Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
2493


Waktu aku masih kecil, ibu suka sekali menyulam. Suatu kali, aku duduk dekat dengannya dan bertanya apa yang sedang ia kerjakan. Ibu menjawabku bahwa dia sedang menyulam. Aku kembali mencecarnya dengan pertanyaan yang lain, ‘Tapi kog sulaman itu kelihatan berantakan sekali?’ Aku mengatakannya karena Cuma melihat sulaman ibu dari batasan lingkaran kecil yang sedang dipegangnya.

Lalu ibu pun tersenyum, memandangku yang sedang duduk di bawah dan berkata, “Anakku, kenapa kamu tidak bermain sendirian saja sebentar? Nanti kalau Ibu sudah selesai menyulam, Ibu ajan memangkumu untuk melihat hasil sulaman ibu.”

Beberapa menit berlalu, dan kemudian aku mendengar ibu memanggil, “Anakku, sini kemari. Sini duduk dipangkuan ibu.” Lalu aku menghampirinya dan membiarkan dia menaikkan aku dipangkuannya. Sejurus kemudian, dia menunjukkan sulamannya yang aku nilai berantakan itu. Yang aku lihat ternyata sesuatu yang berbeda, sebuah gambar setangkai bunga yang indah dan pemandangan matahari yang terbenam. Aku hampir tak percaya, karena aku jelas-jelas melihat sulaman ibu benar-benar berantakan.

Lalu ibu berkata, “Anakku, dari bawah sulaman ini memang kelihatannya sangat berantakan dan tidak beraturan, tapi kamu nggak sadar kalau ada sebuah rancangan yang sudah digambar di bagian atasnya. AAda sebuah pola di atasnya. Ibu hanya mengikuti pola itu saja.”

Cara pandangku menilai sulaman itu dari bagian bawah saja memang keliru. Begitu pula kadang kala aku menilai Tuhan dan berkata, “Bapa, apa yang Engkau lakukan?” Dia menjawab, “Aku sedang menyulam hidupmu.”

Aku lalu bertanya lagi, “Tapi kan sulaman itu kelihatannya sangat berantakan. Tidak beraturan. Benangnya gelap. Kenapa tidak memakai benang warna terang saja ?”

Lalu Tuhan tersenyum dan menunggu sejenak sebelum menjawab. “Anak-Ku, bekerjalah dahulu untuk melakukan pekerjaan-Ku, dan suatu hari Aku akan membawamu ke surga, memangkumu dan kamu akan melihat rencana-Ku melalui cara pandang-Ku.”

Saat kita beriman, kita percaya akan rencana Tuhan yang indah dan yang seringkali di luar pemikiran kita. Apakah kita bisa percaya kalau Tuhan sedang mengatur seluruh kehidupan kita dengan rencana yang luar biasa? Percayalah bahwa pada akhirnya, rencana Tuhan sungguh indah bagi kita.

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29: 11) 

Sumber : Buku 100 Kisah Iman Djohan Handojo

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Santi Rahayu 23 February 2018 - 06:37:57

dok sy mw tanya sudah 2 bulan ni menstruasi sy cum.. more..

0 Answer

Arvan Wijaya 22 February 2018 - 17:31:52

JC chanel

0 Answer

Janter manik 22 February 2018 - 16:55:18

Harapan dan masa depan

0 Answer


Lin Fei Ping 22 February 2018 - 16:35:26
Shalom,saya Lin Fei Ping,mohon doa supaya dibantu ... more..

Lilyana Olivia 22 February 2018 - 07:44:10
Shaloom... Sejak melahirkan anak, kehidupan persek... more..

Arianto 21 February 2018 - 17:47:20
mohon doa pemulihan ekonomi keluarga, terbebas dar... more..

sekar marutic 20 February 2018 - 21:14:33
Mohon bantu dalam doa, supaya saya bisa diangkat ... more..

Banner Mitra Week  3


7379

advertise with us