Share this article :

Berita Kepada Kawan

 Mon November 28th, 2016
 523

Artikel ini ditulis oleh :

daniel.tanamal

Official Writer
 

Berita Kepada Kawan Sumber : Jawaban.com
Pelayanan ini terasa sangat menyedihkan. Sayang engkau tak duduk di sampingku kawan. Banyak cerita yang mestinya kusampaikan, rohani yang kering dan pernikahan yang berantakan. Kawan coba dengarkan kisah ini, lalu belajar supaya tidak mengulangi.

Dari segi pelayanan ia tergolong berhasil. Jemaatnya mendekati 3.000 orang. Sering memberi seminar di berbagai negara. Ia berhasil mencetak pemimpin muda di banyak kota. Namun sayang, ia harus menghadapi kenyataan pahit, suatu hari istrinya minta cerai. Dengan berlinang air mata, sahabat saya ini bercerita dan memintaku untuk berdoa. Kami sudah berteman lebih dari 15 tahun. Itulah sebabnya aku sangat prihatin dengan kondisi pernikahannya. Akupun berdoa dan memberi nasehat kepadanya.

Pelayanan adalah dunia yang sangat berbahaya. Di sana banyak penyalahgunaan, pelecehan dan eksploitasi. Benarlah kata pak John Maxwell, 'dunia pelayanan bisa mendekatkan atau sebaliknya menjauhkan Anda dari Tuhan'. Tidak sedikit yang menggunakan pelayanan untuk membangun jati diri. Kelompok ini sering menggunakan mimbar untuk mendapat pujian, kesukaannya menghitung jumlah jemaat untuk status, dan pamer fasilitas untuk mendongkrak identitas. Namun sayang, atas nama 'kemuliaanku' ia rela mengorbankan segalanya dan tidak peduli dengan kondisi pernikahannya.

Bapak Steve Farrar dalam bukunya 'Finishing Strong' juga pernah berkata bahwa pemimpin kristen yang mengakhiri dengan baik itu hanya 10 persen. Sisanya terjungkal di tengah jalan karena jatuh dalam zinah, penyalahgunaan keuangan, sok berkuasa dan menelantarkan keluarga. Membaca buku ini, hati bisa berdebar dan was-was, apakah aku bisa mengakhiri dengan baik? Inilah doaku setiap hari 'supaya aku tetap setia kepada Allah, keluarga dan panggilan hidup.'

Ibu Melany Stockstil pernah berkata '64 persen istri pendeta tidak bahagia'. Dan disinilah awal dari bencana. Jika pelayanan dijadikan lahan untuk memuliakan diri bukan memuliakan Tuhan, pasti akan ada akibatnya. Pendeta berlomba menambah jumlah jemaat dengan main sikat sana sini, mancing di aquarium atau menjala di empang tetangga. Jemaat tidak lagi dipandang sebagai umat Tuhan tetapi aset perusahaan. Kerja 24 jam, membanting tulang atas nama 'ladang Tuhan' namun lupa keluarga yang menjadi aset kehidupan. Jangan heran jika istri memilih untuk hidup dalam kepahitan terhadap suami yang gila pelayanan.

Mari berhenti sejenak, dan merenungkan tulisan ini. Jangan takut kena templak, jangan malu kena tegur. Sudah saatnya membuka mata dan menaruh tangan di dada sambil berkata 'selidiklah hatiku ya Allah...'

Setelah itu berubah dan menjadi lebih baik. Selamat pagi semua dari Sydney Australia.

 

Renungan Oleh:
Pendeta Paulus Wiratno


Sumber : Disunting seperlunya tanpa mengurangi atau menambah maksud penulisan, editing oleh Daniel Tanamal - Jawaban.com

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :
Elizabeth Chelsea 22 March 2017 - 15:52:39
Tolong dibantu doa untuk saya benar - benar bisa t... more..

trix 21 March 2017 - 19:11:34
Mohon dukungan doanya agar setiap lamaran kerja ya... more..

SUZY RATNANINGRUM 19 March 2017 - 23:45:01
Ya Bapa kudatang padaMu membawa bebanku. Bapa saat... more..

SUZY RATNANINGRUM 19 March 2017 - 22:06:56
Keadaan ekonomiku terpuruk. Keuanganku ludes. Saya... more..

Connect With Us


connect facebook connect twitter connect youtube connect google instagram
Menjadi Seorang Perempuan, Istri, dan Ibu
Menjadi Seorang Perempuan, Istri, dan Ibu
Menjadi seorang ibu adalah sebuah pekerjaan yang tidak mudah. Seorang ibu melakukan banyak hal yang ...