Share this article :

Melakukan Pekerjaan Baik

 Fri October 16th, 2009
 3380

"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." (Efesus 2:10)

Beberapa dari antara kita mungkin ada yang memusingkan mengenai arti "baik' dan "benar'; Dua hal yang sama-sama memiliki maksud yang positif bagi kehidupan di dunia ini. Namun, saya tidak akan membahas mengenai perbedaan-perbedaan itu. Pekerjaan baik yang saya maksudkan disini adalah perbuatan yang sesuai dengan firman Tuhan.

Menjadi anak-anak Tuhan adalah sebuah anugerah yang harus kita syukuri yang telah menerimanya. Kita yang harus seharusnya menjadi tawanan dilepaskan oleh karena peristiwa kematian Tuhan Yesus. Dia menebus dosa-dosa kita dan menjadikan kita orang-orang yang merdeka. Namun, anugerah tersebut tidak membuat hidup yang kita jalani telah selesai sampai disitu saja. Masih banyak hal yang harus dilakukan oleh setiap kita yang masih tinggal di dunia ini. Salah satunya adalah melakukan perintah-Nya untuk melakukan perbuatan baik.

Semua agama di dunia ini mengajarkan hal berbuat baik kepada setiap makhluk hidup. Akan tetapi, ada yang membuat apa yang kita kerjakan itu berbeda dengan mereka, yakni kehadiran Tuhan Yesus dalam Anda dan saya. Oleh karena kita adalah orang-orang yang berbeda dengan orang-orang di dunia ini maka perbuatan baik yang kita lakukan pun haruslah berbeda. Berbeda disini bukanlah didasarkan atas bentuk perbuatan baiknya, tetapi kepada siapakah yang harus mendapat kebaikan dari kita.

Bila kita belum mengenal Tuhan Yesus, mungkin kita akan berbuat baik hanya kepada mereka yang mengasihi kita, sedangkan musuh kita? Jangan berharap! Saat ini hal tersebut telah berubah. Kita harus berbuat kepada setiap orang baik dia kawan atau musuh kita. Berat? Ya, pada awalnya. Namun, seiring dengan perjalanan rohani bersama Tuhan Yesus, semuanya itu akan semakin dimudahkan.

Salah satu penghalang kita berbuat baik adalah keegoisan kita. Pemenuhan diri sendiri yang mendapatkan fokus terlalu besar dalam hidup kita membuat kita sulit untuk mempraktikkan perbuatan baik kepada orang lain. Hal ini menjadi bahaya karena Roh Kudus yang tinggal dalam hidup kita tidak akan dapat kita dengar suara-Nya.

Dalam kitab Galatia pasal 5 ayat 25, Rasul Paulus yang mendapat ilham dari Tuhan menuliskan seperti ini, "Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita dipimpin oleh Roh," hal ini sangatlah jelas untuk memberitahukan bahwa Roh Kudus hanya dapat menuntun bila kita meresponi dengan sikap hati yang benar.

Melakukan perbuatan baik bukanlah sesuatu yang harus dipaksakan. Tindakan itu muncul dari hubungan kita dengan Allah. Seberapa dalam kita berkomunikasi dengan-Nya akan terpancar dari seberapa banyak dan besar perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan.

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :