Share this article :

Cerita Seorang Pendeta Nyoblos di Markas FPI

 Thu February 16th, 2017
 4295

Artikel ini ditulis oleh :

Lori Mora

Official Writer
 

Cerita Seorang Pendeta Nyoblos di Markas FPI Sumber : beritabethel.com

Pendeta keturunan Tionghoa Kiki Tjahjadi (54) akhirnya lega setelah ikut memberikan hak suaranya dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017 kemarin di TPS tempatnya tinggal di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Meskipun TPS tempat pencoblosan itu merupakan markas kelompok Front Pembela Islam (FPI), namun dia mengaku tidak mendapat gangguan saat memberikan hak suara.

TPS yang hanya berjarak puluhan meter dari Markas DPP FPI itu tak sedikit pun membuat pendeta Kiki gentar. Karena selain dirinya, banyak warga Tionghoa di daerahnya yang juga turut serta dalam pencoblosan kemarin.

Dalam penuturannya, bapak yang satu ini mengatakan sengaja ikut mencoblos karena ingin menjadi warga negara yang baik. “Kita harus memberikan hak suara kita. Jadi itu kan sebagai kewajiban kita untuk memberikan hak suara,” ucap pendeta Kiki, seperti dilansir Jawapos.com, Rabu (15/2).

Bersama enam anggota keluarga lainnya, Kiki mencoblos di TPS 17 pada pukul 11.00 WIB, satu jam setelah pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab memberikan hak suara. Saat pencoblosan, dia menuturkan kalau ada satu keluarga yang datanya terselip sehingga nggak bisa nyoblos. Tapi mereka tak khawatir karena dia tetap bisa mencoblos asal ada KTP dan Kartu Keluarga (KK). “Sesuai peraturan megatakan boleh nanti membawa KK dan KTP kan, tapi setelah jam 12.00 WIB,” ucapnya.

Pendeta Kiki berharap, siapapun yang menang nantinya bisa memimpin DKI Jakarta menjadi lebih baik. “Harapan kita sebagai warga Jakarta siapapun yang terpilih kita ingin Jakarta bisa lebih baik lagi,” tandasnya.  

Seperti kita ketahui bersama, hasil suara pilkada di markas FPI bahkan membuat banyak orang keheranan. Pasalnya, paslon yang unggul dalam pemugutan suara ini malah calon nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang justru adalah calon yang ditolak keras oleh kelompok FPI.

Dari pantauan di kertas hasil suara, Ahok-Djarot unggul dengan 278 suara mengalahkan Anis-Sandi sekitar 212 suara dan terendah adalah pasangan Agus-Sylvi dengan 38 suara saja.

Sumber : Jawapos.com/Tribunnews.com

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :
Yovita Anum Prihantari 19 April 2017 - 11:27:34
Kami berdoa untuk kesembuhan anak kami, Patrick 10... more..

aditya 13 April 2017 - 08:23:57
usaha saya pailit, utang banyak , tiap hari dimak... more..

William Gosal 10 April 2017 - 00:08:11
Mohon doakan supaya saya dapat memaafkan diriku at... more..

LAURENTIUS 6 April 2017 - 10:56:29
Mohon dukungan doa untuk mendapat pekerjaan..

Connect With Us


connect facebook connect twitter connect youtube connect google instagram
Memilih Pasangan yang Terbaik
Memilih Pasangan yang Terbaik
Memilih pasangan hidup bukanlah hal yang mudah tapi harus dilakukan. Ada banyak pertimbangan yang ha...