Share this article :

Dua Orang Dibunuh Karena Iman Kristen

 Mon January 21st, 2013
 2214

Korea Utara: Dua orang tewas dibunuh karena kekristenan mereka. Satu orang warga ditembak, sementara seorang lagi tewas di salah satu penampungan buruh di Korea Utara. Kedua orang tersebut mendalami iman Kristen mereka dan mendapatkan pendalaman alkitab di Cina.

Warga yang tewas tertembak itu memulai ketertarikannya pada iman Kristen setelah bertemu seorang tenaga pelayanan Yayasan Open Doors yang memberikan bantuan pelayanan pada warga-warga pelarian dari Korea Utara.

Setelah ia mendalami Alkitab dan memperoleh pengajaran, ia memilih kembali ke Korea Utara. Ia berniat kembali ke Cina untuk mempelajari Alkitab lebih dalam supaya ia bisa menjelaskan iman Kristen lebih mendalam lagi pada keluarganya

Pekerja Open Doors tersebut mengungkapkan, "Seandainya saja ia tiba di sungai perbatasan sedikit terlambat, ia tidak akan tertangkap penjaga dan ditembak. Dia bisa masih hidup sekarang ini."

Warga kedua yang tewas di penampungan buruh di Korea Utara tertangkap setelah pihak berwenang di Korea Utara mengetahui bahwa warga tersebut beragama Kristen.

 "Kami tidak pernah menganjurkan mereka untuk kembali ke Korea Utara," kata pekerja Open Doors menjelaskan, "Ia sendiri yang memutuskan demikian. Kemudian kami menerima kabar bahwa ia tewas setelah disiksa habis-habisan karena kekristenannya. Ia dipaksa melakukan pekerjaan-pekerjaan berat tanpa diberikan makanan. Kami tahu bahwa banyak sekali umat Kristen yang dibunuh di Korea Utara. Namun berita ini masih sangat berat bagi kami."

Yayasan Open Doors menerika berita buruk tersebut dari banyak sumber yang tidak bisa disebutkan dengan alasan keamanan.

Dari 200 hingga 400 ribu orang Kristen yang mengakui iman Kristen mereka secara rahasia, 50 hingga 70 ribu orang Kristen terpaksa tinggal, bekerja, hingga akhirnya tewas di penampungan khusus yang mengerikan di Korea Utara. Bahkan kepemilikan alkitab saja cukup untuk membuat mereka ditangkap dan dijebloskan ke penjara penampungan.

Hal tersebut menjadikan Korea Utara negara pertama yang diawasi secara ketat oleh Yayasan Open Doors dunia selama 11 tahun ini.

Seorang saksi mengungkapkan, "Orang akan dibunuh kalau mereka percaya pada Tuhan Yesus. Di sana, Kim Jong-Un lah Tuhan dan tidak boleh ada Tuhan lain selain dirinya. Ibadah gereja dilaksanakan ketika ada pendatang dari luar Negeri. Penduduk lokal hanya dijadikan peserta tambahan saja. Kebebasan beragama, berbicara, dan press adalah mustahil di Korea Utara."

Tewasnya saudara-saudara kita merupakan berita yang sangat mematahkan hati. Keberadaan yayasan Open Doors merupakan karunia yang sangat membantu saudara kita. Untuk itu marilah kita bersama-sama mendukung mereka dengan doa sehingga saudara kita segera tertolong.


Baca Juga Artikel lainnya:


True Story: The Ignored Orphan

5 Peringatan Bagi Anda yang Sedang Dibutakan Oleh Asmara


Dana Bantuan Banjir Sebesar Rp 2 Triliun

Sumber : charismanews.com / Zee

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :