Share this article :

Transkrip Kuno Alkitab Virtual Akan di Rilis

 Tue July 22nd, 2008
 9497

Transkrip tertua dari perjanjian baru yang berasal dari abad ke 4, dimana tertulis pesan Injil dan kisah para rasul yang disebarkan keseluruh dunia, akan disatukan seluruhnya kembali, namun kali ini dilakukan secara online.

Transkrip yang bernama Codex Sinaiticus tersebut akan dapat ditemukan di web pada bulan Juli ini. Penyatuan secara digital ini merupakan kerja bareng yang dilakukan secara terpisah dari Inggris, Rusia, Jerman dan dari biara yang berada di padang gurun Sinai, Mesir.

Pengantar dari Codex Sinaiticus ini juga menyertakan beberapa bagian dari perjanjian lama, diantaranya adalah kitab Mazmur.

"Hanya beberapa orang yang beruntung pernah memiliki kesempatan melihat beberapa paragraf dari Codex Sinaiticus ini," kata Scot McKendrick, pustakawan Inggris. Jadi dengan kehadiran transcrip ini di website, memberi semua orang kesempatan untuk mengakses "harta karun" unik ini, demikian tambahnya.

Codex Sinaiticus adalah hasil temuan dari Biara Saint Catherine di Gunung Sinai oleh seorang sarjana Alkitab yang berasal dari Jerman, bernama Constantine Tischendorf pada pertengahan abab ke 19.

Bagaimana perkamen ini bisa tersebar kebeberapa negara memang tidak bisa terbayangkan. Pada tahun 1933, Perpustakaan Inggris membeli 347 halaman dari transcrip kuno ini dari Soviet. Kemudian 43 halaman berada di universitas kepustakaan di Leipzig, Jerman, dan enam fragmen berada di perpustakaan Nasional Rusia di St. Petersburg. Pada tahun 1975, beberapa biarawan menyembunyikan 12 halaman dan 40 fragmen disebuah tempat di biara.

Diperkirakan bahwa pada awalnya, ketika si penemu transcrip kuno ini melakukan perjalanannya pada tahun 1944, kitab-kitab tersebut memang telah terpisah-pisah. Tapi akhirnya sekarang akan disatukan kembali, secara virtual.

Pada masa lalu, jika seseorang berharap untuk mempelajari dokumen-dokumen tersebut, harus melakukan pendekatan ke Perpustakaan Inggris dengan berlutut, kata Christopher Tuckkett, seorang professor bidang kitab Perjanjian Baru di Universitas Oxford.
"Dan kini memiliki kesempatan melihatnya dengan sekali klik, adalah fantastis," katanya. "Anda bisa melakukannya dalam dua detik, yang dulunya memerlukan beberpa jam hanya untuk membuka halamannya saja."

Tulisan Yunani yang berasal dari 1600 tahun lalu, yang tidak diketahui dengan pasti dimana ditulisnya, dan 400 halaman yang bertahan hingga saat ini bagian dari kitab perjanjian baru ini memiliki beberapa perbedaan yang menarik dengan Alkitab yang digunakan orang Kristen saat ini.

Contohnya adalah injil Markus, pada bagian akhir dari cerita murid-murid Yesus yang melihat kubur Yesus kosong, dituliskan disana bahwa para murid tersebut meninggalkan tempat itu dengan ketakutan.

Terlepas dari semua itu, pastinya Anda bisa menemukan sebuah peninggalan dari keKristenan mula-mula yang patut dipelajari. Dan lagi, Anda bisa mengaksesnya secara gratis. Namun disayangkan, pada saat artikel ini tayangkan, Christian Post tidak menyertakan alamat website tersebut. Jadi bagi Anda yang tertarik untuk mempelajari lebih lagi, tunggu saja saat website ini dilaunching.

Sumber : Christian Post/VM

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :