Share this article :

Dari Sadar Saat Dibedah Hingga Mati Suri, Simak Kisah Donna Pencer

 Thu March 2nd, 2017
 5962

Artikel ini ditulis oleh :

Angelia Agatha

Official Writer
 

Dari Sadar Saat Dibedah Hingga Mati Suri, Simak Kisah Donna Pencer Sumber : pexels.com

Apa yang akan kamu lakukan jika dirimu dalam keadaan paling tertekan di dalam hidupmu dan tidak ada orang yang bisa membantumu? Apakah kamu akan menyalahkan keadaan atau justru berlari mencari Tuhan?

Donna Pencer pernah mengalami keadaan yang tidak pernah terbayang oleh satu orangpun akan terjadi dalam kehidupan mereka. Pada tahun 2008 Donna melakukan operasi untuk mengetahui mengapa dirinya mengalami pendarahan yang besar setiap masa menstruasinya. Namun hal itu bukanlah momen dimana Donna ingin menyerah kepada keadaannya.

Disinilah momen dimana mimpi terburuknya menjadi kenyataan.

Pada awalnya Donna tertidur setelah diberikan anastesi oleh dokter seperti pada umumnya, setelah itu Donna terbangun. Bukan setelah operasi selesai, namun disaat operasi akan dimulai. Momen ketika dirinya merasa lega bahwa operasinya sudah selesai, namun hal itu berubah ketika dirinya mendengar: “Pisau bedah, tolong.”

Donna tidak bisa bergerak sedikitpun.

Meskipun anastesi tidak bekerja sebagaimana mestinya, tetapi efek kelumpuhan pada dirinya masih bekerja, yang artinya meskipun terbangun Donna tidak bisa melakukan apapun: bicara, teriak, menangis atau bahkan untuk membuka matanya.

“Aku merasakan saat dirinya membuat sayatan pertama. Aku tidak punya kata-kata yang bisa mendeskripsikan rasa sakitnya – sangat mengerikan,” ujar Donna.

Terjebak dengan kelumpuhannya, dirinya pasrah ketika dokter membedah perutnya dan memeriksa setiap organ di perutnya. Satu-satunya hal yang bisa dilakukannya adalah terus-terus berdoa, bernyanyi dan menginat suami dan anaknya untuk menyingkirkan rasa sakitnya.

“Aku merasakan dia (dokter) menggeser organ-organku saat memeriksanya. Aku mendengar dia berbicara seperti, ‘Lihatlah usus buntunya, bagus dan merah muda, usus besarnya terlihat baik, rahim terlihat bagus.”

Seperti penderitaannya belum cukup, dirinya merasa tercekik.

Pasien yang diberi obat bius total seperti Donna (sesuatu yang umum ketika sedang operasi bagian otot perut), diberikan juga selang untuk bernapas.

Detak jantung Donna mencapai 148 per menit namun dengan selang untuk bernapas, dia hanya mendapatkan tujuh kali tarikan napas setiap semenitnya. Hal itu mengakibatkan paru-parunya terbakar.

Demi memberitahu para dokter dan suster yang bekerja bahwa dirinya tersadar, dirinya melakukan berbagai cara. Meskipun hasil awalnya nihil, lambat laun dirinya bisa menggerakan jari kakinya dan menggerakan lidahnya.

Ditengah kehiruk-pikukan para perawat dan dokter yang menyadari Donna terbangun, mukjizat terjadi.

Donna meninggal dan pergi dari kesakitan yang dirasakan di dunia.

Iman Kristennya menyadarkan dirinya bahwa ia tidak benar-benar berada di surga, tapi inilah yang di deskripsikan Donna pada saat itu:

“Terasa sunyi. Suara dari ruang operasi seperti ada di belakang, aku masih bisa mendengar mereka. Tapi mereka terdengar sangat, sangat jauh.

Ketakutanku sudah hilang, rasa sakitnya sudah pudar. Aku rasakan kehangatan, aku merasa dihibur dan aman. Dan instingku rasakan aku tidak sendiri. Ada seseorang yang hadir menemani aku. Aku selalu berkata bahwa Tuhan berada bersamaku karena tidak ada keraguan dalam benakku bahwa Ia berada disampingku. Lalu aku mendengar suara berkata, ‘Apapun yang terjadi, kamu akan baik-baik saja.’”

Ketakutan akan rasa sakit itu muncul lagi dalam Donna, dan dirinya memohon untuk tidak kembali ke tubuhnya.

Secepat dirinya pergi, secepat itu juga ia kembali masuk kedalam tubuhnya.

Donna akhirnya pulih.

Dokter meminta maaf hingga menangis kepada Donna ketika dirinya menjelaskan apa yang terjadi diatas meja operasi.

Sekarang sembilan tahun setelah kejadian mengerikan itu, Donna dapat bercerita dan tidak menyalahkan siapapun atas kejadian yang menimpanya.

“Aku ingin meningkatkan kesadaran, dan menolong sesuatu yang baik berasal dari pengalaman yang mengerikan,” kata Donna.

Ketika dijalani mungkin pergumulan kita terasa begitu berat dan tidak sanggup dijalani, yakinlah bahwa dimasa yang akan datang kamu bisa mendapatkan pelajaran begitu besar darinya. Lihatlah kisah Donna yang seperti tidak terbayangkan beratnya. Kamu hanya perlu berdoa, berserah kepada Tuhan and keep moving on!

Sumber : familyshare.com

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :
William Gosal 25 April 2017 - 15:28:00
Tolong doakan saya agar terbebas dari ikatan porno... more..

Yovita Anum Prihantari 19 April 2017 - 11:27:34
Kami berdoa untuk kesembuhan anak kami, Patrick 10... more..

aditya 13 April 2017 - 08:23:57
usaha saya pailit, utang banyak , tiap hari dimak... more..

William Gosal 10 April 2017 - 00:08:11
Mohon doakan supaya saya dapat memaafkan diriku at... more..

Connect With Us


connect facebook connect twitter connect youtube connect google instagram
Hati-hati dengan Manipulasi Si Iblis
Hati-hati dengan Manipulasi Si Iblis
Jika Anda menerima jackpot dan pilihan hadiahnya adalah mobil, handphone, dan sepatu mahal, mana yan...