Share this article :

Ketua Sinode GMIT: Gereja Harus Peka Terhadap Isu Perempuan & Keadilan Gender

 Tue March 7th, 2017
 797

Artikel ini ditulis oleh :

Puji Astuti

Official Writer
 

Ketua Sinode GMIT: Gereja Harus Peka Terhadap Isu Perempuan & Keadilan Gender Sumber : Jawaban.com

Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) NTT, Pendeta Merry Kolimon menyoroti tentang isu kekerasan terhadap perempuan yang masih menjadi permasalahan utama di masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan budaya patriarki dimana perempuan tidak berdaya dan nilai-nilai adat masih sangat kuat, perhatian terhadap perempuan masih kurang jika dibandingkan laki-laki. 

“Ini tantangan bagi kami. Sebagai ketua sinode perempuan pertama, saya ingin agar gereja peka terhadap isu perempuan dan keadilan gender,”  demikian pernyataan Pdt. Merry pada akhir Februari lalu seperti yang dikutip oleh Gatra.com. 

“Memang berat, saya rasakan sendiri saat saya menjadi pendeta di tahun 1990 an. Saat itu, pendeta didominasi laki-laki. Di NTT, perempuan dianggap hanya pantas bekerja di dapur. Kami memperjuangkan kesetaraan gender, tapi ruang gerak kami terbatas,”  demikian tambahnya.

Namun dengan terpilihnya Pdt.Merry menjadi ketua Sinode GMIT pada 2015 lalu, hal ini memperlihatkan bahwa pelan-pelan jalan bagi para perempuan untuk berkarya sudah mulai terbuka. Walau demikian Pdt.Merry akan terus memperjuangkan hak-hak kaum perempuan ini dan merancang sejumlah strategi keadilan gender melalui kegiatan peribadatan di gereja. 

”Kami punya banyak pendeta perempuan, dan mereka siap ditempatkan di pelosok daerah. Dulu. Perempuan tidak diterima untuk berpendapat di gereja, ini harus diubah. Misi kami menjadikan gereja sebagai penyampai kebaikan untuk siapa pun,” demikian tegas Merry. 

Diskriminasi gender adalah sebuah pengalaman pribadi bagi Pdt.Merry. Pada saat penempatan sebagai pendeta, dirinya pernah menghadapi penolakan dari masyarakat adat hanya karena dirinya seorang perempuan. Hal tersebut terjadi sekitar tahun 1997 hingga 1999, saat ia melayani di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). 

“Saya jadi pendeta perempuan pertama di sana. Betapa sulitnya, karena masyarakat adat masih menolak kesetaraan gender. Saya berusaha membangun kepercayaan diri para perempuan di sana,” demikian ungkapnya. 

NTT merupakan salah satu wilayah dengan penduduk mayoritas Kristen, oleh karenanya gereja berperan penting dalam membawa perubahan dan dampak sehingga dapat menjadi garam dan terang dalam kehidupan masyarakat dan perubahan yang nyata dapat terlihat dan menjadi kesaksian.

Sumber : Gatra.com

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :
Andry Randa 22 June 2017 - 18:41:49
Terpuji namamu ya Alllah atas segala penyertaan hi... more..

Harvey Jeremy 22 June 2017 - 00:20:39
Salam sejahtera untuk saudara semua, kiranya Tuhan... more..

Bryan inzaghi 16 June 2017 - 20:43:01
Sekarang aku ingin mendaftar ke sekolah negri yg k... more..

Cindy 15 June 2017 - 18:47:03
Salam sejahtera, sy Cindy, menikah dgn pria kebang... more..

Connect With Us


connect facebook connect twitter connect youtube connect google instagram
Penangkal Rasa Takut
Penangkal Rasa Takut
Pernahkah Anda mengalami situasi ini? Ketika Anda sedang melihat isi dompet atau rekening tabungan A...