Share this article :

Kerajaan Allah : Realita Masa Kini dan Masa Depan

 Wed October 20th, 2010
 5237

"Realita saat ini dengan kesempurnaan masa depan."

Injil menurut Yesus Kristus adalah kabar baik tentang Kerajaan Allah : "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" (Markus 1:15). Pelayanan Yesus di khususkan untuk menjelaskan, mengungkapkan dan mendirikan Kerajaan Allah. Jika kita salah mengerti tentang Injil Kerajaan Allah, maka kita akan salah mengerti tentang pelayanan Yesus, pemberitaan Yesus dan tujuan Yesus membangun gereja-Nya. Pendek kata, kita tidak akan menangkap pesan yang disampaikan melalui kitab Perjanjian Baru. Dengan ini, saya menawarkan dasar pengenalan tentang tema ini.

Kapan Kerajaan Allah itu dimulai?

Peresmian kerajaan Allah ini telah menjadi sebuah kontroversi besar. Kapan pastinya kerajaan itu dimulai? Apakah dimulai bersamaan dengan kedatangan Yesus? Jika demikian, apakah Yesus membuat kesalahan ketika ia mengatakan bahwa kerajaan itu "sudah dekat"?
Kebingungan ini muncul karena ayat-ayat Alkitab yang tidak saling mendukung. Beberapa ayat mengatakan bahwa kerajaan itu adalah suatu realita yang ada saat ini:

-  Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. ~ Matius 12:28

-  Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu." ~ Lukas 17:20-21

-  Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. Kolose 1:13-14

-  Yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, ~ Wahyu 1:6

Beberapa ayat mengatakan bahwa kerajaan itu adalah sesuatu yang akan datang

-  Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. ~ Matius 7:21

-  Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin. ~ II Timotius 4:18

Jika kita pelajari lebih lagi, maka kita bisa selaraskan antara ayat-ayat bagian pertama dengan ayat-ayat bagian kedua dalam satu kalimat ini, "suatu realitas saat ini dengan penyempurnaan di masa depan." Kerajaan Allah adalah suatu realita saat ini, namun kemuliaan yang sepenuhnya itu akan kita nikmati di masa depan nanti. Dalam bahasa teologis, dapat dikatakan bahwa Kerajaan Allah itu "sudah" ada disini, namun "belum" hadir dalam kepenuhannya.

Untuk itu, saat ini kita harus hidup dalam Kerajaan Allah itu sambil terus menjaga pandangan kita ke depan dimana penggenapan janji itu terjadi. Karena dua dimensi ini, masa kini dan masa depan, kita harus menolak semua pandangan yang mencoba mengalihkan kita seperti, (1)  menyatakan bahwa Kerajaan Allah telah sepenuhnya termanefestasi di masa ini, atau (2) Kerajaan Allah adalah sesuatu yang akan terjadi di masa depan dan tidak bisa kita rasakan di masa kini.

Pandangan pertama diungkapkan oleh teolog liberal di abad ke 19 dan 20. Sedangkan pandangan kedua ini dipegang oleh kaum dispensasionalis klasik yang menganggap Kerajaan Allah ini adalah sebuah dunia bagi orang Yahudi di masa depan.

Kita harus berpegang kepada kebenaran firman Tuhan bahwa Kerajaan adalah ada di masa kini dan juga masa depan – sebuah realita masa kini yang disempurnakan di masa depan.

Sumber : Jonathan Pattiasina

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :