Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Puji Astuti

Contributor
2157


Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) NTT, Pendeta Merry Kolimon menyoroti tentang isu kekerasan terhadap perempuan yang masih menjadi permasalahan utama di masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan budaya patriarki dimana perempuan tidak berdaya dan nilai-nilai adat masih sangat kuat, perhatian terhadap perempuan masih kurang jika dibandingkan laki-laki. 

“Ini tantangan bagi kami. Sebagai ketua sinode perempuan pertama, saya ingin agar gereja peka terhadap isu perempuan dan keadilan gender,”  demikian pernyataan Pdt. Merry pada akhir Februari lalu seperti yang dikutip oleh Gatra.com. 

“Memang berat, saya rasakan sendiri saat saya menjadi pendeta di tahun 1990 an. Saat itu, pendeta didominasi laki-laki. Di NTT, perempuan dianggap hanya pantas bekerja di dapur. Kami memperjuangkan kesetaraan gender, tapi ruang gerak kami terbatas,”  demikian tambahnya.

Namun dengan terpilihnya Pdt.Merry menjadi ketua Sinode GMIT pada 2015 lalu, hal ini memperlihatkan bahwa pelan-pelan jalan bagi para perempuan untuk berkarya sudah mulai terbuka. Walau demikian Pdt.Merry akan terus memperjuangkan hak-hak kaum perempuan ini dan merancang sejumlah strategi keadilan gender melalui kegiatan peribadatan di gereja. 

”Kami punya banyak pendeta perempuan, dan mereka siap ditempatkan di pelosok daerah. Dulu. Perempuan tidak diterima untuk berpendapat di gereja, ini harus diubah. Misi kami menjadikan gereja sebagai penyampai kebaikan untuk siapa pun,” demikian tegas Merry. 

Diskriminasi gender adalah sebuah pengalaman pribadi bagi Pdt.Merry. Pada saat penempatan sebagai pendeta, dirinya pernah menghadapi penolakan dari masyarakat adat hanya karena dirinya seorang perempuan. Hal tersebut terjadi sekitar tahun 1997 hingga 1999, saat ia melayani di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). 

“Saya jadi pendeta perempuan pertama di sana. Betapa sulitnya, karena masyarakat adat masih menolak kesetaraan gender. Saya berusaha membangun kepercayaan diri para perempuan di sana,” demikian ungkapnya. 

NTT merupakan salah satu wilayah dengan penduduk mayoritas Kristen, oleh karenanya gereja berperan penting dalam membawa perubahan dan dampak sehingga dapat menjadi garam dan terang dalam kehidupan masyarakat dan perubahan yang nyata dapat terlihat dan menjadi kesaksian.

Sumber : Gatra.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Stefanus Sapta 16 January 2018 - 14:05:40

pengaruh negatif sosial media terhadap hubungan su.. more..

1 Answer

Bennett 15 January 2018 - 18:41:53

Hitunglah energi potensial benda 10kg pada ketingg.. more..

0 Answer

Yasin al farisi 15 January 2018 - 17:20:39

Dua buah gaya dikatakan seimbang bila

0 Answer


Eliseo hizkia 9 January 2018 - 20:09:12
Saya Pribadi sudah merasa begitu lelah menghadapi ... more..

Desy Natalia Putri Lumbanbatu 6 January 2018 - 23:09:26
Sebenarnya saya sudah diujung keputusasaan.. Buka... more..

Agus Hermawan 5 January 2018 - 11:47:42
Saya sudah jenuh menjalani hidup yg begini terus, ... more..

susy christina 30 December 2017 - 16:14:31
Saya LDR bertahun tahun dengan suami, kami sudah p... more..

Banner Mitra Week 2


7358

advertise with us