Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Budhi Marpaung

Official Writer
990


Sebagai bapak-ibu muda yang baru memiliki seorang bayi tentu ada banyak hal yang berkecamuk di dalam hati. Di satu sisi senang karena Tuhan telah menganugerahkan keturunan di dalam keluarga, tetapi di satu sisi lain ada rasa takut atau lebih tepat mungkin keraguan tentang kesiapan sebagai orangtua.

Salah satu ketakutan yang kerap menerpa seorang ayah atau ibu baru adalah saat mereka menggedong bayi. Biasanya ayah atau ibu akan dihinggapi kekhawatiran berlebih ketika buah hati ada di atas tangan mereka. Seperti yang dialami oleh Craig Denison.

Kelahiran anak yang pertama membawanya belajar banyak hal baru. Bukan hanya belajar mengganti popok, mengatur keuangan untuk kebutuhan sang bayi, tetapi juga ketrampilan menggedong bayi.

Untuk hal terakhir yang disebut, ia mengakui belajar sangat keras. Bagaimana tidak, makhluk hidup kecil yang begitu mungil kini harus mengandalkan dirinya dan istri dalam segala hal.

Beberapa bulan sebelum anak tersebut lahir, Tuhan mengajarkan satu hal penting yang terus menerus di dalam dirinya: Segala hal yang ia berikan kepada anaknya pada akhirnya adalah mengenai siapakah dirinya sebenarnya. Apa yang membuatnya stres akan membuat anaknya juga stres. Bagaimana ia merespon situasi sekitar akan berpengaruh bagaimana sang buah hatinya bakal merespon situasi sekitarnya kelak.

Oleh karena itu, Craig memimpikan anaknya akan menjadi anak yang sesuai harapannya. Ia ingin hidup di dalam kelimpahan dan kepenuhan. Menolak segala ketakutan yang mempengaruhi kehidupannya. Ia mau bagaimana ia mencintai istrinya akan diteladani oleh sang buah ketika memiliki pasangan.

Craig mengakui ketakutan yang lebih besar daripada menggedong bayi adalah mengetahui apakah anaknya di kemudian hari menjadi orang sebagaimana diharapkannya atau tidak. Namun, ia bersyukur memiliki Allah Bapa yang bisa menjadi contoh sempurna untuknya. Ketika ia sedang mencari cara “melatih anaknya di dalam jalan yang seharusnya ia tempuh”, Sang Gembala Baik memimpin dan melatihnya (Amsal 22:6). Saat sedang mencari cara bagaimana mengasihi buah hatinya tanpa syarat, ia menemukan Mazmur 103:17: Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu. Pada akhirnya, Craig menyadari bahwa anaknya memiliki Bapa di Surga yang begitu mengenalnya, mengasihinya, dan merupakan teladan terbaik bagi kehidupannya.

Jadi, selagi belajar bagaimana menggedong bayinya, Craig mengaku menemukan kebenaran yakni bahwa Dia memiliki Bapa yang berani menggendong dirinya dengan kedua telapak tangan-Nya (Yesaya 46:4). 

Sumber : christianparenting.org

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

ESAR HADON HASIBUAN 10 December 2017 - 11:08:45

Shalom ,jc talk saya ingin pencerahan bagaimana sa.. more..

1 Answer

Elma 9 December 2017 - 11:57:05

bagaimana seorang introvet bisa mengubah kepribadi.. more..

1 Answer

Elma 9 December 2017 - 11:55:56

bagaimana caranya agar selalu percaya diri

0 Answer


Veronica 10 December 2017 - 04:16:41
Shalom, Saya mohon bantuan doa nya, saya adalah se... more..

Risma warisman 8 December 2017 - 20:58:04
Mlm bapak ibu mohin dulungam doanya... saya sangat... more..

Tika Elfrida P 1 December 2017 - 22:55:16
Selamat malam JC, mohon dukungan doa agar lebih fo... more..

Nicko Agusta 30 November 2017 - 10:28:57
Hari ini, 30 November 2017 berkas studi dan pengaj... more..

Banner Mitra Week 2


7334

advertise with us