Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Angelia Agatha

Official Writer
7061


Apa yang akan kamu lakukan jika dirimu dalam keadaan paling tertekan di dalam hidupmu dan tidak ada orang yang bisa membantumu? Apakah kamu akan menyalahkan keadaan atau justru berlari mencari Tuhan?

Donna Pencer pernah mengalami keadaan yang tidak pernah terbayang oleh satu orangpun akan terjadi dalam kehidupan mereka. Pada tahun 2008 Donna melakukan operasi untuk mengetahui mengapa dirinya mengalami pendarahan yang besar setiap masa menstruasinya. Namun hal itu bukanlah momen dimana Donna ingin menyerah kepada keadaannya.

Disinilah momen dimana mimpi terburuknya menjadi kenyataan.

Pada awalnya Donna tertidur setelah diberikan anastesi oleh dokter seperti pada umumnya, setelah itu Donna terbangun. Bukan setelah operasi selesai, namun disaat operasi akan dimulai. Momen ketika dirinya merasa lega bahwa operasinya sudah selesai, namun hal itu berubah ketika dirinya mendengar: “Pisau bedah, tolong.”

Donna tidak bisa bergerak sedikitpun.

Meskipun anastesi tidak bekerja sebagaimana mestinya, tetapi efek kelumpuhan pada dirinya masih bekerja, yang artinya meskipun terbangun Donna tidak bisa melakukan apapun: bicara, teriak, menangis atau bahkan untuk membuka matanya.

“Aku merasakan saat dirinya membuat sayatan pertama. Aku tidak punya kata-kata yang bisa mendeskripsikan rasa sakitnya – sangat mengerikan,” ujar Donna.

Terjebak dengan kelumpuhannya, dirinya pasrah ketika dokter membedah perutnya dan memeriksa setiap organ di perutnya. Satu-satunya hal yang bisa dilakukannya adalah terus-terus berdoa, bernyanyi dan menginat suami dan anaknya untuk menyingkirkan rasa sakitnya.

“Aku merasakan dia (dokter) menggeser organ-organku saat memeriksanya. Aku mendengar dia berbicara seperti, ‘Lihatlah usus buntunya, bagus dan merah muda, usus besarnya terlihat baik, rahim terlihat bagus.”

Seperti penderitaannya belum cukup, dirinya merasa tercekik.

Pasien yang diberi obat bius total seperti Donna (sesuatu yang umum ketika sedang operasi bagian otot perut), diberikan juga selang untuk bernapas.

Detak jantung Donna mencapai 148 per menit namun dengan selang untuk bernapas, dia hanya mendapatkan tujuh kali tarikan napas setiap semenitnya. Hal itu mengakibatkan paru-parunya terbakar.

Demi memberitahu para dokter dan suster yang bekerja bahwa dirinya tersadar, dirinya melakukan berbagai cara. Meskipun hasil awalnya nihil, lambat laun dirinya bisa menggerakan jari kakinya dan menggerakan lidahnya.

Ditengah kehiruk-pikukan para perawat dan dokter yang menyadari Donna terbangun, mukjizat terjadi.

Donna meninggal dan pergi dari kesakitan yang dirasakan di dunia.

Iman Kristennya menyadarkan dirinya bahwa ia tidak benar-benar berada di surga, tapi inilah yang di deskripsikan Donna pada saat itu:

“Terasa sunyi. Suara dari ruang operasi seperti ada di belakang, aku masih bisa mendengar mereka. Tapi mereka terdengar sangat, sangat jauh.

Ketakutanku sudah hilang, rasa sakitnya sudah pudar. Aku rasakan kehangatan, aku merasa dihibur dan aman. Dan instingku rasakan aku tidak sendiri. Ada seseorang yang hadir menemani aku. Aku selalu berkata bahwa Tuhan berada bersamaku karena tidak ada keraguan dalam benakku bahwa Ia berada disampingku. Lalu aku mendengar suara berkata, ‘Apapun yang terjadi, kamu akan baik-baik saja.’”

Ketakutan akan rasa sakit itu muncul lagi dalam Donna, dan dirinya memohon untuk tidak kembali ke tubuhnya.

Secepat dirinya pergi, secepat itu juga ia kembali masuk kedalam tubuhnya.

Donna akhirnya pulih.

Dokter meminta maaf hingga menangis kepada Donna ketika dirinya menjelaskan apa yang terjadi diatas meja operasi.

Sekarang sembilan tahun setelah kejadian mengerikan itu, Donna dapat bercerita dan tidak menyalahkan siapapun atas kejadian yang menimpanya.

“Aku ingin meningkatkan kesadaran, dan menolong sesuatu yang baik berasal dari pengalaman yang mengerikan,” kata Donna.

Ketika dijalani mungkin pergumulan kita terasa begitu berat dan tidak sanggup dijalani, yakinlah bahwa dimasa yang akan datang kamu bisa mendapatkan pelajaran begitu besar darinya. Lihatlah kisah Donna yang seperti tidak terbayangkan beratnya. Kamu hanya perlu berdoa, berserah kepada Tuhan and keep moving on!

Sumber : familyshare.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Vin 24 November 2017 - 02:37:57

Pernikahan saya spt sudah diujung tanduk..saya sud.. more..

1 Answer

Ledo Kartono 22 November 2017 - 12:15:48

apa saja contoh kesombongan dalam religius

1 Answer

Mikey Oei 20 November 2017 - 21:25:50

Kenapa dalam Mat 27 : 44 tertulis berbeda dengan L.. more..

1 Answer


Herman Tan 24 November 2017 - 07:17:01
Tolong doakan sahabat saya joseph k yang mengalami... more..

Marusaha F S 18 November 2017 - 12:09:03
Minta bantu doa utk pekerjaan, dan agar hutang hut... more..

DEDEN SURYADI 16 November 2017 - 03:02:20
Sya minta dukungan doa untuk bisa memiliki rumah d... more..

Leticia 15 November 2017 - 11:34:48
Teman2 JC tolong doakan saya supaya dapat pekerjaa... more..

Banner Mitra Week  3


7335

advertise with us