Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Contributor
1259


Pemberian nama ‘Allah’ kepada anak kedua pasangan asal Georgia, Bilal Walk dan Elizabeth Handy ternyata ditolak oleh Departemen Kesehatan Masyarakat Georgia saat pembuatan akta kelahiran.  Penolakan ini didasarkan atas hukum negara yang menyatakan bahwa nama terakhir anak harus dari nama akhir salah satu orang tua atau kombinasi keduanya. Merasa tak terima dengan penolakan tersebut, pasangan ini akhirnya mengadukan pemerintah negara bagian Georgia, Amerika Serikat kepada pengadilan.

Usut punya usut, para pejabat Georgia ternyata sedang mempersoalkan nama ‘Allah’ yang disematkan di akhir nama putri Walk dan Handy, yang bernama lengkap Zaly Kha Graceful Lorraina Allah itu. Mereka menilai ‘Allah’ dalam bahasa Arab berarti Tuhan. Karena itulah pasangan ini disarankan untuk mengganti nama akhir anaknya dengan Handy atau Walk saja.

Tapi pasangan yang sudah memiliki dua anak ini tetap keukeuh tak ingin mengganti nama tersebut. Karena bagi mereka nama ‘Allah’ itu mulia dan tak ada hubungannya dengan agama.

“Sederhananya, kami memiliki pemahaman pribadi sehingga kami memberikan nama itu. Tidak ada yang kami ingin jelaskan secara detail tentang hal itu karena memang tidak penting. Yang terpenting adalah bahasa dari undang-undang dan hak-hak kami sebagai orangtua,” ucap Walk.

Uniknya, pasangan ini ternyata juga memberikan nama yang sama untuk anak laki-laki pertama mereka, yang bernama Masterful Mosirah Aly Allah. Tapi kejadian penolakan baru muncul saat mereka mengajutan pembuatan akta kelahiran untuk anak kedua mereka itu. “Kami harus memastikan bahwa negara tidak melangkahi batas-batas mereka. Hal ini jelas tidak adil dan melanggar hak-hak kami,” ucap Walk, seperti dilansir Daily Mail, Senin (27/3).

Dianggap telah melanggar hak-hak masyarakat sipil, Serikat Hak-hak Sipil Amerika (ACLU) Georgia pun mengajukan gugatan ke pengadilan di Fulton County atas nama pasangan ini. Mereka menilai perlakuan pemerintah berlebihan dan sudah melanggar Amandemen Pertama dan ke-14. “Orang tua harus memutuskan nama anaknya, bukan negara (bagian). Ini adalah kasus yang sederhana,” kata Michael Baumrid, selaku pengacara yang mewakili keluarga Walk dan Handy.

Sementara menanggapi tuntutan itu, penasihat umum di persidangan Sidney Barrett menuliskan dalam sebuah surat bahwa setelah akta kelahiran dibuat, nama anak bisa diubah dengan mengajukan petisi ke pengadilan tinggi.

Memberikan nama anak dengan sebuah sebutan yang berbau keagamaan memang cukup mengundang perhatian. Tapi sebagai orang tua , kita harusnya bijak memberikan nama kepada anak-anak kita, sebab sebuah nama bisa saja menjadi beban bagi dirinya kelak. 

Sumber : Foxnews.com/Dailymail.co.uk

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Prily Zusena Sebayang 22 September 2017 - 23:12:04

Bagaimana mendengar suara Tuhan

1 Answer

Victor Onibala 22 September 2017 - 16:04:57

bagaimana jika kita sudah berdoa terus tapi dia ti.. more..

2 Answer

Peddy Kilapong Petroza 22 September 2017 - 09:10:31

Mengapa Tuhan tidak menjawab doa saya

1 Answer


Baginda Bonifasius Hasibuan 23 September 2017 - 02:11:59
Saya mohon kpd saudara² seiman di dalam Tuhan Yes... more..

Yuriko Setiawan 20 September 2017 - 22:15:44
Shalom. Sy Yuriko & suami sy Andi Irawan di Bdg, m... more..

Daniel Sadana 17 September 2017 - 18:48:33
Shaloom, mohon bantu doa, aga rkeadaan ekonomi kam... more..

Johanes Sutanto 17 September 2017 - 17:12:06
Hallo, saya Mau request untuk pekerjaan. Bantu DO... more..

Banner Mitra Week  3


7304

Line Jawaban