Share this article :

Musim Hujan, Program Jokowi Atasi Banjir Belum Rampung

 Tue November 19th, 2013
 1459

Musim hujan telah membuat kubangan air di beberapa titik wilayah Jakarta, meskipun belum mencapai puncaknya yang diperkirakan akan berlangsung Maret nanti. Beberapa program yang dijalankan Jokowi untuk mengatasi banjir akibat hujan sudah dilakukan, seperti normalisasi waduk, pengerukan dan pelebaran sungai, hingga membuat sumur resapan. Namun ternyata ada yang belum selesai, berikut proyek tersebut :

Pengerukan Waduk Pluit Terhenti

Waduk Pluit ini ditargetkan akan rampung akhir tahun mendatang. Saat ini pengerjaan taman tersebut baru mencapai 20 persen tapi sekarang harus berhenti karena masa kontrak alat berat pengeruk waduk telah habis sejak 9 November 2013 lalu. Untuk itu, Jokowi mendesak Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Manggas Rudi Siahaan untuk segera memperbaharui kontrak kerja alat berat tersebut.

Meskipun nantinya pemerintah daerah kekurangan dana, Jokowi punya solusi lainnya. "Kalau APBD ndak nutup ya dicarikan lagi, bukan dana swasta tapi CSR (corporate social responsibility), la wong yang mau bantu banyak kok, antre malah," ujar Jokowi.

Normalisasi Waduk Ria Rio Belum Rampung

Seperti waduk Pluit, waduk Ria Riopun ditargetkan selesai pada akhir tahun mendatang. Namun entah mengapa pengerukan di waduk ini dan daerah banjir Ulujami terhenti. Jokowi pun mengatakan akan mengecek alasannya.

Pengerukan Kali Pesanggrahan Terhenti

Entah apa yang menyebabkan pengerukan Kali Pesanggrahan terhenti. "Ini mau saya lihat, kenapa pengerukan di sana berhenti," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (18/11) kemarin.

Menurut rilisan beritajakarta.com, proses pembebasan lahan untuk proyek normalisasi Kali Pesanggrahan masih menemui sejumlah kendala, salah satunya yaitu karena ada warga yang menolak besarnya ganti rugi. Menurut mereka, Rp 900 ribu – Rp 4 juta per meter persegi sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tersebut tidak cukup dananya untuk menggantikan pembelian lahan di sekitar mereka tinggal.

Pengerjaan Sumur Resapan Belum Selesai

Target 2.000 sumur di lima wilayah Jakarta belum kelar pengerjaannya. Pembuatan sumur resapan ini dilakukan di pinggir jalan untuk menampung aliran air dari jalan raya. Dengan anggaran Rp 130 miliar, sumur yang sudah jadi berada di Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, serta di Jalan Raya Pasar Minggu.

Pompa Air Rusak

Kepala Dinas PU DKI, Manggas Rudi Siahaan mengatakan masih ada 70 pompa yang diperbaiki dari 400-an unit. Sisa pompa yang rusak itu sedang diperbaiki dan ditargetkan akan selesai akhir tahun ini.

Jaringan Kabel Masih Semrawut

Jaringan kabel yang semrawut itu ada di saluran-saluran air sehingga menyebabkan genangan dan banjir di Jakarta. Jokowi berencana menata jaringan kabel tersebut, namun itu tentu membutuhkan waktu lama. "Total pembangunan ducting di Jakarta itu lama, 10 tahunan. Itu cukup sulit ngerjainnya," ujarnya.

Untuk itu, Jokowi akan membangun ducting yang nantinya akan menyatukan seluruh jaringan kabel serta pipa yang selama ini ada di dekat saluran pembuangan air.

Masyarakat juga diharapkan berpartisipasi seperti tidak membuang sampah sembarangan, memberitahu pemerintah atau pihak terkait jika ada sungai, waduk, kali yang terlihat menguap dan dikuatirkan bisa menyebabkan banjir. Peduli lingkungan untuk kebaikan bersama.

 

Baca juga :

Menjadi Sahabat Bagi Pasangan : Istri Kepada Suami (1)

Ciri-Ciri Bakso Sapi yang Aman Dikonsumsi

Mengakhiri Pertandingan dengan Baik

Ciri Orangtua yang Jadi Sahabat Anak

Soekarno, Pejuang Kemerdekaan dengan Segala Romansanya

Minuman yang Harus Dihindari Penderita Diabetes

Sumber : beritajakarta.com-merdeka.com by lois horiyanti/jawaban.com

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :