Share this article :

Marah Pada Gereja Katolik, Presiden Filipina Dirikan Agama Baru

 Tue January 3rd, 2017
 1479

Artikel ini ditulis oleh :

daniel.tanamal

Official Writer
 

Marah Pada Gereja Katolik, Presiden Filipina Dirikan Agama Baru Sumber : Istimewa

Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali melontarkan pernyataan pedas berikut dengan sindiran kepada Gereja Katolik setempat yang dianggap berbagai pihak sebagai sebuah hinaan. Dalam pernyataan terbarunya, Duterte menyatakan kemarahannya kepada kepemimpinan Gereja Katolik yang ikut mengusik perang melawan narkoba yang dia kobarkan.

Bahkan Duterte sampai membuat sindirian dengan mengajak masyarakat mengikuti sebuah paham yang dijadikannya sebagai sebuah agama baru yang bernama “Iglesia ni Duterte”. ”Anda mengatakan Duterte pembunuh. Anda imam (pendeta), Anda menyalahkan saya atas kematian ribuan pecandu narkoba, bahkan mereka yang meninggal di rumah sakit, Anda masih menyalahkan saya. Tapi Anda adalah orang-orang yang membunuh Kristus,” katanya.

Semenjak terpilih dan melakukan “pembersihan massal” terhadap masyarakat Filipina yang ketahuan menjual dan memakai narkoba, Duterte kerap dikritik Gereja Katolik Filipina yang menilai cara-caranya tersebut sebagai tindakan biadab dan tidak berprikemanusiaan. Bahkan komunitas gereja-gereja lain seperti Gereja Redemptoris di Baclaran meluncurkan pameran foto pembunuhan brutal dalam perang melawan narkoba yang diluncurkan pemerintah Duterte.

Duterte pun segera bereaksi keras dengan mengatakan bahwa pihak Gereja Katolik hanya berisi orang-orang munafik yang tidak mau membantu kampanye anti narkoba dan hanya mau mengeruk uang persembahan jemaat saja. ”Gereja tidak memberikan apa-apa bahkan ketika mereka mengumpulkan (uang) begitu banyak. Pernyataan saya ini penuh dengan sarkasme karena mereka (pendeta)  telah mengkritik saya. Mereka adalah orang-orang munafik,” tambah Duterte.

Sejak menjabat sebagai Presiden enam bulan lalu, Duterte telah menghabisi lebih dari 6.000 orang yang terindikasi terlibat narkoba, baik pengedar maupun pemakainya. Meski telah mengatakan perang atas narkoba akan tuntas dalam enam bulan, tapi ia kemudian memperpanjang tenggat. Bahkan bulan lalu ia menyatakan akan terus "sampai pengedar terakhir mati."

Meskipun dikritik keras oleh berabagai kelompok HAM termasuk juga PBB hingga Amerika Serikat, namun langkah Duterte disetujui oleh mayoritas masyarakat Filipina, yang menilai bahwa selama ini negara tersebut memang telah dikepung oleh mental narkoba.


Sumber : berbagai sumber

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :
Cinta Tuhan 19 January 2017 - 20:03:46
Ibu saya mempunyai pembantu bernama mbak Y. Mbak Y... more..

Rosa Yohana 19 January 2017 - 10:51:33
saya rindu di tahun ini bisa terlepas dari beban &... more..

Deasy Nathalie 18 January 2017 - 23:37:09
mohon banntuan doanya agar dimudahkan dalam mencar... more..

Yolafebi 15 January 2017 - 21:51:51
Saya mohon tolong doakan saya, Minggu lalu saya di... more..

Connect With Us


connect facebook connect twitter connect youtube connect google instagram
Harta Yang Paling Indah: Keluarga?
Harta Yang Paling Indah: Keluarga?
Apa yang paling berharga dalam kehidupan Anda? Harta, jabatan, atau justru warisan peninggalan? Tida...