Share this article :

Marah Pada Gereja Katolik, Presiden Filipina Dirikan Agama Baru

 Tue January 3rd, 2017
 1658

Artikel ini ditulis oleh :

daniel.tanamal

Official Writer
 

Marah Pada Gereja Katolik, Presiden Filipina Dirikan Agama Baru Sumber : Istimewa

Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali melontarkan pernyataan pedas berikut dengan sindiran kepada Gereja Katolik setempat yang dianggap berbagai pihak sebagai sebuah hinaan. Dalam pernyataan terbarunya, Duterte menyatakan kemarahannya kepada kepemimpinan Gereja Katolik yang ikut mengusik perang melawan narkoba yang dia kobarkan.

Bahkan Duterte sampai membuat sindirian dengan mengajak masyarakat mengikuti sebuah paham yang dijadikannya sebagai sebuah agama baru yang bernama “Iglesia ni Duterte”. ”Anda mengatakan Duterte pembunuh. Anda imam (pendeta), Anda menyalahkan saya atas kematian ribuan pecandu narkoba, bahkan mereka yang meninggal di rumah sakit, Anda masih menyalahkan saya. Tapi Anda adalah orang-orang yang membunuh Kristus,” katanya.

Semenjak terpilih dan melakukan “pembersihan massal” terhadap masyarakat Filipina yang ketahuan menjual dan memakai narkoba, Duterte kerap dikritik Gereja Katolik Filipina yang menilai cara-caranya tersebut sebagai tindakan biadab dan tidak berprikemanusiaan. Bahkan komunitas gereja-gereja lain seperti Gereja Redemptoris di Baclaran meluncurkan pameran foto pembunuhan brutal dalam perang melawan narkoba yang diluncurkan pemerintah Duterte.

Duterte pun segera bereaksi keras dengan mengatakan bahwa pihak Gereja Katolik hanya berisi orang-orang munafik yang tidak mau membantu kampanye anti narkoba dan hanya mau mengeruk uang persembahan jemaat saja. ”Gereja tidak memberikan apa-apa bahkan ketika mereka mengumpulkan (uang) begitu banyak. Pernyataan saya ini penuh dengan sarkasme karena mereka (pendeta)  telah mengkritik saya. Mereka adalah orang-orang munafik,” tambah Duterte.

Sejak menjabat sebagai Presiden enam bulan lalu, Duterte telah menghabisi lebih dari 6.000 orang yang terindikasi terlibat narkoba, baik pengedar maupun pemakainya. Meski telah mengatakan perang atas narkoba akan tuntas dalam enam bulan, tapi ia kemudian memperpanjang tenggat. Bahkan bulan lalu ia menyatakan akan terus "sampai pengedar terakhir mati."

Meskipun dikritik keras oleh berabagai kelompok HAM termasuk juga PBB hingga Amerika Serikat, namun langkah Duterte disetujui oleh mayoritas masyarakat Filipina, yang menilai bahwa selama ini negara tersebut memang telah dikepung oleh mental narkoba.


Sumber : berbagai sumber

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :
DuniaFlanel 19 February 2017 - 16:51:46
Sejak tgl 13 Januari, saya sudah mengikuti perseku... more..

Vonny 'Oshin' Kartawidjaya 17 February 2017 - 19:21:05
Mohon dukungan doanya untuk saya bisa mendapatkan ... more..

Bryan inzaghi 17 February 2017 - 00:19:03
saya berharap dapat melanjutkan sekolah sampai tun... more..

Georgina Aprilia 16 February 2017 - 09:54:02
Bapa hari rabu 22 Februari 2017 aku dijadwalkan un... more..

Connect With Us


connect facebook connect twitter connect youtube connect google instagram
Anak Muda Indonesia Kurang Role Model
Anak Muda Indonesia Kurang Role Model
Banyak anak muda Indonesia yang tak tahu cara meraih mimpi, mencapai sukses, bahkan tidak berani ber...