Share this article :

Marah Pada Gereja Katolik, Presiden Filipina Dirikan Agama Baru

 Tue January 3rd, 2017
 1934

Artikel ini ditulis oleh :

daniel.tanamal

Official Writer
 

Marah Pada Gereja Katolik, Presiden Filipina Dirikan Agama Baru Sumber : Istimewa

Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali melontarkan pernyataan pedas berikut dengan sindiran kepada Gereja Katolik setempat yang dianggap berbagai pihak sebagai sebuah hinaan. Dalam pernyataan terbarunya, Duterte menyatakan kemarahannya kepada kepemimpinan Gereja Katolik yang ikut mengusik perang melawan narkoba yang dia kobarkan.

Bahkan Duterte sampai membuat sindirian dengan mengajak masyarakat mengikuti sebuah paham yang dijadikannya sebagai sebuah agama baru yang bernama “Iglesia ni Duterte”. ”Anda mengatakan Duterte pembunuh. Anda imam (pendeta), Anda menyalahkan saya atas kematian ribuan pecandu narkoba, bahkan mereka yang meninggal di rumah sakit, Anda masih menyalahkan saya. Tapi Anda adalah orang-orang yang membunuh Kristus,” katanya.

Semenjak terpilih dan melakukan “pembersihan massal” terhadap masyarakat Filipina yang ketahuan menjual dan memakai narkoba, Duterte kerap dikritik Gereja Katolik Filipina yang menilai cara-caranya tersebut sebagai tindakan biadab dan tidak berprikemanusiaan. Bahkan komunitas gereja-gereja lain seperti Gereja Redemptoris di Baclaran meluncurkan pameran foto pembunuhan brutal dalam perang melawan narkoba yang diluncurkan pemerintah Duterte.

Duterte pun segera bereaksi keras dengan mengatakan bahwa pihak Gereja Katolik hanya berisi orang-orang munafik yang tidak mau membantu kampanye anti narkoba dan hanya mau mengeruk uang persembahan jemaat saja. ”Gereja tidak memberikan apa-apa bahkan ketika mereka mengumpulkan (uang) begitu banyak. Pernyataan saya ini penuh dengan sarkasme karena mereka (pendeta)  telah mengkritik saya. Mereka adalah orang-orang munafik,” tambah Duterte.

Sejak menjabat sebagai Presiden enam bulan lalu, Duterte telah menghabisi lebih dari 6.000 orang yang terindikasi terlibat narkoba, baik pengedar maupun pemakainya. Meski telah mengatakan perang atas narkoba akan tuntas dalam enam bulan, tapi ia kemudian memperpanjang tenggat. Bahkan bulan lalu ia menyatakan akan terus "sampai pengedar terakhir mati."

Meskipun dikritik keras oleh berabagai kelompok HAM termasuk juga PBB hingga Amerika Serikat, namun langkah Duterte disetujui oleh mayoritas masyarakat Filipina, yang menilai bahwa selama ini negara tersebut memang telah dikepung oleh mental narkoba.


Sumber : berbagai sumber

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :
Hans 30 April 2017 - 23:33:56
Mohon dukungan doa utk anak kami Abigail bianca da... more..

SUZY RATNANINGRUM 29 April 2017 - 01:20:07
Bapa di surga saya tolonglah saya pulihkan keuanga... more..

Kartilah 27 April 2017 - 15:53:46
Mohon bantuan doanya supaya saya bisa segera menda... more..

William Gosal 25 April 2017 - 15:28:00
Tolong doakan saya agar terbebas dari ikatan porno... more..

Connect With Us


connect facebook connect twitter connect youtube connect google instagram
Kenali 4 Faktor Penghambat Wanita Sulit Hamil
Kenali 4 Faktor Penghambat Wanita Sulit Hamil
Memiliki seorang anak adalah impian semua pasangan. Namun, apakah semua pasangan bisa dengan mudah d...