Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Contributor
2041


Akhir pekan lalu, Papua dimeriahkan dengan sebuah perayaan karnaval yang menampilkan beragam atraksi budaya masyarakat setempat, mulai dari tarian sampai arak-arakan dari berbagai suku di kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua. Perayaan ini menambah pesona wisata Raja Ampat yang sudah dikenal lama di kancah Internasional.

Perayaan karnaval ini memang jarang digelar dan bahkan terbilang langka. Beruntungnya, tahun ini karnaval budaya ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian acara pembukaan kegiatan Sidang Sinode ke-16 GKI Papua. Kendati Sidang Sinode ini merupakan kegiatan gerejawi, namun warga berbeda agama bahkan ikut berpartisipasi.

Inilah momen spesial untuk menyaksikan menyaksikan keindahan dari kemajemukan etnis yang tinggal di Waisai. Pesta besar ini diisi oleh penampilan masing-masing suku yang ada. Tak ada sekat antar suku, agama dan ras. Semua warga Papua bersatu padu. Teatrikal pengabaran Injil pertama kali ke Papua menjadi pertunjukan utama. Ada yang rela mengecat tubuh mereka demi mempertunjukkan budaya setempat secara total. Sementara beragam bazar yang menjajakan makanan tampak berderet di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) Raja Ampat.

Hal menarik lain yang ditampilkan dalam karnaval budaya ini adalah kesempatan tampilnya warga pendatang seperti dari Makassar, Manado, Sumatera dan Malang. Suku Batak sendiri, menampilkan panguyuban Batak. Suku Jawa dengan menampilkan kesenian Jawa.

Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati sendiri menyampaikan pelaksanaan karnaval ini justru berdampak positif bagi Raja Ampat. “Pemda mendukung acara itu sendiri terutama karnaval yang melibatkan semua etnis dan agama yang bermukim di Kabupaten Raja Ampat khususnya di Waisai sebagai pusat daerah,” terang Bupati Abdul.

Dia juga mengatakan bahwa momentum pelaksanaan acara gerejawi ini dimanfaatkan sebagai bentuk promosi pariwisata dan juga keharmonisan agama dan etnis yang tinggal di Raja Ampat.

“Sidang ini satu pentas sacara musyawarah religi yang dilakukan GKI namun karena kebetulan kita sebagai tuan rumah, sebagai kabupaten pariwisata, pemerintah daerah mensinergikan dengan panitia sebagai ajang promosi yang melibatkan partisipasi masyarakat,” terangnya.

Seperti diketahui, Raja Ampat adalah salah satu rekomendasi tempat wisata bahari terbaik Indonesia yang sangat eksotis dengan dikelilingi oleh empat gugus pulau yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta. Raja Ampat memiliki keindahan pemandangan bawah laut yang begitu mempesona dan menjadi tempat menyelam terbaik Indonesia. Kepulauan Raja Ampat dihuni oleh masyarakat yang tinggal di kampung-kampung kecil, letak rumah mereka berjauhan dan berbeda pulau. Masyarakat di sini pada umumnya sangat ramah terhadap para wisatawan.

Buat yang tertarik berkunjung ke Raja Ampat, carilah waktu yang tepat untuk datang. Misalnya saat digelarnya Festival Budaya atau acara-acara tertentu yang menampilkan berbagai budaya setempat.

Sumber : Detiktravel.com/Usionews.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Bagus Prastio 19 January 2018 - 11:55:57

apakah karyawan wajib mengeluarkan iuran yg di min.. more..

1 Answer

Theresia Prichilia O. Kaurow 18 January 2018 - 22:55:27

Kenapa kok kita harus mengaku dosa kepada manusia?

1 Answer

Fall Rori 17 January 2018 - 19:48:30

Pengertian roh kudus

1 Answer


Seprina R.S.Aritonang 18 January 2018 - 21:47:05
Aku ingin berdoa supaya Tuhan jamah hatiku untuk s... more..

Jayesthu Julianto Basar 18 January 2018 - 20:28:33
Doakan keluarga kami (chairul sekeluarga, yeti se... more..

irene gunawan 18 January 2018 - 01:23:40
Mohon bantuan doanya.. Dulu saya pernah mengalami... more..

Eliseo hizkia 9 January 2018 - 20:09:12
Saya Pribadi sudah merasa begitu lelah menghadapi ... more..

Banner Mitra Week 2


7358

advertise with us