Share this article :

Elia Juga Manusia yang Bisa Kehilangan Semangat

 Mon November 12th, 2012
 3718

Hari-hari ini banyak orang yang letih, lelah, lesu dan berbeban berat. Banyak orang yang menjadi kehilangan semangat bahkan menjadi putus asa. Hal itu bisa disebabkan oleh karena banyaknya masalah maupun karena seringnya mengalami kegagalan.

Sesungguhnya semua orang di dunia ini tidak ada yang kebal dengan perasaan dan kondisi tidak bersemangat. Karena sebagai manusia kita memiliki perasaan dan kondisi tubuh kita yang bisa mengalami kemerosotan. Bahkan sekalipun ia nabi, atau rasul ataupun orang-orang kudus di Alkitab tidak luput dari hal ini dan bisa mengalami perasaan ini. Contoh yang terlihat jelas sisi kemanusiaan dari seorang nabi besar adalah Elia.

Alkitab mengatakan bahwa Elia langsung ketakutan dan berusaha menyelamatkan dirinya setelah diancam Ratu Izebel. Padahal sebelumnya dalam hari yang sama ia berhasil mengadakan mujizat dan mengalahkan nabi-nabi palsu. Karena ia merasa kesal dan gagal maka ia pun sampai minta mati kepada TUHAN.(iraja19:1-4)

Ada beberapa kondisi yang dialami Elia saat ia merasa putus asa atau tidak bersemangat:

1)Kelelahan secara jiwa dan rohani, setelah mengadakan peperangan besar melawan 450 nabi palsu yang mana mereka mendapat dukungan Raja Ahab dan Ratu Izebel.(iraja18:17-39)

Nabi Elia berharap Raja Ahab dan semua orang Israel bertobat dan bersyukur karena pelayanan yang dilakukannya. Tapi nyatanya Elia menuai kemarahan Ahab dan Izebel. Elia kesal, takut dan merasa gagal. (1 Raja-Raja 19 : 1-4)

2)Kelelahan secara jasmani karena Elia lari sangat kencang mendahului Ahab yang menggunakan kereta kuda. Padahal sebelumnya Elia habis menyembelih 450 nabi palsu tersebut.(iraja18:40,46)

3)Merasa sendiri dan tidak ada nabi yang sevisi, dan sehati seperti dia. Merasa tidak ada seorang pun yang mendukung dia.(iraja19:10,14)

 

Tahukah apa yang dilakukan TUHAN kepada Elia? (iraja19:3-18)

1)Membiarkan Elia menyelamatkan diri dan bersembunyi dari Izebel (ayat 3-4)

2)Membiarkan Elia mengutarakan kesedihannya, dan rasa putus asanya (ayat 4)

3)Membiarkan Elia berbaring dan tidur (ayat 5a dan 6b)

4)Memberikan Elia roti bakar dan minuman (ayat 5-8)

5)Membiarkan Elia curhat lalu menjawab curhatan Elia dengan menunjukkan kekuasaan-NYA. (ayat 9-14)

6)Memberikan tugas baru kepada Elia yaitu perintah untuk memberikan tongkat estafet kepada tiga orang berikutnya yang harus menyelesaikan misi Allah atas Israel dan Yehuda. (ayat 15-19)

Sumber : berbagai sumber / jp.mamora

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :