Share this article :

Panggilan Hidup

 Wed December 24th, 2008
 4605

Banyak orang masih bingung mengenai konsep panggilan hidup. Jadi apa sebenarnya panggilan hidup itu? Panggilan hidup adalah suatu dorongan dari dalam diri manusia untuk berkarya sesuai agenda Tuhan dengan menggunakan karunia yang ada dalam dirinya. Panggilan hidup tidak perlu dicari, cuma perlu disingkapkan saja. Mengapa demikian? Karena panggilkan hidup itu ada di dalam diri kita masing-masing. Untuk mengetahui panggilan hidup, kita tidak perlu mencarinya diluar sana. Yang kita perlukan adalah melihat kedalam diri kita sendiri. Jika sesuatu disebut sebagai panggilan, tentu ada yang memanggil. Kalau begitu, siapakah si pemanggil itu? Yang memanggil kita adalah pencipta kita. Dia mengundang kita agar mau bekerja bersama-Nya sesuai dengan agenda-Nya.

Panggilan Sudah Ada Di Dalam Kita

Sejak semula setiap kita diciptkakan dan dirancang oleh Tuhan untuk menggenapi tujuan-Nya kita tidak asal-asalan diciptakan. Kita juga bukan hasil produksi massal yang dihasilkan oleh pabrik. Setiap kita diciptakan secara unik dan khusus. Tuhan kita adalah Tuhan yang mencintai keteraturan dan ketelitian. Tidak ada satupun yang asal jadi. Amsal 16:33 mengatakan, "undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal daripada Tuhan. " Jika hasil dari sebuah undi saja Tuhan tetapkan, terlebih lagi penciptaan manusia. (Mazmur 139:13-16).

Pembentukkan kita msing-masing ada dalam pengawasan Tuhan. Tuhan tidak begitu saja lepas tangan dalam pembentukkan kita. Dia tidak terlalu sibuk mengurusi hal lainnya sehingga penciptaan tersebut diserahkan kepada malaikat. Tuhan sendiri yang memilih dan menentukan kerangka seperti warna mata, jenis suara, cara tersenyum dan berjalan, temperamen, kesukaan, karunia dan talenta. Dan tujuan dari rancangan kerangka yang dibuat-Nya atas diri kita, adalah untuk memenuhi tujuan-Nya. Kalau begitu, apakah menurut Anda adalah masuk akal jika Tuhan membentuk dan memperlengkapi kita secara khusus, kemudian Dia memanggil kita untuk melakukan sesuatu yang tidak cocok dengan kerangka kita? Kemudian jika Dia mengambil waktu untuk membentuk kita secara khusus, maka sudah sewajarnya panggilan kita harus sejalan dengan kerangka kita.

Banyak orang mengeluh karena tidak ada kepuasan dalam kehidupan mereka. Mereka merasa tidak berhasil. Banyak dari mereka tidak berhasil dan tidak puas dalam hidup mereka bukan karena mereka kurang berusaha dan malas. Bukan juga karena kurang pendidikan, koneksi dan kesempatan. Semua itu hanyalah faktor pendukung saja. Faktor utama yang menyebabkan kebanyakan dari mereka tidak berhasil dan tidak puas dalam hidup adalah karena mereka merupakan orang-orang yang tidak cocok. Mereka adalah orang-orang yang melakukana pkerjaan yang tidak sesuai dengan panggilan mereka.

Berbuah Lebat

Yohanes 15:16. Tuhan Yesus berkata bahwa Dialah yang memilih dan menetapkan kita untuk pergi dan menghasilkan buah. Bapa di surga menginginkan kita untuk menghasilkan buah. ".. Barang siapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak..." kita melihat bahwa Tuhan menginginkan kita berbuah, bukan buah yang sedikit, melainkan buah yang banyak. Kalau begitu, bagaimana kita dapat berbuah banyak? Kita hanya dapat berbuah banyak jika kita berkarya sesuai dengan panggilan kita masing-masing.

Jadi, jika kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan panggilan kita, apakah itu berarti bahwa kita tidak berbuah? Bukan begitu maksudnya. Kita berbuah, tetapi hasil atau buah yang kita hasilkan tidak banyak. Dengan kata lain buahnya tidak maksimal. Mari saya berikan diri saya sebagai contoh. Panggilan hidup saya adalah membuka mata rohani orang-orang akan kebenaran. Ini sejalan dengan karunia mengajar yang telah Tuhan berikan kepada saya. Misalkan saja suatu hari saya diminta tolong untuk memasak makanan untuk 100 orang dalam suatu acara gereja yang kemudian saya sanggupi. Ngomong-ngomong, memasak bukanlah salah satu talenta yang Tuhan berikan pada saya. Saya bisa memasak beberapa macam masakan yang tidak terlalu rumit untuk keluarga saya, tetapi saya tidak merasa bahwa itu adalah talenta saya. Kira-kira, apakah saya bisa menghasilkan buah dengan memasak di acara gereja tersebut? Bisa saja. Masakan saya itu bisa membuat orang kenyang. Pokoknya perut bisa penuh. Jadi ada hasil (buah). Tetapi apakah mereka puas dengan masakan saya? Belum tentu. Malah saya merasa bahwa ada orang lain yang dapat memasak dengan lebih baik dan enak dibandingkan saya, sehingga dia bisa memberikan kepuasan yang lebih untuk orang banyak. Dengan kara lain, buah dari pelayanan memasak saya tidak banyak atau tidak maksimal. Namun, lain ceritanya kalau saya diminta untuk berbicara dan mengajar tentang Firman Tuhan. Buah yang saya hasilkan jauh lebih baik. Bagaimana saya bisa tahu buah saya jauh lebih banyak. Satu hal yang saya perhatikan selama saya melayani Tuhan, saya mendapat lebih banyak pujian waktu mengajar dibandingkan jika ketika saya memasak.

Jadi pada waktu Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dia telah menetapkan dan memilih kita untuk berbuah banyak, saya percaya bahwa Dia memerintahkan kita untuk berbuah sesuai dengan panggilan kita. Bukan sembarang pekerjaan. Kita harus berkarya sesuai dengan panggilan kita masing-masing, bukan panggilan orangtua atau suami atau istri kita. Tuhanlah yang menetapkan panggilan hidup kita masing-masing sama seperti Dia menetapkan Paulus untuk menjadi seorang rasul. Panggilan hidup kita sungguh berharga. Jangan sia-siakan dan abaikan panggilan itu.

Sumber: Mandaliem Lembong, MBA - Be A Star

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !


Share this article :