Share this article :

Indri Pardede: Uang adalah Di Atas Segala-segalanya

 Fri March 14th, 2014
 20620

Tahun 1994, Indri yang berhasil meraih gelar doktor dengan prestasi cum laude di Amerika membuka sebuah hotel dan diskotik di satu kota di Indonesia. Usaha yang dijalankannya sangat enak. Bahkan karena begitu mudah mendapatkan uang, ia seringkali melecehkan orang-orang yang kerja lembur setiap harinya.

Indri tidak peduli dengan akibat usaha yang dikembangkannya saat itu. Baginya, uang adalah di atas segala-galanya. Kehidupan pesta dan foya-foya merupakan gaya hidupnya ketika itu. Namun, di tengah semua yang ia jalani dan miliki, terselip rasa takut yang terus membelenggu. Ia takut bila saat ini nyawanya dicabut, ia akan masuk neraka. Tetapi, dia tidak tahu bagaimana jalan keluarnya. Untuk mengurangi rasa ngeri tersebut, Indri menggunakan valium setiap keluar rumah.

Empat tahun ia menjalankan bisnis hotel dan diskotik. Memang keuntungan ekonomi ia terima, tetapi bersamaan dengan itu kehidupannya semakin kacau. Penyakit mulai menyerangnya. Tubuhnya menjadi kurus kering dan wajahnya menjadi seperti panji tengkorak. Butuh satu tahun ia sembuh. Namun, begitu selesai menghadapi penyakit ini, Indri mengalami koma karena tidak dapat membuang angin. Untuk mengatasi ini, Indri pun diterbangkan ke rumah sakit di Singapura.

Walau sudah banyak uang dikeluarkan, namun prahara tak kunjung berhenti. Usaha hotel yang dipunyainya hangus terbakar sehingga dia tidak punya pendapatan. Untuk proses kelahiran anak keempatnya saja, dia tidak dapat membayarnya. Dalam kesendirian, ia merasa putus asa. Niat untuk bunuh diri timbul dari hati, tetapi hal tersebut gagal.  

Ketika dia sedang dalam rumah sakit, waktu akan melahirkan, ada seorang yang datang kepadanya. Orang tersebut mengatakan bahwa hidupnya itu spesial, berharga di mata Tuhan. Terjadi pergulatan di dalam diri Indri. Ia menganggap mustahil Tuhan mau mengampuni dirinya yang penuh dengan dosa, mengubah kehidupannya yang berantakan bahkan melakukan mukjizat pada bayinya dapat lahir normal setelah pihak dokter mengatakan bahwa bayinya akan lahir dengan cacat. Hanya, Indri mengambil komitmen, jika anak yang dilahirkannya itu lahir tanpa cacat, maka dia akan mengaku bahwa Tuhan itu ada.

Mukjizat terjadi!! Bayi yang dikandung Indri lahir dengan normal tanpa ada cacat sedikit pun. Disitulah Indri merasa bahwa Tuhan itu benar-benar ada. Dia menangis kepada Tuhan, mengakui segala kesalahannya dan meminta Tuhan untuk melayakkan dia kembali menjadi anak-Nya.

Sejak mengambil keputusan untuk meninggalkan kehidupan lamanya maka mukjizat demi mukjizat terjadi dalam hidup Indri Pardede. Setiap harta yang terhilang, Tuhan ganti semua, bahkan keluarga yang dulunya tidak harmonis, Tuhan pulihkan.


 

Sumber Kesaksian:
Indri Pardede
Sumber : V140310134436

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :