Share this article :

Mengubah Tragedi Menjadi Berkat

 Tue October 18th, 2016
 846

Artikel ini ditulis oleh :

Lori Mora

Official Writer
 

Mengubah Tragedi Menjadi Berkat Sumber : Mettahu.wordpress.com

Aku tidak bermaksud menjadi seseorang yang suka mengatakan hal-hal yang tragis, tetapi aku berjanji ada akhir bahagia dalam cerita ini, begitu juga pelajaran yang sangat berharga! Aku akan mencoba untuk mempersingkatnya karena aku tahu hampir setiap orang tidak suka dengan hal-hal yang bertele-tele. Pada dasarnya, aku ingin berbagi cerita tentang masa-masa paling terpuruk dalam hidupku.

Pada tahun 2014, ibu ku didiagnosa kanker. Kedengarannya sesuatu yang sudah terlalu umum? Itu adalah pengalaman pertama yang menegangkan bagiku. Aku pikir itu hanya sebuah kesalahan dalam perjalanan hidup ibuku. Namun, dia mengubahnya menjadi sesuatu yang menginspirasi orang lain. Dia menjadi berkat bagi orang lain.

Saat itu dia menderita kanker sarcoma uterus, penyakit yang sudah ditandai dengan bendera merah bagi para ahli ankologi. Ini adalah kanker ganas dan aku mulai menyadari bahwa dia tidak akan bisa melewatinya. Dan setelah berjuang selama satu tahun, ibu meninggal. Itu adalah realita yang paling sulit untuk aku terima.

Tidak ada anak yang pasti siap untuk mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang mereka kasihi. Tidak ada apapun yang bisa mengisi kekosongan ini. Bahkan saat aku berpikir bahwa hidup itu benar-benar sulit dan semakin memburuk. Belum lagi ketika ayah mulai berkencan denganw anita lain dalam waktu yang hanya kurang dari sebulan (setelah kematian ibu). Adik perempuanku mengalami gangguan mental dan harus menjalani pemeriksaan ke rumah sakit jiwa. Selain itu, pacarku bertindak secara fisik. Saat itu, rasanya hidupku seolah berada di dalam lubang gelap, dimana aku seakan tidak punya waktu untuk mendaratkan diri di atas permukaan tanah. Kondisi ini berlangsung selama beberapa waktu sampai aku benar-benar berkata kepada diriku sendiri. “Jangan menjalani hidup di bawah tekanan atau bergeraklah dan buat perubahan.” Butuh beberapa dorongan tambahan tapi aku akhirnya memutuskan untuk membuat perubahan drastis dan pergi jauh dari rumah, pindah ke California.

Aku menyadari bahwa aku tidak dihargai dalam pekerjaan yang aku lakukan di sebuah perusahaan besar. Karena aku dianggap tidak memberikan kontribusi apa-apa kepada masyarakat. Kemudian aku memutuskan untuk menggunakan pengalaman pahit saat ibu masih ada untuk menciptakan sesuatu yang akan memberikan para penderita kanker kesempatan untuk memiliki kenangan membahagiaan di akhir hidup mereka.

Dengan cucuran air mata dan penderitaan yang begitu besar, aku membuat sebuah program perencanaan untuk membantu orang-orang yang sedang berjuang melawan kanker ini. Program itu aku namakan CanPlan dan sejak program itu berjalan, ribuan pejuang kanker di seluruh dunia tertolong. Program ini bukan hanya sekadar perencanaan, tetapi sebuah peta menuju pemulihan.

Pesan dari kisah ini adalah bahwa seringnya kita akan menemukan inspirasi terbesar saat dalam kondisi tergelap dalam hidup. Hanya ketika kita merasa ingin menyerah, berpeganganlah sedikit lebih lama. Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan memicu kobaran api di dalam dirimu.

Sumber : Sunnyskyz.com/jawaban.com/ls

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :
rperjuraschri 3 December 2016 - 06:29:15

rperjuraschri 3 December 2016 - 06:28:40

Melpa Sinaga 29 November 2016 - 16:57:17
Shalom, saya melpa sinaga. saya baru tamat sekolah... more..

Naftalita Calista Putri 28 November 2016 - 19:33:37
Syalom , saya naftalita .. saya adalah seorang mah... more..

Connect With Us


connect facebook connect twitter connect youtube connect google instagram
Di Doa Ibuku, Namaku Disebut
Di Doa Ibuku, Namaku Disebut
“Halo Sahabat 24, aku ingin berbagi sebuah sejarah dalam hidupku. Namaku Ivan, dan aku anak sulung...