Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

daniel.tanamal

Official Writer
2634


Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa ada seperempat juta anak di Sudan Selatan yang saat ini dikoyak perang terancam kelaparan, terutama saat akhir dari konflik yang telah berlangsung 18 bulan itu. Hal itu dikatakan Toby Lanzer, yang dilarang untuk memasuki negara itu awal bulan ini setelah peringatannya akan krisis ekonomi, Selasa (16/6).

"Enam bulan lalu, kami pikir bahwa kekerasan dan penderitaan telah mencapai puncaknya dan bahwa perdamaian telah dekat. Kami salah. Kekerasan politik menyebabkan perdamaian makin menjauh, perang berkecamuk dan menuju keruntuhan ekonomi," lanjutnya.

Perang saudara dimulai pada Desember 2013, saat Presiden Salva Kiir menuduh mantan wakilnya, Riek Machar merencanakan kudeta, memulai siklus pembunuhan balas dendam di seluruh negara yang miskin itu, dan pada akhirnya memecah belah negara yang terkurung daratan di sepanjang garis etnis.

Kekerasan di Sudan Selatan telah ditandai dengan pembantaian etnis, pemerkosaan dan penggunaan tentara anak. "Di setengah wilayah negara itu, satu dari tiga anak kekurangan gizi akut dan 250.000 anak terancam kelaparan," kata Lanzer, menambahkan dalam laporan yang mendesak donor untuk berkontribusi pada permintaan bantuan senilai US$ 1,63 miliar.

Ia mengatakan, Sudan Selatan berada di peringkat rendah dalam hal pembangunan manusia dari hampir setiap tempat lain di bumi. "Dua-pertiga dari 12 juta penduduk negara itu membutuhkan bantuan, dengan 4,5 juta orang menghadapi kerawanan pangan yang parah," ujar PBB.

"Pertempuran terbaru telah ditandai dengan pembakaran luas rumah, pembongkaran sekolah, rumah sakit dan pos kesehatan, pencurian puluhan ribu ternak, perusakan sumber air, dan serangan lainnya pada infrastruktur dan aset yang diperlukan untuk kehidupan komunal," tambah laporan itu, yang juga menyebutkan perkosaan dan serangan terhadap warga sipil.

"Belum ada upaya yang jelas untuk membedakan militer dari target sipil, dengan penembakan pada pusat kegiatan warga dan penembakan tanpa pandang bulu ke pemukiman. Lebih dari selusin pekerja bantuan telah tewas sejak perang dimulai dengan banyak yang lain hilang. Sementara itu tempat penyimpanan dan konvoi bantuan dijarah," tambahnya.

Uni Afrika telah mengeluarkan pernyataan mengutuk para pemimpin perang dan menyeru Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi pada mereka. "Keberlanjutan permusuhan, secara total mengabaikan penderitaan rakyat, sama saja dengan ketiadaan tanggung jawab yang paling mendasar dari para pemimpin Sudan Selatan untuk rakyat mereka sendiri," kata Dewan Keamanan dan Perdamaian Uni Afrika.



Sumber : Berbagai Sumber

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Doma Santika Malau 22 October 2017 - 21:19:46

Doa untuk mempunyai anak

0 Answer

Silvi Kirey 22 October 2017 - 04:55:26

Apakah saya bisa menikah dengan yang beda agama de.. more..

1 Answer

Basaria Sitohang 22 October 2017 - 01:40:48

bagaimana mengenal diri sendiri

1 Answer


evelina 19 October 2017 - 15:25:05
kiranya Tuhan Yesus berkenan membuka hati lelaki y... more..

ARI 19 October 2017 - 08:25:34
Dear Team Prayer, dukung saya dalam doa untuk sua... more..

Veronica Sitanggang 18 October 2017 - 21:15:29
Bantu dukungan doanya agar Tuhan memenangkan jiwa ... more..

Dessy Sitohang 16 October 2017 - 20:16:48
Saya mohon bantu doa nya agar saya diangkat jadi S... more..

Banner Mitra Week 4


7314

Line Jawaban