Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

daniel.tanamal

Official Writer
1423


"Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia" Mazmur 103:10-11

Ini kisah nyata tentang sepasang saudara kembar. Mereka berdua memiliki karakter yang berbeda, sekalipun rupa mereka sama. Yang satu sangat rajin dan hormat terhadap orang tuanya. Yang satu lagi tumbuh menjadi anak berandal yang suka memberontak terhadap orangtua.

Puluhan tahun berlalu, yang satu berhasil menjadi Hakim yang terhormat dan yang lain menjadi penjahat yang biadab.

Suatu ketika saudara kembar yang jahat ini tertangkap dan diseret ke pengadilan. Ironisnya, yang menjadi hakim dalam persidangan tersebut adalah saudara kembarnya sendiri. Pembunuhan sadis yang dilakukannya membuat Hakim berada dalam dilema. Disatu sisi ia harus menegakan keadilan. Disisi lain, itu adalah saudara kandungnya sendiri, darah dagingnya sendiri. Bagaimana mungkin ia tidak mengasihinya??!!

Keadilan harus ditegakkan. Palu diketuk. Sang pembunuh dijatuhi hukuman mati. Pengawal pun membawanya kembali ke penjara.

Satu hari menjelang hukuman mati, sang Hakim yang adalah saudara kembar dari terpidana, datang mengunjungi sel dimana ia berada. Dengan airmata berlinang ia menyuapi saudaranya. Lalu melepas rantainya, mengganti pakaiannya dan memberikan sekantung uang seraya berkata, "dik, pergilah jauh-jauh dari sini dan ubahlah hidupmu." Bahagia karena berpikir bahwa saudara kembarnya sudah membebaskan dia dari hukuman, si terpidana mati ini pun lari menyelamatkan hidupnya.

Dua hari kemudian, betapa kagetnya ia ketika ia membaca halaman pertama dari sebuah surat kabar pagi. Tajuk utama hari itu tertulis, "si pembunuh sadis akhirnya dihukum mati," disertai foto sang saudara kembar yang sedang tersenyum beberapa saat sebelum dihantar meregang nyawa ditiang gantungan.

Sobat, demikian pula Yesus mati meregang nyawa memikul kesalahanmu. Supaya oleh kematianNya, engkau beroleh hidup.

Jalani hari ini dengan penuh hormat dan rasa syukur! Jangan ulangi kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa kita yang lampau. Jangan sia-siakan kasih Tuhan yang sudah kita terima dalam hidup kita, karena kita tahu kita tidak layak menerimanya.

Sobatmu..

Pdt Assaf Imanuel - Gembala Jemaat GBI LivingBread



Sumber : Disunting seperlunya tanpa mengurangi atau menambah maksud penulisan, editing oleh Daniel Tanamal - Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Silvi Kirey 22 October 2017 - 04:55:26

Apakah saya bisa menikah dengan yang beda agama de.. more..

0 Answer

Basaria Sitohang 22 October 2017 - 01:40:48

bagaimana mengenal diri sendiri

0 Answer

RayaNP 21 October 2017 - 10:59:27

Tentukan unsur unsur intrinsik teks drama

0 Answer


evelina 19 October 2017 - 15:25:05
kiranya Tuhan Yesus berkenan membuka hati lelaki y... more..

ARI 19 October 2017 - 08:25:34
Dear Team Prayer, dukung saya dalam doa untuk sua... more..

Veronica Sitanggang 18 October 2017 - 21:15:29
Bantu dukungan doanya agar Tuhan memenangkan jiwa ... more..

Dessy Sitohang 16 October 2017 - 20:16:48
Saya mohon bantu doa nya agar saya diangkat jadi S... more..

Banner Mitra Week 4


7314

advertise with us