JC ID

Pass

Forget?

Register?

Thread

Video

Image

Article

Pray For

Daily Devotional

- Daily Devotional -
View : 7631 times

Jatuh itu Anugerah


Ulangan 32:11-12
Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 83; Roma 11; Ulangan 13-14

Rajawali adalah burung yang terkenal dengan ketangguhannya menghadapi badai, kekuatan sayapnya yang mampu terbang tinggi, dan ketajaman inderanya saat mengejar mangsanya. Semua kekuatan yang didambakan burung mana pun sepertinya dimiliki oleh burung rajawali. Namun kekuatan terbang burung rajawali tidak datang dengan sendirinya.

Rajawali selalu membangun sarang di pohon yang tertinggi di puncak bukit yang tinggi dan terjal. Ketika anak-anak rajawali lahir, induk rajawali menjaganya dengan segenap hidup mereka. Semua kebutuhan anak-anak bayi rajawali dipenuhi oleh induknya. Dengan kata lain, bayi rajawali kecil tahu beres akan hidupnya dan tidak dikuatirkan oleh apa pun juga.

Tapi ketika tiba saatnya bagi anak rajawali untuk belajar terbang, ‘tanpa perasaan' induknya akan menjungkirbalikkan sarang yang selama ini menjadi tempat berlindung yang nyaman baginya. Tidak tanggung-tanggung, rajawali kecil itu akan terjun bebas beribu-ribu meter menuju batu-batu tajam yang ada di bawahnya. Dalam kepanikannya, ia akan berusaha mengepak-kepakkan sayapnya. Dan di detik terakhir sebelum ia menghujam batu-batu tajam itu, induk rajawali dengan sigap menyambar anaknya, membawanya terbang tinggi ke angkasa, dan menjatuhkan anaknya kembali. Hal ini dilakukannya berulang-ulang sampai sayap anaknya menjadi cukup kuat dan akhirnya ia mampu terbang sendiri.

Pada awalnya mungkin saja anak-anak rajawali itu tidak mengerti maksud dari ‘kekejaman' induknya. Tapi ketika induknya melakukannya berulang-ulang, ia pun mengerti dan menikmati proses belajarnya sampai akhirnya ia bertumbuh menjadi rajawali yang perkasa, sama seperti induknya.

Demikian juga dengan hidup kita. Saat kita masih menjadi bayi-bayi rohani, seringkali kita mendapati segala kebutuhan dan keinginan kita terpenuhi dengan instan. Tapi ada saatnya ketika kegoncangan itu datang dan kita terjun bebas, sadarilah bahwa saat itu Allah sedang melatih Anda untuk terbang. Karena kerinduan Tuhan yang terbesar adalah melihat Anda menjadi kuat dan bertumbuh dalam pengenalan yang lebih dalam akan Dia. Tidakkah Anda sadari justru di saat kesesakanlah kita mengalami keperkasaan Allah kita secara nyata?

Jatuh itu anugerah. Nikmati dengan penuh ucapan syukur dan jadilah kuat.

Sumber : jawaban.com / LEP

CBN renungan mobile

COMMENTS

COUNSELLING

Add Your Comment

Nickname
Email
Comment
  • * diane

    2009-12-07 21:30:38
    benar Tuhan bahwa engkau tdk pernah meninggalkanku walau dlm sesulit apapun, Engkau Tuhan selalu ada besertaku,Amin...
  • * Herna

    2009-04-17 16:33:50
    Keren banget ya Tuhan kita dia tau apa yang terbaik untuk kita.walaupun awalnya sakit,tapi dia tetap setia menjaga kita dan tidak dibiarkannya kita tergeletak.He know the best of the best for us.How Great is Our GOD.
  • * juli

    2009-03-25 01:25:49
    Aku sangat bersyukur pd Yesus, ketika aku mengalami "jatuh". Aku smakin tau kalau Tuhan gak pernah pergi dr sisiku.
  • * g ryd

    2009-03-23 18:17:57
    Firman yang indah dan mengingatkan kita yang dalam kesesakan, agar tidak berputus asa karena tanpa kita ketahui dalam keadaan apapun Yesus tetap menopang kita. Puji Tuhan Haleluya.....Amin
  • * find my wings

    2009-03-23 16:01:10
    Thks God artikel ini menjadi berkat yang luar biasa buat saya... Ini sangat menguatkan saya secara pribadi...satu hal yg saya ingin kata Never say give up. coz our God always be with us.Tuhan yesus memberkati kita semua.

Teaching

teaching_img

4 Kata Sederhana Yang Mengubah Hidup Anda

cbn.com

Bagi Anda yang menderita dan sedang mencari jawaban hari ini, saya ingin berbagi dengan Anda prinsip besar yang pernah ada di dunia manusia. Empat kata ini dikemas dengan begitu indah oleh Yohanes karena memiliki originalitas dari hati Allah Bapa yang dapat mengubah dunia manusia selamanya.