Share this article :

Gelombang Serangan Terhadap Umat Kristen terjadi di Suriah

 Sun February 12th, 2012
 2522

Ternyata dibalik aksi penggulingan Presiden Bashar al-Assad di Suriah, terdapat upaya intoleransi dan rasialisme yang dijalankan secara hening dan terselubung hingga lama tidak terendus oleh media. Kelompok yang mengatasnamakan agama, melakukan diskriminasi dan serangan sporadis terhadap umat Kristen disana.

Serangan utama yang langsung dapat diidentifikasikan sebagai usaha diskriminasi dan tekanan terhadap umat Kristen adalah penyerangan terhadap Convent Our Lady Saydnaya, rumah ibadah berumur 800 tahun milik umat Kristen Ortodoks, tepat dijantung Saidnaya, kota suci para Ortodoks. Tembakkan dari senjata roket pelontar granat (RPG), diarahkan ke tempat itu, tepat saat jemaat dan para peziarah akan mengakhiri misa Minggu (29/01/2012).

Namun tindakan pengecut ini tidak menimbulkan korban jiwa, akibat hulu pemicu granat tidak meledak sepenuhnya. Serangan kedua terjadi di kota Homs pada Kamis (2/02) dimana seorang pastor dari Keuskupan Orthodoks Anthiokhia bernama Pastor Basilios Nassar (30) ditembak mati oleh penembak jitu anti-pemerintah saat sedang mengobati jemaatnya yang sebelumnya ditembak ditengah jalan.

Sebuah laporan dari Barnabas Fund, organisasi yang melayani gereja-gereja teraniaya mengungkapkan bahwa sekitar 100 lebih umat Kristen di Suriah telah dibunuh sejak pecah pemberontakan melawan pemerintah Maret 2011. Berbagai bentuk serangan dan kekerasan terjadi seperti aksi-aksi penculikan terhadap anak-anak dari warga Kristen yang berakhir dengan pembunuhan. Menurut saksi mata, kekerasan itu dilakukan oleh kelompok intoleran anti-pemerintah yang mengatasnamakan demokrasi.

Sumber : Kabar Gereja

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :
Related article :