasa Arab berarti Tuhan. Karena itulah pasangan ini disarankan untuk mengganti nama akhir anaknya dengan Handy atau Walk saja.

Tapi pasangan yang sudah memiliki dua anak ini tetap keukeuh tak ingin mengganti nama tersebut. Karena bagi mereka nama ‘Allah’ itu mulia dan tak ada hubungannya dengan agama.

“Sederhananya, kami memiliki pemahaman pribadi sehingga kami memberikan nama itu. Tidak ada yang kami ingin jelaskan secara detail tentang hal itu karena memang tidak penting. Yang terpenting adalah bahasa dari undang-undang dan hak-hak kami sebagai orangtua,” ucap Walk.

Uniknya, pasangan ini ternyata juga memberikan nama yang sama untuk anak laki-laki pertama mereka, yang bernama Masterful Mosirah Aly Allah. Tapi kejadian penolakan baru muncul saat mereka mengajutan pembuatan akta kelahiran untuk anak kedua mereka itu. “Kami harus memastikan bahwa negara tidak melangkahi batas-batas mereka. Hal ini jelas tidak adil dan melanggar hak-hak kami,” ucap Walk, seperti dilansir Daily Mail, Senin (27/3).

Dianggap telah melanggar hak-hak masyarakat sipil, Serikat Hak-hak Sipil Amerika (ACLU) Georgia pun mengajukan gugatan ke pengadilan di Fulton County atas nama pasangan ini. Mereka menilai perlakuan pemerintah berlebihan dan sudah melanggar Amandemen Pertama dan ke-14. “Orang tua harus memutuskan nama anaknya, bukan negara (bagian). Ini adalah kasus yang sederhana,” kata Michael Baumrid, selaku pengacara yang mewakili keluarga Walk dan Handy.

Sementara menanggapi tuntutan itu, penasihat umum di persidangan Sidney Barrett menuliskan dalam sebuah surat bahwa setelah akta kelahiran dibuat, nama anak bisa diubah dengan mengajukan petisi ke pengadilan tinggi.

Memberikan nama anak dengan sebuah sebutan yang berbau keagamaan memang cukup mengundang perhatian. Tapi sebagai orang tua , kita harusnya bijak memberikan nama kepada anak-anak kita, sebab sebuah nama bisa saja menjadi beban bagi dirinya kelak. 

Sumber : Foxnews.com/Dailymail.co.uk

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Rony Asriwandi 25 May 2018 - 20:44:12

Salam..saya zarqani di panggil rizal...sy asli ber.. more..

2 Answer

inra rindi 24 May 2018 - 14:30:22

Kepercayaan

0 Answer

Helenabrookenangel 24 May 2018 - 05:46:17

Masalah di link komentar FB?by:M:IT$05*[email protected],,

1 Answer


Deonita Putri Jurdjo 16 May 2018 - 14:34:33
Shalom, saya Deonita. saya mohon doa untuk kelanca... more..

christina wijaya 7 May 2018 - 08:10:28
mohon doanya agar pernikahan saya dan suami dipuli... more..

Inge 26 April 2018 - 23:32:57
Mohon doa untuk suami saya, Yusuf, dengan luka bat... more..

Shirley herlin 26 April 2018 - 23:03:07
Mohon bantuan doa pembebasan dari Roh jahat, mohon... more..

Banner Mitra Week  3


7429

IMAGO