Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
2327


Waktu aku masih kecil, ibu suka sekali menyulam. Suatu kali, aku duduk dekat dengannya dan bertanya apa yang sedang ia kerjakan. Ibu menjawabku bahwa dia sedang menyulam. Aku kembali mencecarnya dengan pertanyaan yang lain, ‘Tapi kog sulaman itu kelihatan berantakan sekali?’ Aku mengatakannya karena Cuma melihat sulaman ibu dari batasan lingkaran kecil yang sedang dipegangnya.

Lalu ibu pun tersenyum, memandangku yang sedang duduk di bawah dan berkata, “Anakku, kenapa kamu tidak bermain sendirian saja sebentar? Nanti kalau Ibu sudah selesai menyulam, Ibu ajan memangkumu untuk melihat hasil sulaman ibu.”

Beberapa menit berlalu, dan kemudian aku mendengar ibu memanggil, “Anakku, sini kemari. Sini duduk dipangkuan ibu.” Lalu aku menghampirinya dan membiarkan dia menaikkan aku dipangkuannya. Sejurus kemudian, dia menunjukkan sulamannya yang aku nilai berantakan itu. Yang aku lihat ternyata sesuatu yang berbeda, sebuah gambar setangkai bunga yang indah dan pemandangan matahari yang terbenam. Aku hampir tak percaya, karena aku jelas-jelas melihat sulaman ibu benar-benar berantakan.

Lalu ibu berkata, “Anakku, dari bawah sulaman ini memang kelihatannya sangat berantakan dan tidak beraturan, tapi kamu nggak sadar kalau ada sebuah rancangan yang sudah digambar di bagian atasnya. AAda sebuah pola di atasnya. Ibu hanya mengikuti pola itu saja.”

Cara pandangku menilai sulaman itu dari bagian bawah saja memang keliru. Begitu pula kadang kala aku menilai Tuhan dan berkata, “Bapa, apa yang Engkau lakukan?” Dia menjawab, “Aku sedang menyulam hidupmu.”

Aku lalu bertanya lagi, “Tapi kan sulaman itu kelihatannya sangat berantakan. Tidak beraturan. Benangnya gelap. Kenapa tidak memakai benang warna terang saja ?”

Lalu Tuhan tersenyum dan menunggu sejenak sebelum menjawab. “Anak-Ku, bekerjalah dahulu untuk melakukan pekerjaan-Ku, dan suatu hari Aku akan membawamu ke surga, memangkumu dan kamu akan melihat rencana-Ku melalui cara pandang-Ku.”

Saat kita beriman, kita percaya akan rencana Tuhan yang indah dan yang seringkali di luar pemikiran kita. Apakah kita bisa percaya kalau Tuhan sedang mengatur seluruh kehidupan kita dengan rencana yang luar biasa? Percayalah bahwa pada akhirnya, rencana Tuhan sungguh indah bagi kita.

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29: 11) 

Sumber : Buku 100 Kisah Iman Djohan Handojo

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

ESAR HADON HASIBUAN 10 December 2017 - 11:08:45

Shalom ,jc talk saya ingin pencerahan bagaimana sa.. more..

1 Answer

Elma 9 December 2017 - 11:57:05

bagaimana seorang introvet bisa mengubah kepribadi.. more..

1 Answer

Elma 9 December 2017 - 11:55:56

bagaimana caranya agar selalu percaya diri

0 Answer


Veronica 10 December 2017 - 04:16:41
Shalom, Saya mohon bantuan doa nya, saya adalah se... more..

Risma warisman 8 December 2017 - 20:58:04
Mlm bapak ibu mohin dulungam doanya... saya sangat... more..

Tika Elfrida P 1 December 2017 - 22:55:16
Selamat malam JC, mohon dukungan doa agar lebih fo... more..

Nicko Agusta 30 November 2017 - 10:28:57
Hari ini, 30 November 2017 berkas studi dan pengaj... more..

Banner Mitra Week 2


7334

advertise with us